
___________💐 Universitas JayaBaya Jakarta
Selesai melaksanakan shalat Dzuhur berjamaah, Nadia dan Salsa langsung menuju kantin yang akan menjadi tempat mereka untuk mengerjakan tugas kampus.
"Nah gue duduk di sini yah, dan lo duduk di situ terus nanti kalau kak Arman datang dia duduk di situ di samping elo, gimana pintarkan gue???" Ucap Salsa ceplas-ceplos dengan suara cempreng khasnya.
Nadia yang mendengarkan penuturan sahabat-nya itu hanya dapat menggeleng-gelengkan kepala.
"Eh...Gue emang suka sama kak Arman, tapi nggak segitunya juga kali, ya kali gue deket-deket terus sama dia emang gue cewe apa-an, huuuh dasar lu putri keong." Ucap Nadia menyeringai angkuh, yang akhir-akhir ini sudah mulai nyaman dengan panggilan LO, GUE namun ini hanya berlaku untuk sahabat-nya (Salsa) saja.
"EtDah...Dasarlu putri datar gue kasih ide brilian elo malah ngeledekin gue dengan sebutan putri keong." Ucap Salsa kesal.
"Hmmm...Brilian dari mana? yang ada gue bakalan di kawinin paksa sama Abah kalau lihat gue dempet-dempetan ama cowok ampe segitunya." Sela Nadia cetus sambil bergidik ngeri membayangkan kemarahan Abah jika melihatnya terlalu dekat dengan laki-laki yang bukan mahramnya, walaupun itu terdengar mustahil untuk Abah datang di kantin namun bisa saja Abah benar-benar ada di sana.
"Hah kawin paksa??? Nah itu bagustu, kan elo suka sama kak Arman pepet aja terus kan kalau Abah ngeliat elo sedekat itu ama kak Arman elo bisa di kawinin ama dia, ya gak ??? Hahaha gue benar-benar kreatif."Ucap Nadia di selingi tawa yang cukup memuaskan.
"Plaaakk" Nadia menjitak kepala Salsa. Salsa yang mendapat perlakuan seperti itu hanya dapat berkata, "AaaWww" sambil mengelus-elus kepalanya yang sedikit sakit.
"Emang cocok ya lo gue panggil putri keong pikiran elo itu emang lambat kayak keong, gimana kalau kak Arman nolak gue? kan lo tau kalau kak Arman itu cuman nganggep gue sebagai seorang adik nggk lebih, nah kalau kak Arman nolak otomatis Abah bakalan cari ganti-nya karena yang terpenting bagi Abah adalah ketika gue bisa nikah."Cerocos Nadia.
"Iya juga yaaa...tapi kenapa harus kepala gue juga yang jadi sasaran lo, sakit tauggak." Pungkas Salsa masih mengelus-elus kepalanya sambil menatap kesal kepada Nadia.
__ADS_1
"Kamu siiih..." Ucap Nadia dengen mengangkat sedikit salah satu sudut bibirnya.
Tak berselang lama setelah mereka berhenti berdebat dari kejauhan tampak seorang pria dengan langkah gontai sedikit berlari menuju tempat mereka.
"Heeef,,,Maaf ya dek,,, saya datang,,,
terlambat." Ucap Arman masih ngos-ngosan dengan posisi membungkuk lalu kedua tangan lurus bertopang pada kedua lutut-nya, ia merasa bersalah tidak datang tepat waktu karena harus menyelesaikan beberapa urusan.
"Iya kak nggakpapa kok." Jawab Nadia dan Salsa bersamaan.
"Kak Arman silahkan duduk."Ucap Nadia mempersilahkan Arman untuk duduk di kursi yang berada sedikit jauh darinya.
"Iya trima kasih dek." Ucap Arman dengan tersenyum manis.
"Ekheemmm..."Salsa berdehem melihati Nadia yang tak bergeming dengan mata yang fokus memandang Arman yang saat ini telah duduk anteng kemudian mengambil tumpukan kertas yang ada di depannya lalu meneliti sedikit demi sedikit hasil kerja dari ke dua adik Juniornya.
Mendengar deheman Salsa dengan cepat hayalana Nadia buyar.
"Astaghfirullah, maafkan Nadia ya Allah." Gumam Nadia membatin, sambil menundukkan pandangan-nya.
"Nadia sama kak Arman mau pesan apa??? biar Salsa yang ambilin." Tanya Salsa.
__ADS_1
"Aku minumnya pesan lemon tea terus cemilannya Roti isi keju." Ucap Nadia. Kali ini percakapan mereka tanpa LO dan GUE karena saat ini ada Arman yang ikut bergabung dengan mereka.
"Ih kamu nggak bosan apa Nad... makan yang itu terus." Tanya Salsa yang heran dengan pesanan sahabat-nya yang selalu sama tanpa sedikit variasi.
"Hehehe nggaklah" Jawab Nadia cengengesan.
Arman ikut tersenyum melihat tingkah kedua junior nya itu.
"Kalau saya pesan es teh manis aja dek terus cemilannya keripik kentang aja."Ucap Arman masih dengan senyum manis-nya.
"Hah kok semuanya cuman pesan cemilan sih, enggak ada yang mau makanan lain gitu???" Tanya Salsa sambil memandangi keduanya.
" Enggak" Jawab Nadia dan Arman bersamaan.
"Cieee...Ekheeem kompak banget dah, SERASI."Ucap Salsa dengan sedikit penekanan pada kata Serasi.
Arman yang mendengar hal itu hanya menggeleng-gelengkan kepala saja sambil tersenyum ia kembali menatap kertas yang ada di depannya.
Sementara Nadia pipinya kini telah merona ia merasa kikuk dan akhirnya canggung.
"Udah, kapan kita makan-nya kalau kamu di situ terus sana ambil pesanan-nya."Ucap Nadia
__ADS_1
"Iya...."Pungkas Salasa sambil berlalu pergi mengambil pesanan mereka.
LIKE, COMENT, dan RATE jangan lupa teman"💐🙏