
Flash Back
Helsen selalu menolak Jonas untuk menjodohkan putrinya dengan Rival. Jonas berfikir jika Helsen menolak perjodohan itu maka Jonas akan kehilangan kesempatan emas. Secara perusahaan Helsen adalah perusahaan terbesar. Jadi, jika kedua perusahaan itu digabungkan maka akan menjadi keuntungan yang sangat besar bagi Jonas.
"Bagaimana pa, apa mas Helsen menerima tawaran kita?" Tanya Monica.
"Sepertinya Helsen tetap bersikeras untuk menolak perjodohan ini ma.." Ucap Jonas.
"Terus rencana papa apa?" Tanya Monica.
"Entahlah ma.. Aku masih bingung.." Jawab Jonas. Dan Jonas berkata lagi.
"Helsen selalu memikirkan perasaan Rival. Tau sendiri kan, kemarin sikap Rival sama Binar itu seperti apa? Rival seperti orang yang ga suka sama Binar.." Imbuhnya lagi. Kemudian, terlintas suatu rencana dipikiran Monica.
"Pa.. Aku punya rencana.." Ucap Monica. Jonas pun mengernyitkan dahi.
"Rencana apa ma?" Tanya Jonas penasaran.
"Papa ingin Helsen setuju dengan perjodohan ini kan? Caranya gampang kok pa.. Kita buat perusahaan Helsen itu hampir bangkrut!" Ucap Monica.
"Membuat perusahaan Helsen hampir bangkrut? kamu sudah gila ya ma? Papa itu mau menjodohkan Binar dan Rival agar kedua perusahaan besar ini bergabung dan keuntungannya banyak.." Ucap Jonas salah kira.
"Ya, ampun.. papa ini ga ngerti banget sih.. kita itu bukan membuat perusahaan Helsen itu bangkrut beneran.. ini hanya rekayasa saja pa.. Gini loh pa.. Helsen group itu kan adalah perusahaan yang sangat besar bukan? Dibalik perusahaan yang besar, pasti ada perusahaan-perusahaan lain yang menjadi pesaing. Bukan ga mungkin di antara perusahaan itu ada salah satu perusahaan yang membencinya. Dan menunggu kehancurannya." Ucap Monica.
"Maksud mama apa? Kok ga jelas gini sih?" Tanya Jonas yang masih belum mengerti.
"Maksud mama.. kita bekerjasama dengan perusahaan itu untuk menghancurkan Helsen Group.. Begini loh pa, maksudnya kita itu peras sedikit demi sedikit Helsen Group, setelah Helsen Group diambang kebangkrutan, baru deh kita itu masuk dan seolah-olah kita yang menjadi pahlawan untuk mereka. Kita ga perlu buang duit kita sendiri untuk membantu mereka.. kita cukup pakai uang dari Helsen group.. karena kita memeras bukan untuk berfoya-foya. Tetapi untuk mengelabuhi Helsen Group. Papa paham maksud mama kan?" Ungkap Monica.
Jonas pun mengangguk paham dengan perkataan Monica. Dan Jonas kembali bertanya untuk meyakinkan pemikirannya.
"Maksud mama kita itu ga benar-benar membuat Helsen group bangkrut? Tapi kita hanya menyabotase perusahaan itu supaya dirasa bangkrut?" Tanya Jonas lagi. Monica pun mengangguk dengan perkataan suaminya.
"Yap.. betul banget.. bagaimana menurut papa? Cerdik kan mama?" Kata Monica sembari tersenyum licik. Jonas pun menganggukkan kepala. Dan Jonas pun tersenyum setuju dengan ide yang diberikan oleh Monica.
"Ya.. papa setuju ma.. ternyata mama ini pintar juga.. ga salah papa menjadikan mama sebagai istri.." Ucap Jonas. Monica pun tersenyum bangga dengan dirinya sendiri.
__ADS_1
"Ya, iya dong pa.. bukan Monica namanya kalau ga cerdik.." Ucap Monica memuji dirinya sendiri.
Jonas kini memiliki sebuah rencana licik yang berasal dari istrinya. Dan Jonas pun kembali bertanya perusahaan mana yang membenci perusahaan Helsen.
"Tapi, perusahaan mana yang membenci Helsen Group?" Tanya Jonas bingung. Monica pun tertawa mendengar pertanyaan suaminya.
"Pa, pa. Papa ini kan dekat dengan mas Helsen.. Masa ga tau sih?" Ledek Monica.
"Ya, papa ga tau lah ma.. Kan kita cuma dekat.. bukan berarti papa ikut campur urusan mereka.." Ujar Helsen. Kemudian Monica pun mengeluarkan laptopnya. Dan Monica memberikan data nama-nama perusahaan yang menjadi pesaing Helsen Group.
"Ini loh pa.. Nama-nama perusahaan yang membenci Helsen Group.." Ujar Monica sembari menunjukkan laptopnya.
Jonas pun melihat data-data itu. Dan membacanya satu persatu. Jonas pun mengenal salah satu dari perusahaan itu. Sekarang Jonas jadi ingat dengan pemilik perusahaan itu. Dan iya merupakan musuh bebuyutan Helsen semenjak masa sekolah sampai sekarang.
"Ok.. papa tau sekarang.. besok papa akan ke sana sekarang juga.." Ujar Jonas.
.
.
.
"Ada yang bisa saya bantu?" Tanya orang itu kepada Jonas.
"Oh.. iya, bisakah kita berbicara hal penting?" Ujar Jonas.
Mereka pun berbincang-bincang dan merundingkan sesuatu. Jonas merundingkan untuk mengajak kerjasama untuk menghancurkan perusahaan Helsen. Mendengar kata-kata Helsen, orang itu menjadi tertarik dengan tawaran Jonas. Dan iya pun menyetujui rencana Jonas.
"Ini merupakan ide yang sangat bagus.." Ucap orang itu. Dan mereka pun melakukan deal.
.
.
.
__ADS_1
Jonas dan orang tersebut mulai menjalankan rencananya. Orang tersebut menyuruh orang lain untuk berpura-pura menawarkan sebuah investasi kepada Helsen Group.
Dengan rayuan yang manis dan sebuah data yang resmi, Helsen pun percaya dengan orang tersebut. Dan Helsen menyetujui investasi itu.
Misi awal pun telah berhasil dilaksanakan. Dan mereka yang berada di balik layar pun tersenyum Kegirangan.
.
.
.
Bulan demi bulan investasi pun berjalan. Dan Helsen, tidak menyadari bahwa dirinya sedang diperas. Sampai saat ini, belum ada perkembangan apa pun mengenai investasi itu. Karena Helsen tidak pernah memeriksa keadaan keuangan.
Suatu ketika, bagian keuangan memberikan sebuah laporan keuangan kepada Helsen. Helsen pun mulai membuka laporan itu. Dan Helsen menjadi terkejut ketika melihat laporan itu.
Helsen pun merasa lemas dan pusing ketika melihat kenyataan itu. Dan iya tidak menyangka kalau keuangan perusahaan kini sedang merosot besar. Di saat yang tepat, Jonas pun datang tanpa ketuk pintu terlebih dahulu.
Jonas melihat raut wajah Helsen yang terlihat bingung. Dan seperti ada sebuah masalah. Kemudian, Jonas pun berpura-pura bertanya kepada Helsen.
"Loh mas.. kamu kenapa?" Tanya Jonas. Helsen melihat ke arah Jonas. Lalu iya pun bercerita tentang masalahnya. Karena dirasa bahwa Jonas itu adalah teman baiknya. Dan kesempatan bagi Jonas iya menawarkan sebuah pinjaman kepada Helsen. Awalnya Helsen menolak. Tapi Jonas malah merayunya. Helsen merasa tidak enak hati dengan Jonas. Tapi, karena rayuan Jonas sangat manis, akhirnya iya setuju dengan tawaran Jonas. Dan Jonas pun tersenyum licik dengan persetujuan Helsen. Misi selanjutnya sudah digapai.
.
.
.
Jonas merasa sudah tidak butuh Helsen. Iya pun berubah pikiran untuk merebut perusahaan milik Helsen. Dengan cara menikahkan Rival dan Binar. Setelah iya mendapatkan semuanya, iya akan memisahkan Binar dengan Rival dan menendang Helsen serta keluarganya.
...****************...
Jonas pun tetap kekeh untuk menjodohkan mereka. Dan Helsen merasa tidak enak hati untuk menolak tawaran Jonas. Akhirnya iya pun setuju dengan tawaran Jonas untuk menjodohkan mereka.
Dari sini lah Helsen selalu memaksa Rival untuk bertunangan dengan Binar. Dan membenci Namira. Rival sangat tertekan dengan hal ini. Meskipun Binar salah dan tertangkap basah, Helsen selalu saja membelanya. Karena semata iya merasa. berhutang budi dengan Jonas.
__ADS_1