Muhasabah Cinta

Muhasabah Cinta
Musibah


__ADS_3

Sekarang Namira sudah mengetahui siapa Mona. Ternyata Mona adalah Monica. Dan Namira ingin sekali memberitahu polisi bahwa Monica masih hidup. Namun, Namira merasa waktunya belum tepat. Namira ingin menyusun sebuah rencana baru agar Monica tertangkap basah.


Sementara Monica, Iya memiliki rencana lain. Monica ingin misinya tuntas. Karena Monica berfikir bahwa rencana yang iya jalani sudah setengah jalan.


"Aku harus menyelesaikan rencana ini. Bagaimana pun caranya, dendam ini harus terbayarkan. Aku tidak ingin Namira hidup bahagia. Namira harus merasakan penderitaan yang pernah Aku alami selama Aku dipenjara dulu sampai Aku mengalami kecelakaan dan terpisah dengan anakku." Pikirnya.


Monica juga tidak gegabah untuk membalaskan dendamnya. Iya menyusun rencana cantik agar tidak tercium bau-bau kecurigaan lagi.


                      ****************


Namira terlihat mondar-mandir di kamarnya. Malik yang memperhatikan Namira merasa heran.


"Kamu kenapa sayang? Kelihatan risau gitu.." Tanya Malik heran.


"Ga apa-apa sayang.." Jawab Namira.


Sayang.. sini.." Seru Malik. Namira pun menghampiri suaminya itu dan duduk di sampingnya.


"Ada apa mas?" Tanya Namira. Malik pun memegang tangan istrinya itu.


"Sayang.. Aku ini suami kamu.. Aku tau kalau kamu itu ada yang sedang dipikirkan.. cerita ke Aku.. siapa tau Aku bisa membantu.." Ujar Malik. Namira merasa bimbang dengan ucapan suaminya. Setelah dipikir-pikir apa yang dikatakan oleh suaminya itu benar. Dan Namira berfikir apakah dia harus bercerita tentang siapa Mona?


"Apa Aku harus memberitahu mas Malik ya.. tentang Mona? Tapi, kalau Aku memberitahu siapa dia nantinya akan menjadi kacau.. Lebih baik, Aku tidak memberitahunya dulu.. biar ini Aku simpan dulu." Gumamnya.


"Sayang.." Ujar Malik mengagetkan Namira.


"Oh.. iya.. ga ada apa-apa kok sayang.. Aku cuma mikir tentang kelahiran nanti.." Ucapnya.


"Oh.. jangan terlalu dipikirkan ya sayang.. kamu lahiran nanti apa kata Aku.. itu tanggung jawab Aku.." Ucap Malik. Namira pun mengangguk.


"Iya sayang.." Jawabnya.


.


.


Sementara Monica, Iya diam-diam keluar dari rumah. Namira melihat itu dan gerak-gerik Monica sangat mencurigakan. Namira juga mengikuti Monica secara diam-diam juga.


"Mau kemana perempuan itu? Iya sangat mencurigakan sekali.." Ujarnya.

__ADS_1


Namira mengikuti Monica dari belakang. Dan Monica tidak sadar bahwa dirinya sedang diikuti. Namira melihat bahwa Monica sedang menemui seseorang.


"Siapa orang itu? Aku harus lebih berhati-hati." Ujarnya. Namira melihat lebih dekat lagi. Iya ingin mendengar pembicaraan mereka lebih jelas.


"Tolong bereskan orang ini!" Perintahnya kepada seseorang. Orang itu pun menyanggupi perintah dari Monica. Dan iya langsung pergi. Sebelum Monica mengetahuinya.


"Jadi ini rencana perempuan licik itu? Aku harus bergerak cepat. Sebelum iya melakukan kejahatan lagi." Pikirnya.


.


.


Karena ga ada jadwal, Malik mengajak istrinya untuk refreshing sejenak. Iya ingin istrinya rileks dan tidak jenuh. Iya takut kalau istrinya stres. Karena ibu hamil tidak boleh stres.


"Sayang.. hari ini kita jalan yuk?" Ajak Malik.


"Emang kita mau jalan kemana?" Tanya Namira.


"Kita healing dekat-dekat aja sayang.. yang penting kamu ga jenuh.. Aku ga mau kamu sampai stres.." Ujar Malik. Namira pun mengangguk setuju.


"Iya udah deh.. ayuk kita healing." Ujar Namira.


Monica mendengarkan percakapan mereka. Lalu, Monica menghubungi seseorang yang iya temui tadi malam.


Namira tidak sengaja melihat seperti ada seseorang yang sedang mencintainya. Namira melihat ke arah pintu. Dan ternyata benar, Monica baru saja mendengarkan pembicaraan mereka. Gerak-gerik Monica terlihat sangat mencurigakan. Namira mengingat kata-kata Monica tadi malam bersama seorang misterius.


"Apa Monica akan menjalankan rencananya sekarang? Aku ga boleh lengah.. Aku harus waspada.." Pikir Namira.


"Kamu mikir apa sayang?" Tanya Malik tiba-tiba.


"Enggak kok.. Aku ga mikir apa-apa.. ya, udah.. ayok kalau kita mau jalan.." Ucap Namira.


Mereka pun pergi healing ke tempat-tempat yang dekat saja. Namira selalu waspada dengan sekitarnya. Entah apa yang telah direncanakan oleh Monica hari ini.


Tak lama kemudian, benar ternyata filing Namira. Monica sedang menjalankan aksinya. Monica telah menyuruh orang untuk mengikuti dirinya. Terlihat dari spion mobil seseorang yang mencurigakan mengikutinya.


"Sepertinya ada yang sedang mengikuti dari belakang." Gumamnya. Namira pun langsung mengarahkan kepada suaminya untuk berbelok arah.


"Sayang.. di depan ada pertigaan.. kita belok ke kiri saja ya.." Ujar Namira.

__ADS_1


"Loh.. kenapa ke kiri sayang? bukannya kita mau ke.." Belum sempat Malik bertanya, Namira langsung memotong pembicaraannya.


"Ikuti saja apa kata Aku.." Ucap Namira. Malik merasa ada yang aneh dengan sikap Namira mulai dari kemaren. Seketika Malik teringat dengan klara. Dulu Klara juga seperti itu sebelum kecelakaan itu merenggut nyawanya. Perasaan Malik mulai merasa tidak enak. Iya tidak ingin kejadian yang dulu terulang kembali. Iya tidak ingin kehilangan untuk kedua kalinya.


Malik terus mengamati Namira. Namira sesekali melihat ke arah spion. Hal ini membuat Malik bertanya-tanya. Malik melihat dari kaca mobil. Ternyata ada yang mengikuti mobilnya.


"Pantas saja istriku mengajakku untuk berbelok arah. Ternyata ada yang mengikuti dari arah belakang. Siapa orang itu? Dan kenapa Namira menjadi panik sekali?" Gumamnya.


"Sayang.. apa ada yang mengikuti kita dari belakang?" Tanya Malik. Namira hanya diam, iya tidak bisa menjawab apa-apa.


"Jujur aja sayang.. jangan takut.. ada Aku.. Aku pasti bisa membantu.. dan siapa orang itu?" Tanya Malik.


"Sebenarnya... sebenarnya.." Namira terlihat gugup.


"Jujur aja sayang.. ga perlu takut.." Ujar Malik memaksa. Namira terlebih dahulu mengambil nafas dalam-dalam kemudian mengeluarkannya.


"Dia adalah orang suruhan Monica.. kamu tau Monica kan?" Jawab Namira akhirnya.


"Monica? Bukannya dia sudah meninggal?" Tanya Malik heran.


"Enggak sayang.. Monica masih hidup.. Dan kamu tau? Monica itu ada di rumah kita selama ini.. dia menyamar sebagai Mona.." Ungkapnya.


"Apa? Lantas, apa tujuan dia seperti itu?" Tanya Malik.


"Dia ingin membalaskan dendamnya kepadaku sayang.." Jawab Namira. Tanpa sadar, orang yang mengikuti mobil mereka pun berhasil memepet mereka. Namira sangat kaget.


"Woi, turun!" Seru orang itu sembari menggedor pintu mobil Namira. Orang itu terus saja memaksa untuk mereka turun. Namira dan Malik kelihatan panik.


"Sayang.. kamu tenang ya.. dan pegangan yang kencang, Aku akan mempercepat laju mobil ini." Ucap Malik.


"Baik sayang.." Ucap Namira. Namira pun mengikuti apa yang dikatakan oleh suaminya. Orang itu pun terus saja mengejar mobil mereka. Hingga pada akhirnya orang itu tidak terlihat lagi.


Namira melihat ke arah spion dan Namira menyuruh suaminya untuk memelankan laju mobilnya.


"Sayang.. kayaknya dia sudah tidak mengikuti kita lagi. Pelan-pelan saja ya sayang.." Ujar Namira. Malik pun akhirnya memelankan laju mobilnya.


Nasib buruk menimpa mereka. Rem mobil yang di kemudi oleh mereka pun blong. Namira dan Malik sangat panik.


"Sayang.. remnya blong.." Seru Malik.

__ADS_1


"Terus bagaimana? Apa yang harus kita lakukan?" Ujar Namira panik. Mobil mereka melewati sebuah turunan jalan dan mereka juga tidak dapat mengendalikan laju mobil mereka. Dan,


Brak! Mobil mereka menabrak sebuah tiang listrik. Namira dan Malik menjadi tidak sadarkan diri.


__ADS_2