Muhasabah Cinta

Muhasabah Cinta
Episode 11


__ADS_3

"Gua pulang dulu yah, kalian di sini saja kan hari ini ada kelas."Ucap David lalu melepas rangkulan tangannya.


"Tapi Dav..."Ucap Rasyid


"Dav kita pasti bisa membujuk Mr.Joy."Sambung Viky meyakinkan, dan diberi anggukan oleh Rasyid seolah ia membenarkan ucapan Viky.


"Itu udah nggak mungkin gua udah dapat surat DO-nya, lagi pula gua masih bisa kok lanjutin pendidikan gua di Indonesia."Ucap David dengan tatapan senduh, kini dirinya benar-benar jauh dari sikap es balok-nya itu bagaimana tidak jika saat ini seorang David benar-benar meratapi nasibnya.


"Ya udah kamu pulang gih, nenangin diri dulu sana."Ucap Viky menepuk pundak temannya.


"Yah berhati-hati di jalan jangan laju (Hati-hati di jalan jangan ngebut-ngebutan)"Tambah Rasyid menasehati David agar tidak melajukan mobil dengan kecepatan tinggi di saat dirinya sedang merasah frustasi.


"Ok Gua pulang ya by..."Ucap David seraya menepuk kedua bahu teman-nya secara bersamaan kemudian ia berlalu pergi kembali dengan muka datar-nya.


"Hati-hati Bro." Seru Viky dan Rasyid bersamaan, setelah melihat langkah David yang sudah menjauh, mereka lalu memutuskan untuk masuk kembali ke dalam kelas meski wajah keduanya tidak begitu bersahabat karena kini mereka benar-benar tampak lesu tak bersemangat lagi.


Sementara David yang sudah ada di luar kampus kembali menatapi kampus besar itu di tatap-nya setiap jangkah seolah dirinya benar-benar tak siap untuk pergi dari sana.


Puas menatapi kampus itu ia lalu berjalan mendekati parkiran di mana Lamborghini Black White miliknya tengah parkir di sana, dengan sigap ia masuk dan memanaskan mesin mobilnya.

__ADS_1


"Drrruuuuuuummm..."Suara mesin mobil yang telah di nyalakan.


Dari kejauhan tampak wanita sedang terduduk lesu dengan linangan air mata yang membasahi pipinya, dengan cepat ia mengangkat kepalanya saat mendengar suara deruman mobil yang sepertinya tak asing baginya, benar saja di sana ada Lamborghini milik David yang tengah bersiap-siap untuk pulang.


"David..."Lirih Chelsea kemudian bangkit dari duduk-nya dan segera berlari mendekat ke arah mobil itu.


"David...David...pok...pok...Buka pintu, jangan pergi (Buka pintunya jangan pergi dulu)" Ucap Chelsea dengan suara lantang seraya menepuk jendelah mobil milik David.


Sementara di dalam sana David yang sedang duduk anteng mengarahkan mobilnya agar segera keluar dari lingkungan parkir ia tak terlalu mengubris apa saja yang di katakan Chelsea, sadar dengan posisi-nya yang sudah berada di luar area parkir dengan cepat ia menginjak pedal gas yang sedari tadi ada di bawa kaki-nya.


Chelsea yang tak bisa lagi mempertahankan posisinya kini telah jatuh tersungkur bulir-bulir air mata kian membasahi pipinya tampak banyak orang yang memperhatikan dirinya terutama para wanita yang menggilai David tak terkecuali Lusi, ia hanya tersenyum kecut mendapati Chelsea yang benar-benar tak berdaya.


Tak berapa lama berselang Lamborghini milik David kini telah membelah jalan suara deruman mobil-nya menuntun dirinya melewati hiruk pikuk perkotaan untuk segerah sampai ke apartemen miliknya.


Sementara dari dalam sana kini wajah dingin dan datar itu terpancar lagi dari wajahnya ia benar-benar kesal dengan sikap yang di tujukan Chelsea padanya.


"Heh...Arrrggghhh...Kenapa Gua harus di pertemukan dengan gadis se-egois Chelsea."Geramnya dengan memukul stir mobil miliknya.


"Apa yang harus gua katakan sama Bunda dan Ayah, apa gua harus jujur atau berbohong." Tanyanya pada diri sendiri.

__ADS_1


Tak berselang lama kini mobil Lamborghini miliknya telah terhenti di depan bengunan megah yang menjulang tinggi, tak mau menunggu lama ia segera turun dari atas mobil kemudian melangkah mendekati pintu masuk,lalu masuk ke dalam lift Elevator ia kemudian menuntun jari telunjuk kanannya untuk menekan angka ke 10 .


Sampai di lantai pilihannya ia segera keluar dari dalam Elevator menuntun kakinya berjalan menuju kamar mewah miliknya, setelah berada di pintu depan kamar-nya ia lalu menekan sandi yang dapat membuka pintu kamarnya.


"You password is correct, please enter (Sandi anda benar, silahkan masuk )" Suara wanita dari balik Speaker sandi yang terpasang tepat di dinding samping pintu masuk.


Ceklek...Suara gagang pintu yang di putar.


Tanpa menunggu lama ia segera berjalan masuk ke dalam kamar yang bernuansa Black White namun di variasikan juga dengan warna abu-abu dan beberapa warna kesukaannya.


Segera ia melemparkan Ransel hitam miliknya pada sofa empuk abu-abu yang berada tepat di depannya, tanpa membuka sepatu segera ia menjatuhkan diri di atas Spring Bed king size variasi abu-abu hitam yang di padukan dengan warna crem.


"Huuuuuuuuff."Menghembus nafas-nya kasar.


Tak lama berselang ia pun terlelap dan akhirnya tertidur pulas, masalahnya kali ini benar-benar membuatnya lelah hingga wajahnya yang kini tengah tertidur tampak menunjukan aurah kelelahan yang sangat.


TINGGALKAN LIKE, COMENT, dan RATE


TRIMAH KASIH UNTUK TEMAN" YANG SUDAH SEMPAT MEMBACA NOVEL KARANGAN SAYA🙏💐

__ADS_1


__ADS_2