
Sudah pukul 07: 00 pagi namun tampaknya Nadia masih saja enggan membuka mata-nya mungkin saja Ia tengah asyik merasakan indah-nya berada di alam mimpi, entah apa yang sedang di mimpikan-nya ,itu hanya Nadia yang tahu.
"Tok ...tok...tok." terdengar suara ketukan dari balik pintu.
"Nadia...Nad...bangun ini udah jam 07:00 pagi nanti kamu telat ke kampus Nak." Seru Wanita yang ada di balik pintu, sambil melirik Arloji tangan-nya
Dialah Wanita yang disapa Ummi oleh Nadia
wanita yang telah melahirkan-nya.
Ummi Safirah namanya beliau adalah sosok seorang ibu yang sangat menyayangi anak-anaknya, karena rasa sayang-nya itu Ia tidak mau anak-anaknya tumbuh menjadi anak yg pemalas dan menjadikan terlambat sebagai suatu kebiasaan.
Saat ini Ummi telah menginjak usia ke 46 tahun namun, masih saja terlihat awet mudah, tentu...
Karena beliau adalah sosok yang ramah dan selalu tersenyum. Ummi tidak seperti wanita-wanita rumah tangga di luar sana yang bekerja sebagai wanita karir yang rela meninggalkan anak-anaknya, serta kewajiban lainnya. Sangat berbeda tentunya dengan Ummi yang hanya ingin menghabiskan waktunya untuk merawat dan mengurus anak, suami, serta kewajiban lainnya.
"Hmmmmmm..." gumam Nadia yang menggeliatkan tubuh-nya
__ADS_1
"Cekleeek..." Suara gagang pintu yg di putar Ummi
"Astaghfirullah..." Ummi terlonjak kaget mendapati kamar putrinya yang menurut-nya
sangat berantakan, tampak lembaran-lembaran kertas yang berserakan di lantai.
"Ya Allah Nadia kok kamarmu berantakan banget kayak kapal pecah taunggak." Ucap Ummi dengan nadah yg sedikit keras namun masih terkesan lembut, sambil memungut kertas-kertas yang berserakan di lantai dan mengumpulkan-nya menjadi satu bagian, kemudian melangkah menuju mejah belajar Nadia dan menempatkan semua barang sesuai dengan tempat semula.
"Eh Ummiku sayang." Tutur Nadia sambil cengengesan lalu mengubah posisi baring-nya ke posisi duduk.
"Hehe...Semalam Nadia mengerjakan tugas Ummi, dosen-nya Nadia memberi tugas untuk membuat contoh naskah dalam bentuk Novel." Sambungnya masih cengengesan.
"Maaf Ummi, habis Nadia terlalu asyik nyusun naskahnya." Ucap-nya lirih merasah bersalah.
"Iya kamu udah Ummi maafkan, dan lain kali kamu itu harus lebih rapi dong, kamu kan anak perempuan harus pintar berbenah, yaaah sudah kamu mandi gih." Ucap Ummi memerintah.
Mendengar perintah Ummi, Nadia langsung berdiri dari posisi duduk-nya, mengangkat tangan kanan-nya persis posisi saat hormat di acara upacara Penaikan Bendera di hari Senin.
__ADS_1
"Siapp Bu Boss." Serunya dengan nada lantang tanpa turun dari atas ranjang.
"Hahaha...Nadia...Nadia.." Tawa Ummi sambil menggeleng-gelengkan kepala.
"Kamu itu kata-nya mau meraih mimpi, bagaimana bisa kalau bangun-nya saja harus Ummi yang menjadi Alarm." Ucap Ummi sambil berlalu pergi.
Nadia yang mendengar ucapan Ummi-nya itu dengan sigap, ia mengatakan,
"Bukanya untuk meraih mimpi Nadia harus tidur dulu yah Ummi ??? Supaya bisa mimpi."
Ucap Nadia cengengesan sambil menggaruk kepala-nya yang tidak gatal itu.
Ummi yang sudah keluar dari kamar Nadia
"Nadia...Nadia."Ucapnya dalam hati sambil tersenyum dan menggeleng-gelengkan kepala saja mendengar tuturan dari sang anak yang kalau di pikir-pikir ada benarnya juga.
Nah Penasaran dengan Kisah selanjutnya???
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE DAN VOTE. YAAA🙏
SUPAYA AUTHOR TAMBAH SEMANGAT 💐💪