Muhasabah Cinta

Muhasabah Cinta
Peringatan untuk Namira


__ADS_3

Nadia pun menerobos Helsen dan Marta. Di dalam, Rival menyambut baik Namira. Dan Namira tersenyum senang karena Rival sekarang lebih membaik.


"Bagaimana kondisi kakak hari ini?" Tanya Namira.


"Kakak merasa lebih baik kok dek.. sekarang.." Ucap Rival.


"Alhamdulillah.. kalau kakak lebih baik sekarang.. Oh iya kakak sudah makan belum?" Tanya Namira.


"Belum Namira.." Jawab Nadia. Sementara Rival hanya menunduk saja. Namira yang melihat Rival pun sedikit kesal karena Rival belum makan. Sementara makanan yang telah disediakan mulai mendingin.


"Kalau kakak ga makan, kapan sembuhnya?" Ujar Namira.


"Iya maaf dek.." Ucap Rival. Kemudian, Namira pun mengambil makanan tersebut dan mulai menyuapkan ke Rival.


"Sekarang kakak makan ya? Habis ini minum obat.." Ucap Namira. Rival pun mengangguk.


"Siap bos!" Ucap Rival sembari memberi hormat.


Namira pun mulai menyuapi Rival makan. Dan Rival pun merasa lebih tenang dan nyaman ketika Namira berada di dekatnya. Setelah menyuapi Rival, Namira pun mempersiapkan obat Rival untuk diminum. Nadia yang memperhatikan mereka berdua menjadi iri.


"hem.. so sweet banget sih.. jadi pengen diperhatikan kayak gini juga.. tapi sama siapa?" Gumam Nadia.


Sementara Helsen yang melihat mereka berdua menjadi geram, ingin rasanya Helsen masuk ke dalam dan mengusir Namira. Tapi Marta malah mencegah suaminya.


"Jangan pa.. jangan lakukan ini.. biarkan dulu mereka.. papa kan tau kalau Rival itu sedang sakit.. papa mau Rival drop lagi?" Ujar Marta.


"Tapi ma.. papa ga bisa liat mereka terus-menerus bersama seperti ini, yang ada mereka akan dekat lagi seperti dulu.. jadi susah lagi kan untuk memisahkan mereka.." Ucap Helsen. Marta pun menghela nafas.


"Itu ga akan terjadi pa.. kita percaya aja sama mereka.." Ucap Marta. Helsen hanya mengangguk dan mengiyakan perkataan istrinya.


Mereka membiarkan Rival dan Namira bersama lebih dulu. Setelah itu, Namira pun pamit pulang kepada Nadia dan Rival. Dan besok iya akan kesini lagi. Nadia dan Rival pun mempersilahkan Namira. Sesampainya di pintu gerbang, Namira dicegah oleh Helsen. Dan Helsen pun berkata kepada Namira.

__ADS_1


"Namira.. Aku tidak melarang kamu untuk menjenguk anak saya.. tapi, ingat! Jangan pernah berharap lebih kepada anak saya.." Ucap Helsen. Namira hanya menunduk dan tidak menjawab perkataan Helsen. Kemudian, Helsen pun berkata lagi kepada Namira.


"Namira.. selama Rival sakit kamu boleh merawat dia.. tapi ingat, setelah Rival sembuh kamu harus jauhi dia.. buat dia melupakan kamu.." Ucap Helsen tegas. Namira pun hanya mengangguk paham apa maksud Helsen.


"Baik om.. saya paham.. saya permisi dulu.. mari.." Ucap Namira dan Namira pun langsung pergi. Kemudian, Helsen pun kembali mencegah Namira.


"Tunggu!" Stop Helsen. Namira gagal melangkah. Karena Helsen memanggilnya.


"Ada apa om?" Tanya Namira.


"Namira.. harusnya kamu itu tau diri! Harusnya kamu ga jenguk Rival sama sekali kesini.. Kita kan ga pernah merestui kamu dengan Rival.. jangan mentang-mentang pernikahan Rival gagal terus kamu seenaknya mendekati Rival lagi. Jangan pernah mimpi kamu.. dimana letak harga diri kamu sebagai perempuan?" Sungut Helsen dengan perkataan yang kasar. Namira pun hanya tersenyum lalu menjawab.


"Maaf om.. sepertinya om sudah salah sangka sama saya.. saya kesini karena kak Rival butuh saya.. dan Nadia sendiri yang mengatakan kepada saya.. saya hanya ingin menjenguk kak Rival. Dan akan membantu kak Rival sampai dia sembuh.. Saya ga ada niatan untuk berharap lebih dari kak Rival.. maaf kalau saya lancang, saya permisi.." Ucap Namira dengan tegas. Helsen tidak dapat berkata apa-apa dengan jawaban Namira. Dan Namira pun langsung pergi.


.


.


.


"Oh.. ada pelakor rupanya disini.." Tuduh Binar. Namira tidak mengerti dengan ucapan Binar.


"Maksud kamu apa Binar?" Tanya Namira heran.


"Halah.. ga usah pura-pura ga tau deh.. gara-gara kamu, pernikahan Aku sama Rival batal.. padahal kita hampir sah menjadi suami istri. Dan hanya tinggal hitungan menit Rival mau mengucapkan janji suci.. tapi gara-gara kamu pernikahan kita jadi batal. Dasar perempuan ga tau diri.." Tuduh Binar. Kemudian, Binar pun memberikan pengumuman penting kepada semua orang. Karena kondisi itu sangatlah ramai.


"Hei pengumuman semuanya.. Hati-hati dengan wanita ini.. jaga pasangan kalian Masing-masing. Jangan sampai wanita murahan ini merebut pasangan kalian.. saya sudah jadi korbannya.." Teriak Binar. Dan orang-orang yang ada di jalan itu melihat ke arah mereka berdua. Namira semakin heran dan tidak mengerti dengan apa yang Binar ucapkan. Namira juga tidak sadar, karena pengumuman Binar barusan ada yang telah mereka kejadian itu dan memposting ke sosial media.


"Stop Binar! Kamu itu bicara apa sih? Siapa juga yang merebut kak Rival dari kamu.. Bukannya pernikahan kalian itu gagal karena ulah keluarga kamu sendiri ya? Terus hubungannya sama saya apa? Acara pernikahan kalian saja saya ga ada di situ.. kan kalian ga undang saya kan.. jadi letak kesalahannya dimana?" Ujar Namira.


Binar pun terdiam dan hanya tersenyum sinis kepada Binar.

__ADS_1


"Ya, tetap aja ini semua gara-gara kamu.. kalau saja kamu tidak kenal Rival, ga mungkin Rival jatuh cinta sama kamu.. dan Rival juga ga mungkin mencari tahu semuanya tentang keluargaku. Tapi, karena kenal kamu Rival selalu saja mencari tahu semua tentang keluarga Aku.. paham kamu!" Ucap Binar.


Namira hanya menggelengkan kepala. Iya pun kemudian langsung pergi tanpa menghiraukan perkataan Binar. Binar menjadi kesal karena Namira tidak menghiraukan nya.


...****************...


Setiap hari Namira selalu menjenguk Rival. Namira merawat Rival dengan baik. Sekarang, kondisi Rival pun berangsur membaik. Bahkan dokter pun menyatakan kalau Rival diperbolehkan pulang. Mendengar pernyataan ini, Namira lega dan cukup senang. Kemudian, Namira pun mengingatkan Rival.


"Ingat ya kak.. kakak harus tetap jaga kesehatan.. ga boleh sakit kayak gini lagi.." Ujar Namira.


"Siap bos.." Jawab Rival sembari memberikan hormat kepada Namira.


Helsen dan Marta sudah tiba di rumah sakit. Mereka melihat Namira yang sedang bercanda tertawa dengan Rival. Kemudian, Helsen pun masuk ke ruangan mereka.


"Rival.. apa kamu sudah siap pulang?" Ujar Helsen. Rival pun mengangguk. Dan Helsen pun menyuruh asistennya untuk membereskan barang-barang Rival. Sementara Namira dilarang untuk membereskan barang-barang Rival. Dan juga dilarang untuk membantu Rival. Helsen pun memanggil Namira untuk berbicara hal penting.


"Namira.. kamu masih ingat kan dengan pesan saya kemarin?" Tanya Helsne kembali mengingatkan. Namira pun mengangguk dan menjawabnya.


"Iya om.. saya ga lupa.." Jawab Namira.


"Bagus, setelah ini kamu jauhi anak saya.. paham kamu!" Sungut Helsen. Namira pun mengangguk.


"Baik om.." Jawab Namira. Dan Namira pun kembali ke ruangan Rival. Dan Namira meminta maaf lalu pamit pulang.


"Kak.. maaf Aku ga bisa ikut anterin kakak pulang.. Karena Aku harus pulang.. Aku permisi dulu ya kak.." Ujar Namira.


"Loh.. kenapa gak pulang bareng aja Namira?" Ujar Rival.


"Makasih kak.. tapi Aku sudah pesan taksi online.. dan taksinya sudah nunggu di depan.." Ujar Namira. Namira pun pamit kepada Rival dan Nadia.


Mereka tidak dapat mencegah Namira. Namira pun langsung pulang.

__ADS_1


__ADS_2