Muhasabah Cinta

Muhasabah Cinta
Ga boleh masuk kerja


__ADS_3

Rival pun tersenyum dengan jawaban Namira. Dan Rival hanya dapat menundukkan kepala. Kemudian, Rival pun berkata.


"Baiklah Namira.. Jika itu memang keputusanmu.. Aku hargai kamu.. Tapi, asal kamu tau, Aku akan tetap mencintai kamu Namira.. Meskipun kita tidak akan bisa bersama.." Ujar Rival jujur. Namira pun menatap Rival dengan pertanyaan.


"Sampai kapan kakak akan mencintai ku.." Tanya Namira.


"Sampai hati ini tidak lagi mampu mencintai kamu.. Sampai hati ini, ada yang mampu menggantikan kamu.." Jawab Rival.


"Meskipun Aku sudah menikah nanti, bagaimana jika kakak tidak bisa move on?" Tanya Namira.


"Aku akan menjadi mencintai kamu dari hati Aku.. Dan Aku akan selalu mendukungmu Namira.." Ujar Rival. Namira pun tersenyum dan mengucapkan sesuatu kepada Rival.


"Terimakasih kak.. kakak sudah mau mencintai Aku..." Ucap Namira. Mereka pun saling menatap satu sama lain. Dengan tatapan penuh arti.


"Kak.. ini sudah malam.. dan Aku ga mau kakak sakti lagi.. ingat, kakak harus tetap semangat.. meskipun kita ga bisa bersama.. Aku selalu akan mendukung kakak dari hati.." Ucap Namira. Dan mereka pun melakukan perpisahan. Dengan melepas genggaman tangan Rival secara perlahan dan semakin jauh.


Rival memandang Namira dari belakang. Namira sempat terhenti langkahnya dan sedikit menoleh kebelakang. Tidak terasa, air mata itu jatuh kembali. Sungguh sulit untuk melupakan cinta sejati. Tidak terasa air mata Namira pun terjatuh. Dan Namira segera mengusap air mata itu. Kemudian, iya pun langsung pergi.


Begitu juga dengan Rival, iya merasa berat rasanya melepas Namira untuk orang lain. Tapi, iya tidak boleh egois. Iya harus berfikir realistis. Bahwa Namira dengan dirinya itu berbeda. Setelah Namira tidak lagi terlihat, Rival pun pergi. Iya langsung pulang ke rumahnya.


...****************...


Sesampainya di rumah, Kayla memergoki Namira yang dari luar. Kayla melihat raut wajah Namira sulit ditebak. Dan Kayla pun bertanya kepada Namira.


"Kakak darimana?" Tanya Kayla.


"Kakak cuma dari luar aja kok dek.. suntuk rasanya dalam rumah terus.." Jawab Namira. Dan Namira pun langsung masuk ke kamarnya.


Kayla berfikir ada yang aneh dengan kakaknya. Kayla bertanya-tanya, ada apa dengan kakaknya itu. Tapi, dalam kondisi seperti ini, Kayla tidak berani bertanya. Kayla membiarkan kakaknya sendiri dulu. Mungkin Iya sedang butuh ketenangan.


.


.


.

__ADS_1


Sementara Rival, Rival juga kepergok oleh Nadia. Bahwa Rival sedang dari luar. Nadia pun bertanya kepada Rival.


"Kak Rival darimana?" Tanya Nadia.


"Ga dari mana-mana kok dek.. Oh iya.. ada yang ingin kakak bicarakan sama kamu.." Ucap Rival.


"Kakak mau bicara apa?" Tanya Nadia penasaran.


"Nadia.. mulai sekarang, Nadia ga perlu lagi capek-capek membantu kakak untuk bersatu dengan Namira ya?" Ujar Rival. Nadia pun menjadi heran dengan kakaknya itu.


"Loh, emangnya kenapa kak?" Tanya Nadia.


"Ga apa-apa dek.. cuma kakak mau kamu tidak terlalu ikut campur ya.." Ujar Rival.


"Maafin Aku kak.. kalau Aku terlalu ikut campur urusan kakak.. tapi, Aku lakukan ini, karena Aku peduli. sama kakak.. Aku hanya ingin kakak bahagia.. itu saja.. Emang kenapa sih kak? Bukannya kakak sangat mencintai Namira?" Tanya Nadia.


"Iya dek.. benar.. kakak memang mencintai Namira.. tapi, cinta itu tidak harus memiliki.. ingat, kakak dengan Namira sangat berbeda.. Dan kami ga akan mungkin bisa bersatu.. kakak cukup mencintai Namira dalam hati. Cukup mendukung dia.. Lagian, Namira itu sudah punya tunangan.. sebentar lagi mereka akan menikah.." Ucap Rival. Nadia pun tertunduk. Dan berkata.


"Iya kak.. Aku paham sekarang.. Maaf ya kak.. kalau selama ini, Aku terlalu ikut campur urusan kakak.. Aku janji, akan selalu mendukung keputusan kakak.." Ujar Nadia. Rival pun tersenyum dan mengacak-acak rambut Nadia. Kemudian, Rival pun langsung masuk kamar.


...****************...


Keesokan harinya, Namira sudah bangun lebih awal. Karena iya harus berangkat ke kantor dan ga boleh telat. Namira sangat semangat untuk memulai kerja hari ini.


Setelah selesai siap-siap, Namira langsung menuju meja makan. Dan siap untuk sarapan pagi. Ditengah-tengah sarapan, Abdullah pun berbicara kepada Namira.


"Namira, hari ini kamu jangan masuk kantor dulu ya.." Ujar Abdullah.


"Loh.. kenapa yah? Hari ini Aku ada rapat kantor yah.. masa Aku ga boleh masuk?" Tanya Namira.


"Namira, ini adalah lebih penting dari kerjaan kamu.. Karena hari ini Malik dan keluarganya akan datang kesini untuk membicarakan soal pernikahan kalian.." Ujar Ayah Namira.


"Ya, tapi kan kalau masalah bahas seperti itu bisa diwakili sama ayah kan.. ga perlu minta keputusan dari Aku.. lagian meskipun begitu pada ujungnya akan tetap harus sama dengan keputusan Ayah.. iya kan?" Ujar Namira.


"Namira.. tapi kalau ada kamu suasananya lebih beda.. Hargailah tamu itu Namira.." Ucap Ayahnya.

__ADS_1


"Tapi yah.." Ucap Namira keberatan.


"Sudah cukup ga ada tapi-tapian.. pokoknya kamu harus nurut apa kata Ayah.." Ujar Abdullah. Namira pun menghela nafas. Dan hanya bisa pasrah dengan keputusan ayahnya.


Kemudian, Namira pun menelfon atasannya untuk meminta ijin satu hari tidak masuk kantor. Dan untungnya, atasan Namira dapat memahami.


Namira merasa bete dengan sikap Ayahnya itu. Apa-apa harus diatur oleh sang ayah.. Kayla yang melihat raut wajah kakaknya yang terlihat sangat bete, pun mengerti.


.


.


.


Kayla pun menghampiri kakaknya. Dan Kayla memberikan semangat sama kakaknya.


"Kak, yang sabar ya.. maklumi sikap ayah ya kak.. Ayah memang suka gitu.. Aku aja kesel dengarnya.." Ujar Kayla. dengan wajah cemberut. Namira pun tersenyum geli melihat adiknya yang cemberut.


"Kamu lucu kalau lagi cemberut dek.. kakak melihat kamu sangat gemas.." Ucap Namira.


"Ih.. apaan sih kak?" Ujar Kayla.


"Iya beneran kamu lucu dek.. kamu begini aja sudah menghibur kakak loh.." Ucap Namira.


Tak lama, keluarga Malik pun datang. Malik juga ikut. Namira masih menyambut baik mereka. Namira pun mempersilahkan mereka untuk duduk. Dan Namira pun memanggil Ayah dan Ibunya.


Mereka pun mulai membahas pernikahan. Dan mereka meminta persetujuan keduanya. Namira dan Malik hanya terserah saja. Karena percuma saja meskipun menolak mereka akan membantah.


"Pernikahan kalian bulan depan.. bagaimana menurut kalian?" Ujar Imam.


"Ya, terserah lah.. Aku ngikut aja.." Jawab Namira dan Malik serentak. Mereka pun senang, karena Namira dan Malik tidak lagi membantah.


"Ok.. berarti, kalian besok harus mempersiapkan sendiri persiapannya. Mulai dari wedding, dekorasi, serta surat undangan.. jangan lupa.. kamu undang Rival dan keluarganya.." Ucap Abdullah.


"Baiklah pa.." Ucap Malik.

__ADS_1


"Tapi, nunggu Aku pulang kerja dulu ya.. kan sekarang udah ga masuk.. mana Aku ijinnya cuma satu hari.." Ucap Namira. Mereka pun mengangguk. Mengiyakan kata Namira.


__ADS_2