
Setelah lama berkutat di dalam kamar mandi, akhirnya Ia mengakhiri ritual mandi pagi-nya, dengan wajah yang fresh, di iringi langkah gontai-nya Ia berjalan mendekati lemari warna putih krem dengan disain minimalis 3 badan.
"Pakai baju apa yaaa..."Gumam-nya sambil membuka lemari.
"Nah ini kayak-nya bagus deh." Ucapnya sambil mengambil gamis panjang Merah Maron.
"Tapi pakai hijab warna apa yaaa." Ucapnya lagi, sedikit bingung memilih hijab yang cocok dengan gamis Maron-nya itu.
"Nah ini cocok nih..." Gumam-nya dengan tersenyum puas.
Tanpa berfikir panjang lagi, Hijab dengan gamis itu di padukan-nya manjadi Outfit yang Syar'i namun tetap *Modern.
"perfec*..."Ucapnya kagum melihat pantulan diri-nya dari dalam cermin.
"Tinggal mau di poles- poles cantik nih"Gumam-nya sambil membelai wajah-nya.
Dengan langkah gontai-nya Ia berjalan mendekati meja rias-nya, sampai di sana Ia dengan cepat duduk anteng, dengan cekatan ia mengambil setiap alat-alat make-up miliknya.
Ia memulai dengan sapuan Fondation yang lembut agar wajah-nya terlihat lebih natural dan alami, kemudian dengan sapuan Blush on untuk membuat pipi-nya lebih merona.
__ADS_1
Tidak hanya sampai di situ saja Nadia juga meraih alat jepit bulu mata untuk di pakai-nya
setelah menjepit bulu matanya ia beralih memakai sapuan Maskara pada bulu
mata-nya yang telah lentik itu agar tampil dramatis.
Belum merasa puas Ia dengan
cekatan memakai Ayeshadow pada kedua kelopak mata-nya dengan warna Abu-abu mudah ia mengolesnya dengan sapuan yang tipis, langkah terakhir Lip Gloss warna pink mudah menjadi penghias bibirnya yg imut kecil itu.
"Hmmm...Aku kayak-nya makin hari makin tambah cantik deh, Hehehe..."Gumam-nya sambil tertawa kecil, kagum melihat pantulan diri-nya yang tampil cantik dengan make-up yang terkesan natural dan Alami.
____________________💐Dimeja Makan
"Nadia...ayo turun sayang, sarapan-nya udah siap!" Panggil Ummi dengan suara lantang namun masih terkesan lembut.
"Ummi... anak-nya lagi siap-siap entar juga turun sendiri kalau dandan-nya udah selesai, Ummi juga pasti ngertikan, kan itu kebiasaan Wanita, termasuk Ummi" Jawab Abah di sela -sela makan-nya sambil melirik Ummi yang hanya tersenyum malu, karena tersindir dengan ucapan suami-nya.
Abah Usman Al-Farizi Beliau merupakan sosok seorang ayah yang sangat menyayangi anak-anaknya, di samping itu ia juga merupakan sosok yang sangat tegas, serta Religius, saat ini umurnya telah menginjak usia ke 70 tahun. Abah bekerja di salah satu perusahaan terkenal di Jakarta yang ternyata milik sahabat-nya, Beliau merupakan salah satu orang kepercayaan sahabat-nya hingga di angkat sebagai Manajemen Administrasi yang mengurus Keuangan.
__ADS_1
"Ummi... Nailah juga pengen Cekolah, kayak Kakak." Ucap Nailah dengan suara gemes-nya belum mampu mengucapkan kata-kata yang tepat, membuat Abah dan Ummi tersenyum lebar.
"Iyaaa...tapi sekarang Adek harus makan banyak supaya gede kayak kakak, abis itu Nailah bisa sekolah deh." Terang Ummi yang hanya di balas anggukan kepala oleh Nailah
"Ummi...Abah...kali ini Nadia pulang telat ya soalnya ada beberapa tugas yang harus Nadia kerjakan di Kampus."Ucap Nadia sambil melangkah menuruni setiap anak tangga, kemudia menghampiri orang-orang kesayangannya yang sedang duduk di meja makan menanti kedatangan-nya.
"Pulang-nya jam berapa biar Abah yang jemput???" Tanya Abah yang masih berkutat denga makanan di depan-nya.
"Hehe... Nggak usah Abah nanti Nadia pulang-nya sama Salsa aja." Jawab Nadia yang kemudian ikut duduk di atas kursi sambil mengambil menu kesukaan-nya.
"Kamu itu jangan selalu merepotkan Salsa kasihan Dia." Ucap Ummi dengan nada pelan.
"Ya ampun Ummi aku ini nggak pernah ngerepotin dia, cuman dia aja yang sering nawarin aku pulang bareng."Ucap Nadia membela diri.
Nah penasaran dengan kisah selanjutnya???
Yuuk simak terus Episode-episode berikutnya
JANGAN LUPA LIKE , COMENT dan VOTE -NYA YAAA🙏
__ADS_1
SUPAYA AUTHOR TAMBAH SEMANGAT 💐💪