Muhasabah Cinta

Muhasabah Cinta
Rita pergi


__ADS_3

"Jadi ternyata, Rita itu membohongi Aku? Ga nyangka.." Ujar Rival sembari mengepalkan tangannya karena kesal.


Dengan perasaan kesal karena sudah dibohongi, Rival pun mencari Rita. Iya mencari Rita kemana-mana. Sehingga Rival berpapasan dengan Nadia.


"Kak Rival.." Sapa Nadia.


"Kamu liat Rita tidak?" Tanya Rival.


"Enggak kak.. Aku ga liat Rita.." Ucap Nadia.


"Ga usah pura-pura ga tau kamu! Cepat katakan Rita diman?" Ujar Rival dengan nada sedikit keras. Sehingga membuat Nadia merasa kaget. Nadia melihat wajah Rival memerah, dan Nadia pun bingung sebenarnya apa yang sudah terjadi dengan sang kakak, sehingga membuatnya marah seperti itu.


"Cepat katakan!" Bentak Rival.


"Ok-ok.. Rita lagi di kamarnya kak.." Ucap Nadia.


"Dari tadi kek.." Ujar Rival. Rival segera bergegas pergi ke kamar Rita. Nadia menjadi merinding ketika melihat kakaknya sudah marah seperti itu.


"Kak Rival kenapa ya? Kenapa dia kelihatan marah besar seperti itu?" Ucap Nadia sembari melihat kakaknya yang berjalan dengan langkah cepat menuju kamar Rita.


Rival pun sampai di depan pintu kamar Rita. Dan Rival pun menggedor-gedor pintu kamar Rita dengan kencang. Rival sambil berteriak memanggil namanya.


****Dor****


****Dor****


****Dor****


"Rita.. buka pintunya! cepat! Rita..." Teriak Rival. Tak lama kemudian, Rita membuka pintu kamarnya Rita pun melihat Rival di depan pintu kamarnya.


"Rival.. ada apa?" Tanya Rita.


"Sekarang kamu ikut Aku!" Ucap Rival sembari menarik tangan Rita dengan kasar. Rita pun merintih kesakitan karena tangannya ditarik seperti itu.


"Rival, kamu mau ngapain? sakit tau.." Ucap Rita.

__ADS_1


Nadia yang melihat Rival menarik tangan Rita pun kaget. Sebenarnya apa yang telah terjadi pada kakaknya sehingga Rival marah besar seperti itu.


Rival pun menghempaskan Rita sehingga Rita hampir tersungkur.


"Rival.. kamu kenapa sih? Kenapa kamu marah-marah seperti ini?" Tanya Rita.


"Ga usah sok polos kamu! Dasar pembohong!" Ucap Rival dengan nada tinggi.


"Maksud kamu apa sih? Aku ga ngerti.." Ujar Rita.


"Kamu bilang, kamu datang kesini hanya untuk membantu mama, tapi nyatanya kamu kerjasama sama mama untuk mendekati Aku kan?" Ujar Rival.


"Tunggu dulu! Maksud kamu apa ya bicara seperti itu?" Tanya Rita.


"Ga usah pura-pura ga ngerti kamu! Kamu, datang kesini hanya untuk dijodohkan dengan ku kan? Dan kamu setuju kan dengan perjodohan ini? Pantesan selama ini kamu deketin Aku, dan hanya pura-pura baik di depan Aku? Kamu pikir, dengan kamu mendekati Aku.. Aku akan jatuh cinta sama kamu? Jangan mimpi kamu!" Ujar Rival. Rita hanya menggelengkan kepala.


"Ngaco kamu Rival.. tujuan Aku bukan begitu.." Ucap Rita.


"Kamu pikir Aku percaya dengan omong kosong kamu itu?" Ucap Rival.


"Sekarang juga.. kamu pergi dari rumah ini! Aku ga sudi melihat kamu.." Usir Rival akhirnya.


"Jadi kamu mengusir Aku?" Ucap Rita.


 "Ya! Pergi dari sini, dan jangan pernah kembali lagi.. karena kamu bukan perempuan tipe ku. Pergi!" Usir Rival.


Sebelum Rita pergi, Rita pun mendekati Rival dengan wajah yang marah juga. Iya mendekati Rival hanya untuk berkata sesuatu.


"Baik! kalau itu mau kamu, Aku akan pergi! Tapi, satu hal yang harus kamu tau.. Aku datang kesini, itu karena permintaan mama kamu! Tante Marta meminta tolong kepadaku untuk membantu kamu supaya kamu sembuh dari sifat tempramen kamu yang gila itu. Kalau bukan karena tante Marta, ga sudi Aku dekat-dekat sama cowok kayak kamu. Tempramen, egois suka seenaknya kalau berkata." Ujar Rita.


"Ya, sudah sana pergi! Aku ga sudi liat wajah penipu seperti kamu!" Usir Rival. Rita pun menjadi kesal terhadap ucapan Rival. Iya pun kemudian pergi dari hadapan Rival. Rita pergi ke kamarnya lagi. Dengan tergesa-gesa, Rita membereskan semua pakaiannya. Iya memasukkan barang-barangnya ke dalam koper.


Nadia pun mengejar Rita ke kamarnya. Nadia mendapati Rita yang sedang membereskan barang-barangnya.


"Rita.. kamu beneran mau pergi?" Tanya Nadia.

__ADS_1


"Iya." Jawab Rita singkat. Nadia merasa tidak enak hati terhadap Rita. Kemudian, Nadia pun minta maaf kepada Rita atas perbuatan kakaknya.


"Rita.. maafin kakak Aku ya.. Aku yakin kok.. dia ga bener-bener marah sama kamu.. hanya saja mungkin, dia khilaf tadi.." Ucap Nadia. Rita pun tidak menggubris ucapan Nadia. Rita benar-benar merasakan kecewa terhadap Rival. Rita tetap saja sibuk membereskan barang-barangnya.


"Rita.. apa ga sebaiknya kamu pikirin dulu.. kalau kamu mau pindah kesini? Terus, apa mama ijinkan kamu pergi Rita? Aku yakin, mama pasti tidak mengijinkan kamu pergi.. karena mama masih butuh kamu.." Ucap Nadia.


"Iya Aku tau.. tapi, ini sudah keputusan Aku.. mungkin, tante Marta bisa cari yang lain untuk menangani Rival. Tapi, kalau Aku kayaknya ga bisa deh.. buktinya, setelah 1 tahun lamanya.. akhirnya hasilnya nol kan.. Dia tetap bersikap seperti itu.. Aku pergi.." Pamit Rita sembari membawa kopernya yang telah siap. Nadia mengejar Rita dan ingin berusaha mencegahnya.


"Rita.. tunggu dong.. apa kamu ga mau pamit sama mama dulu?" Ujar Nadia.


"Ngapain mau pamit? Pasti mau ngadu ya? Dasar modus!" Sungut Rival.


"Yang ngajak Aku tinggal di sini adalah tante Marta.. jadi wajar dong kalau Aku pamit sama dia.. masalah buat kamu?" Ucap Rita dongkol. Rival hanya tersenyum sinis dengan ucapan Rita. Iya tidak percaya dengan kata-kata yang keluar dari mulut Rita.


Tanpa mempedulikan ejekan Rival, Rita pun langsung bergegas mencari Marta. Rita ingin berpamitan kepada Marta.


"Tante.." Sapa Rita.


"Rita.. kamu mau kemana?" Tanya Marta yang tiba-tiba terkejut melihat Rita yang membawa koper.


"Rita mau pamit ya tante.. Rita pamit pulang.." Ujar Rita.


"Loh.. memangnya kenapa Rita? Apa kamu kurang nyaman tinggal disini?" Tanya Marta.


"Oh.. enggak kok tante.. bukan itu, justru rumah tante sangat nyaman kok.." Jawab Rita.


"Kenapa kamu mau pergi? Apa tante ada salah sama kamu nak?" Tanya Marta.


"Bukan tante.. justru tante sangat baik kok sama Aku.. terimakasih ya, atas kebaikan tante selama ini.." Ujar Rita.


"Lalu, apa yang membuat kamu mau pergi Rita? Bicara sama tante nak.." Ucap Marta.


"Tante.. Rita rasa, sudah terlalu lama juga Rita tinggal disini.. jadi saatnya Rita harus pulang tante.." Ucap Rita.


"Rita.. ini kan, tante sendiri yang minta.. kamu tau kan, kenapa tante meminta kamu tinggal disini?" Tanya Marta.

__ADS_1


"Iya, iya.. Rita tau kok tante.. tapi kan, sekarang Rival sudah lebih baik.. jadi tugas Aku udah selesai.. ya, sudah Aku pamit dulu ya tante.." Pamit Rita.


__ADS_2