Muhasabah Cinta

Muhasabah Cinta
Episode 3


__ADS_3

Salsabilah Putri adalah remaja berusia 19 tahun Ia dengan Nadia hanya beda 3 bulan saja, namun Nadia lebih tua darinya. Salsa merupakan gadis yang berparas cantik, namun dia ini kepribadian-nya sangat Centil, julit, ceplas-ceplos, selalu ceria dan yang paling bikin jengah Nadia adalah ke kepoan-nya yg tingkat tinggi.


Salsa walaupun bikin jengah tapi nyatanya dia ini Sahabat kesayangan Nadia bahkan mereka beranggapan kalau mereka itu adalah saudara, bagi Salsa orang tua Nadia adalah orang tua-nya juga begitupun sebalik-nya, Ia selama ini banyak belajar dari Nadia perihal agama serta ketentuan ketentuan yang wajib di penuhi dalam Islam, hingga tak salah jika saat ini Ia juga memantapkan niatnya untuk menutupi bagian rambut-nya dengan hijab.


Salsa saat ini tengah menuntut ilmu di kampus yang sama dengan Nadia dengan jurusan yang sama, mereka telah menjalin persahabatan sejak duduk di bangku SD sampai saat ini.


Ritual sarapan pagi telah selesai, saat-nya untuk Nadia dan Abah berangkat untuk memenuhi kewajiban dan tanggung jawab masing-masing.


Setelah selesai mengantar Suami dan Anaknya, Ummi kembali ke dalam rumah untuk berbenah dan bersih-bersih.


______________💐 Universitas JayaBaya


Mobil dengan merek Toyota Avanza dengan warna hitam mengkilat tampak parkir di depan gerbang kampus JayaBaya.


Dari jendela mobil tampak Ayah dengan Anak-nya tengah asyik berbincang-bincang.


"Abah...Aku pamit yaaa...Abah jangan ngebut-ngebutan, kalau sampai di kantor jangan lupa makan bekal yg udah di siapin Ummi tadi, terus aba jangan lupa selalu jaga__" Ucapan Nadia yang panjang kali labar dengan intonasi yang cepat tiba tiba terhenti karena ucapannya langsung di potong Abah.


"Jangan lupa JAGA PANDANGAN jangan sampai Ummi marah."Ucap Abah dengan sedikit penekanan, dengan memperagakan gerakan Nadia yang sedari tadi memainkan telunjuk jarinya seolah memberi isyarat bahwa hal itu tidak boleh di lakukan oleh Abah-nya.


Hal ini sudah tentu Abah tahu karena sudah menjadi makanan sehari harinya sekaligus sebagai tradisi yang harus di laksanakan putrinya itu sebelum turun dari atas mobil.


"Hehehe...Abah bisa ajha."Jawab Nadia cengengesan.

__ADS_1


"Nasehatnya akan selalu Abah laksanakan, sekarang kamu turun gih nanti telat." Ucap Abah pelan sambil mengusap pucuk kepala anaknya dengan penuh kasih sayang.


Dengan sigap Nadia menggenggam tangan kanan Abah-nya kemudian Mencium-nya.


"CUP..... Assalamu'alaikum Abah-ku sayang" Ucapnya sambil tersenyum."


"Wa'alaikumussalam bidadari Abah."Jawab Abah dengan senyum yang tak kalah manisnya.


____________________💐


Nadia berjalan dengan langkah pelan memasuki gerbang kampus.


"Nadia...Nadia..."Panggil Salsa dengan suara cempreng yang sudah menjadi ciri khasnya


"Si Cempreng" Lirihnya dengan sudut mulutnya mencibir.


"Hy...hy...hy Nona Datar, kamu nggak nyambut aku gitu" Ucap Salsa sambil berjalan mendekati Nadia


"Ih kamu mah gitu dasar putri ES, datar huuuuuhh." Umpatnya kesal karena Nadia tak merespon.


"Iyya...Nona Rese yang cempreng juga nyebelin, untuk apa coba aku nyambut kamu??? Emang kamu putri Raja gitu Hehe bukan putri raja Sih tapi putri Keong yang ada di Kali Wahahahaha."Umpat Nadia yang lebih Sadis dengan tawa-nya yang cukup puas membalas umpatan teman-nya itu, dan sukses membuat Salsa naik pitam.


"Hmmmmmmm...Nadia awas kamu yaaa." Dengus salsa,yang kemudian menjerit. Lalu mengejar Nadia yang sudah lebih dulu melarikan diri agar tak di terkam sahabat-nya itu.

__ADS_1


Setelah cuku lama berlari mereka memutuskan untuk berhenti terlebih lagi rasa lelah dan haus sudah menyerang mereka.


"Aduuuu...Cape bangetnih gerah." Gumam Nadia sambil mengipasi wajahnya dengan kedua tangan-nya.


"Kamusiii,,, Huuuuff."Tandas Salsa ngos-ngosan.


"Okok aku minta maaf tuan putri ku yang cantik, tapi lebih Cantikan aku sih."Ucap Nadia sambil cengengesan.


"Yaellah...Kamu muji atau ngeledek Bhambang." Sindir Salsa.


"Tapi nggak papa sih setidaknya kamu nggak Cuekin aku, nggak dingin kaya Es klau lagi bareng aku, trus___" Ucap Salsa bangga, bersyukur setidaknya dia tidak di jutekin, di cuekin sama seperti teman-temannya yang lain, namun belum selesai ia mengucapkan seluruh isi hatinya Nadia dengan entengnya menuntun jari telunjuknya lalu meletakan


-nya tepat pada bibir Sahabatnya itu.


"Huuuusss...banyak bicara kamu yah, apa mau kamu juga aku cuekin, haaahh???" Tanya Nadia dengan nada berbisik.


PENASARAN DENGAN KISAH MEREKA SELANJUTNYA???


YUUUK IKUTIN TERUS EPISODE-EPISODE SELANJUTNYA.


JANGAN LUPA LIKE DAN VOTE -NYA 🙏


SUPAYA AUTHOR TAMBAH SEMANGAT 💐💪

__ADS_1


__ADS_2