Muhasabah Cinta

Muhasabah Cinta
Hari pernikahan


__ADS_3

Sebelum hari pernikahan tiba, Namira dan Malik pun kompak mempersiapkan segala sesuatunya. Mulai dari baju pengantin, MUA, dekorasi serta wedding organizer. Tak lupa juga mereka telah memesan surat undangan pernikahan untuk mereka yang ingin diundang. Seminggu menjelang pernikahan, persiapan pun telah selesai. Dan Namira pun segera menemui Rival.


"Ada apa Namira?" Tanya Rival.


"Kak.. Aku cuma mau ngasih ini sama kakak.. kakak datang ya?" Pinta Namira. Rival pun meraih undangan tersebut. Kemudian, Rival membukanya. Dan membaca surat undangan itu.


Rival pun tersenyum setelah membaca surat undangan itu. Dan Iya pun mengangguk dan mengiyakannya.


"Iya Namira.. Aku pasti datang.. terimakasih ya.. kamu sudah mengundang Aku.." Ujar Rival. Namira pun mengangguk samar.


"Iya kak.. sama-sama.. ya, sudah kalau begitu Aku pamit dulu ya.." Ucap Namira.


.


.


.


Mereka tidak menyadari bahwa Monica telah memantau mereka. Monica terlihat sangat marah dan tidak suka ketika mendengar Namira ingin menikah.


"Jangan senang dulu kamu Namira.. Aku tidak akan membiarkan kamu hidup bahagia dengan siapapun. Aku akan menghancurkan pernikahan mu. Karena kamu telah menghancurkan pernikahan anakku! Aku bersumpah akan membuatmu celaka.." Ucap Monica dengan sumpahnya.


...****************...


Hari yang ditunggu-tunggu telah tiba. Namira pun telah dirias oleh sang perias. Setelah selesai, Namira pun dihadapkan ke cermin. Namira sangat terkejut melihat wajahnya sendiri. Namira tidak percaya bahwa itu dirinya. Tapi, ada kesedihan dalam hatinya. Karena pernikahannya ini adalah atas perjodohan orang tuanya. Bukan dengan orang yang dicintainya. Tapi, Namira tetap pasrah. Iya berfikir mungkin ini adalah jalan yang terbaik. Dan mungkin Malik adalah suami yang Allah takdirkan untuknya. Lambat laun, seiring berjalannya waktu Namira akan bisa mencintai Malik sebagai suaminya. Tak lupa kalimat bismillah pun diucapkan oleh Namira.


Namira pun telah selesai dirias. Dan Hanifah serta Kayla pun menjemput Namira. Dan mengkonfirmasikan bahwa pengantin laki-laki sudah datang. Namira pun menganggukkan kepala.


Hanifah dan Kayla mendampingi Binar untuk berjalan menuju samping sang calon suami. Dan ijab kabul pun segera dimulai. Pak penghulu pun sudah mengulurkan tangannya kepada Malik. Dan Malik pun menerima uluran tangan penghulu.

__ADS_1


Pak penghulu pun menuntun kalimat ijab kabul agar Malik lancar membacanya ijab kabul. Dan ternyata semua sesuai keinginan. Ijab kabul telah selesai diucapkan oleh Malik dengan lancar. Dan semuanya mengucap rasa syukur. Sekarang Namira pun telah sah menjadi istri Malik.


Sementara Rival, hanya tersenyum saja. Tidak terasa air matanya jatuh. Perasaannya campur aduk antara haru dan sedih. Rival berharap, semoga Namira bahagia dengan suaminya saat ini.


...****************...


Sementara Monica, iya memantau dari jauh pernikahan Namira. iya pun tersenyum sinis melihat kebahagiaan mereka.


"Sekarang kalian boleh bersenang-senang di atas penderitaan anakku. Tapi, sebentar lagi, kamu akan tamat Namira.." Sumpahnya. Monica pun menyelinap masuk ke dalam pesta itu. Iya menyamar sebagai pelayan.


.


.


.


Namira dan Malik sudah sah menjadi suami istri. Para tamu undangan pun bergantian bersalaman dengan kedua mempelai. Begitu juga dengan Rival. Rival beserta keluarganya pun ikut bersalaman dan mengucapkan selamat kepada kedua mempelai.


"Terimakasih tante.. atas doanya.." Ucap Namira kepada Marta. Kemudian, Marta pun bersalaman kepada mempelai pria.


"Nak.. sekarang kamu sudah menjadi suaminya Namira.. nak.. titip Namira ya.. tolong jaga Namira.. jangan kamu sakiti Namira.. Namira itu sudah seperti anak saya sendiri.." Ucap Marta. Malik pun mengangguk dan menjawab.


"Iya tante.. terimakasih..." Ucap Malik.


Kemudian Helsen juga memberikan selamat kepada Namira. Dan Helsen pun berbisik di telinga Namira.


"Namira.. selamat ya.. selamat menempuh hidup baru.." Ucap Helsen. Namira pun tersenyum.


"Terimakasih om.." Ucap Namira. Kemudian, Helsen pun membisikkan sesuatu di telinga Namira.

__ADS_1


"Ingat! Sekarang kamu sudah menikah, jangan pernah lagi kamu berhubungan apalagi berniat mendekati anak saya Rival. Paham kamu?" Ucap Helsen. Namira pun hanya mengangguk dan berkata iya.


"Iya om.." Ucapnya mengangguk. Kemudian Helsen pun bersalaman dengan pengantin pria.


Dan giliran Nadia untuk memberikan selamat kepada Namira juga memberikan selamat kepada mempelai pria.


Sekarang tiba giliran Rival untuk memberikan selamat kepada kedua mempelai. Dan Namira pun tersenyum tidak menentu kepada Rival. Rival juga membalas senyuman Namira.


"Selamat menempuh hidup yang baru ya dek? Aku akan selalu mendoakan yang terbaik buat kamu. Namira.. Semoga kamu selalu bahagia dengan hidupmu yang sekarang.. sampai kapanpun Aku akan selalu mendukung mu.." Ucap Rival tulus. Hati Namira merasa terenyuh dengan kata-kata Rival.


"Terimakasih kak.. selalu mendukung Aku.. Aku minta maaf kalau Aku membuat kakak kecewa.." Ucap Namira.


"Jangan berbicara seperti itu.. ini bukan salah kamu, tapi ini sudah menjadi ketetapan." Jawab Rival. Dan Rival pun juga bersalaman kepada Malik. Rival berpesan sesuatu kepadanya.


"Aku titip adikku Namira ya.. tolong jaga dia baik-baik.. Jangan pernah kamu menyakitinya. kalau sampai saya mendengar kamu menyakiti Namira.. Kamu akan berhadapan dengan saya.." Ucap Rival mengingatkan.


"Baik kak.. saya selalu ingat pesan kakak.." Jawab Malik.


Dan Rival pun berbalik ke tempat duduk semula. Rival hanya bisa memandangi Namira dari tempat duduknya. Kemudian, Rival pun menelfon seseorang. Dan Rival akan segera pergi ke airport untuk menyelesaikan urusannya.


Rival pun pamit kepada Ayah dan Ibu Namira. Entah kenapa Rival merasa berat untuk meninggalkan Namira. Sebelum Rival pergi, terlebih dahulu Rival memandang Namira. Rival pun tersenyum dan melambaikan tangan kepada Namira.


Namira juga melambaikan tangan kepada Rival. Entah kenapa Namira merasa sedih ketika Rival mau pergi.


...****************...


Sementara Monica, Monica dari tadi menunggu kepergian Rival. Dan Monica pun dapat menjalankan aksinya. Monica pun mulai beraksi. Iya pergi ke ruang dapur dan Monica memotong selang gas dengan cepat. Setelah itu Monica pun pergi jauh dari tempat itu. Lalu Monica menyalakan korek api dan melempar ke dapur.


Alhasil, api pun langsung menyambar. Dan merambat ke tabung gas. Sementara sang pengantin dan para tamu undangan pum tidak menyadari adanya kebakaran. Selang beberapa saat asap pun mulai bermunculan. Semua orang yang ada di situ mengalami batuk-batuk dan sesak nafas. Begitu juga dengan Namira. Iya juga batuk karena asap.

__ADS_1


Semuanya heran, kenapa bisa ada asap sebanyak itu. Dan tak lama, ada orang yang berteriak kebakaran.


Semua para tamu undangan pun berlarian keluar. Mereka menyelamatkan diri mereka. Sedangkan Namira dan yang lain pun bingung. Ayah dan Ibu Namira serta Kayla pun juga berlari keluar. Namira pun juga ingin berlari. Tapi, sayangnya, api merambat begitu cepat. Sehingga Namira pun terjebak di dalamnya. Namira tidak bisa keluar dari tempat itu. Karena api telah mengepungnya.


__ADS_2