
Sekarang, Rival sudah mengetahui semuanya. Jonas bukanlah sahabat yang baik bagi papanya. Jonas telah menusuk papanya dari belakang. Dan ternyata Jonas adalah musuh besar papanya tetapi berkedok sebagai sahabat. Rival merasa sangat marah. Iya ingin sekali rasanya membongkar kebusukan Jonas di depan orang tuanya. Namun, Rival mengurungkan niatnya untuk membongkar kebusukan Jonas. Karena sekarang, waktunya kurang tepat untuk membongkar itu semua.
Selang beberapa saat, Binar pun menelfon Rival. Seperti biasa, suara Binar selalu merengek kepada Rival. Dengan manjanya, Binar merengek meminta dibelikan sesuatu kepada Rival.
"Sayang.. Aku sedih hari ini.." Rengek Binar.
"Sedih kenapa Binar?" Tanya Rival.
"Masak sih.. Aku diledekin sama teman-teman Aku.." Ujar Binar.
"Diledekin bagaimana?" Tanya Rival.
"Masak sih.. tas Aku gitu-gitu aja.. ga ada yang baru.. Sayang.. belikan Aku tas dong.. Aku malu tas Aku gitu-gitu aja.. secara kan, Aku seorang cewek sosialita.." Rengek Binar. Rival pun menghela nafas sembari menggelengkan kepala mendengar rengekan Binar yang manja.
"Ya, udah.. Aku beliin kamu tas.. sekarang juga Aku transfer kamu 10 juta.. kamu bisa beli apa aja yang kamu mau.." Ujar Rival akhirnya. Mendengar kata transfer Binar langsung girang. Ternyata calon suaminya memang benar-benar orang tajir. Sekali transfer 10 juta.
"Beneran sayang? Kamu ga bohong kan?" Tanya Binar ingin meyakinkan.
"Iya.. coba saja cek kalau ga percaya.." Jawab Rival.
"Oke, oke.." Ucap Binar. Binar pun langsung mengecek saldo rekeningnya. Dan ternyata, benar bahwa Rival sudah transfer sebesar 10 juta.
"Akhirnya.. Aku bisa juga foya-foya.. liat aja.. besok Aku akan pamer tas baru sama temen-temen Aku. Dan Aku akan traktir mereka semua.." Pikir Binar.
Sementara Rival, Rival tersenyum sinis. Kali ini iya akan menuruti kemauan Binar terlebih dahulu.
"Sekarang, kamu boleh manja Binar.. tapi nanti Aku akan mempermalukan ayahmu.. " Ujar Rival.
...****************...
Binar pun mulai pergi ke mall untuk berbelanja barang-barang branded. Tak lupa Binar juga menelfon teman-temannya untuk berkumpul. Karena Binar akan memamerkan barang branded miliknya yang baru.
__ADS_1
"Hai.. semuanya.. sudah lama ya.. nungguin?" Ucap Binar.
"Eh.. Binar.. enggak kok.. baru saja kami datang.. Habis darimana kamu?" Tanya temannya.
"Biasalah.. Aku habis shoping.." Jawab Binar.
"Oh iya? Kamu habis belanja?" Tanya temannya.
"Iya dong.. Aku habis berbelanja tas branded.." Ucap Binar sembari memamerkan tasnya. Teman-temannya pada melongo melihat tas branded milik Binar yang baru saja dibeli.
"Ya, ampun.. ini kan tas mahal Binar.." Ucap temennya.
"Ya, iyalah.. siapa juga yang bilang ini adalah tas murah? Ini adalah tas mahal.. Aku kan sudah bilang.. kalau tunangan Aku orang yang tajir melintir.. Nih, ya.. Aku kasih tau sama kalian, sekali transfer itu tunangan Aku 10 juta.." Ungkap Binar dan membuat semua teman-temannya melongo.
"Benarkah?" Tanya teman-temannya tidak yakin.
"Ya, iyalah.. sekarang nih ya.. kalian boleh pesan makanan sepuas kalian.. biar Aku yang bayar.." Ujar Binar dengan sombongnya.
"Ya, elah.. ya bener dong.. emangnya Aku bohong?" Sungut Binar.
Mereka pun memesan makanan sesuai keinginan mereka. Binar pun tersenyum mengejek melihat teman-temannya yang lahap makannya.
Dan setelah selesai makan Binar pun menanyakan total semua makanan yang ada di meja mereka. Dan Binar pun membayar semua pesanan makanan mereka. Semua teman-temannya Binar lagi-lagi dibuat melongo oleh Binar.
Mereka berfikir bahwa Binar sangat beruntung memiliki tunangan seperti Rival. Baru saja menjadi tunangan sudah di transfer 10 juta. Bagaimana nanti kalau sudah menikah? Pasti Binar akan dikasih lebih dari itu. Binar dengan sombongnya bercerita tentang pemberian Rival kepada Binar. Mereka pun menggelengkan kepala karena merasa takjub.
"Wow.. amazing banget kamu Binar.." Puji teman-temannya.
...****************...
Hari yang telah ditunggu-tunggu pun sudah tiba. Binar sangat bahagia karena Sebentar lagi Rival akan menjadi suami Binar. Binar merasa orang paling beruntung. Karena Binar akan menikah dengan laki-laki kaya. Binar juga penasaran karena Rival akan memberikan sebuah kejutan. Binar sudah membayangkan kalau kejutan yang akan diberikan Rival itu adalah hal yang sangat romantis.
__ADS_1
"Jadi ga sabar nunggu suami Aku datang.. Kira-kira kejutan apa ya? Jangan-jangan Rival mau memberi Aku sebuah hadiah yang spesial.. oh my god.. romantis banget sih suami Aku.." Gumamnya dalam hati. Binar terlihat senyum-senyum sendiri. Sehingga perias pengantin yang merias Binar pun merasa aneh melihat Binar.
Dan tak lama, Binar telah selesai dirias. Dan Binar pun dipakaikan baju pengantin bak seorang princess, Binar sangat menyukai gaun itu. Selain bagus, gaun tersebut merupakan pilihan iya sendiri dan gaun itu juga terbilang cukup mahal. Dan Binar pun tidak henti-hentinya melihat di depan cermin. Binar tampak memuji dirinya sendiri. Karena iya begitu cantik. Dan yang lebih membuat iya suka adalah sebuah mahkota bak seperti seorang ratu yang terpasang di kepalanya.
Tak lama, Ayah Binar pun datang. Jonas sangat pangling melihat putrinya itu. Karena Binar memang terlihat sangat cantik hari itu.
"Anak papa cantik sekali.." Puji Jonas.
"Terimakasih pa.." Ucap Binar.
"Kamu sudah siap?" Tanya Jonas.
"Sudah dong pa.. Aku sudah siap.." Jawabnya. Jonas pun menyuruh Binar untuk segera turun. Karena calon suaminya alias Rival sudah datang. Mendengar Rival sudah datang, Binar menjadi sangat bahagia. Binar pun mengangguk dan akan segera turun.
Binar pun mulai menuruni anak tangga satu persatu. Dengan didampingi oleh para perias pengantin. Sembari mereka membantu memegangi gaun Binar yang panjang. Semua tamu undangan takjub melihat kecantikan sang pengantin. Terlebih lagi dengan Marta dan iya pun langsung menghampiri Binar dan dan membantu mengangkat gaun panjang sang pengantin. Marta tampak memuji kecantikan Binar.
Binar pun dan Rival pun sudah saling berhadapan. Dan mereka pun berjalan di atas karpet merah menuju depan pendeta. Binar tampak bahagia. Karena tinggal menunggu sesaat, Rival akan menjadi miliknya seutuhnya.
Sebelum acara dimulai, Rival terlebih dahulu mengumumkan sesuatu di depan tamu undangan dan tak lupa juga disaksikan oleh papa dan mamanya serta Jonas.
"Perhatian semuanya.. Hari ini adalah hari yang sangat bahagia dalam hidup saya.. Dan kebahagiaan ini juga dirasakan oleh papa dan mama saya.. serta semua tamu yang hadir disini.. Saya juga sangat berterimakasih kepada calon istri saya dan juga calon mertua saya.. Kalian sangat baik, bahkan kebaikan kalian tidak terhitungkan.. Dan hari ini ada sesuatu yang ingin saya sampaikan kepada semuanya.." Ucap Rival. Binar dan Jonas tampak tersenyum.
Dan Rival pun mulai berbicara satu persatu. Dan yang terakhir, Semua tamu undangan bahkan mama dan papa Rival tampak terkejut dengan apa yang ditunjukkan oleh Rival. Bahkan Jonas dan Binar pun tampak terkejut. Rival membuka kelicikan Jonas terhadap papanya selama ini. Iya telah menipu Helsen secara mentah-mentah. Dan setelah itu, Iya pun segera menghampiri kedua orang tuanya.
"Seperti ini kah menantu dan besan yang mama dan papa inginkan?" Tanya Rival. Mendengar hal ini Helsen sangat marah. Raut wajahnya terlihat seram. Iya pun berjalan mendekati Jonas. Jonas tampak gugup dengan tatapan Helsen yang tajam.
"Aku tidak menyangka kalau kamu akan berbuat seperti itu. Ternyata orang yang Aku anggap sebagai sahabat selama ini adalah musuh dalam selimut!" Ujar Helsen.
"Maafin Aku mas.. Aku khilaf!" Ujar Jonas.
"Mulai sekarang.. ga ada yang namanya persahabatan di antara kita.. Dan mulai sekarang ga ada lagi yang namanya besan.. Pernikahan ini batal. Ingat! kami ataupun Rival tidak ada lagi hubungannya dengan kalian!" Ucap Helsen. Binar tampak terkejut mendengat kenyataan ini. Sedangkan Rival, iya merasa senang. Dan Rival merasa dirinya seperti sudah bebas dalam penjara.
__ADS_1
Dan sekarang, iya terbebas dari Binar dan keluarganya yang selalu mendesak dirinya.