Muhasabah Cinta

Muhasabah Cinta
Meminta Restu dan tertangkapnya Binar


__ADS_3

"Iya.. aku juga suka kamu Rival.." Jawab Rita secara perlahan sembari menunjukkan wajahnya. Rival tercengang mendengar Jawaban Rita. Rival juga tidak percaya bahwa Rita juga menyukainya.


"Benarkah apa yang kamu katakan Rita?" Tanya Rival memastikan. Rita mengangguk pelan. Rival merasa senang dan bahagia. Tanpa berfikir panjang lagi Rival langsung memeluk Rita. Rita membalas pelukan Rival.


.


.


"Sekarang kan kita sudah tau tentang perasaan kita masing-masing.. Tinggal kita minta restu dari orang tua kita.. Mudah-mudahan mereka tetap merestui kita.." Ujarnya. Rita mengangguk dan berharap yang sama dengan Rival.


                     *************


Dalam suasana malam yang hening. Rival berencana untuk meminta restu kepada mama dan papanya untuk melamar Rita. Rival memiliki cara tersendiri untuk melamar Rita.


Rival mengajak keluarganya makan malam di sebuah restoran. Tak terkecuali Rita juga harus ikut ke acara makan malam itu.


"Rival.. tumben kamu mengajak kami makan malam di restoran? Biasanya kan paling mager.." Nadia juga ikut berceloteh.


"Tau nih kak Rival.. tumben-tumbenan.. hem.. pasti ada maunya.. iya kan? Hayo.. ngaku.." Ledek Nadia.


"Apaan sih.. diem lu bocil!" Ucap Rendra. Nadia juga heran. Biasanya kalau sama Rita paling anti. Tapi kenapa Rita ikut juga.


"Lah.. terus? Kenapa Rita ikut juga? Hem.. katanya paling anti sama Rita.. tapi kenapa diwajibkan ikut ya? Ada apa nih? Jangan.. jangan.." Ledek Nadia lagi. Dengan sedikit kesal, Rival pun menjewer telinga Nadia. Sehingga Nadia menjerit sakit.


"Dasar bocil.. tukang kepo ya.." Ucapnya sembari menjewer telinga Nadia.


"Argh.. iya, iya. Ampun, ampun kak.. lepasin telinga Aku.. sakit tau.." Jeritnya sambil memegangi telinganya yang ditarik oleh Rival.


"Rival... sudah.. kamu itu ga bisa mengalah ya," Tegur Marta.


"Kalian itu sudah dewasa.. masak iya, masih seperti kucing dan tikus?" Tegur Helsen juga.


"Habisnya.. Nadia duluan ma.."


"Ih.. apaan sih, kak Rival dulu nih yang jewer telingaku.. sakit tau.."

__ADS_1


"Ya, habisnya kamu dulu.. yang ledekin kakak.." Rival tidak mau mengalah.


Marta dan Helsen hanya menggelengkan kepala melihat kelakuan kedua kakak beradik itu.


...****************...


Sesampainya di restoran, Helsen dan keluarganya tercengang melihat keindahan restoran tersebut. Tak terkecuali Nadia. Nadia sangat terpesona dengan dekor yang ada di restoran itu.


Rival sengaja menyewa restoran tersebut. Restoran ini untuk Rival melamar Rita.


.


.


Suasana makan malam sangat hening. Ditengah-tengah heningnya makan malam, Rival berdiri dari tempat duduknya. Iya meminta perhatian keluarganya. Tiba-tiba saja Rival menghampiri kedua orang tuanya. Dan juga adik tengil kesayangannya si Nadia.


Rival meminta restu mereka. Rival mengatakan bahwa Rival sedang jatuh cinta sama seorang perempuan.


"Ma..pa.. kali ini Rival ingin berkata jujur sama mama dan papa.. dan juga kamu Nadia.." Rival berhenti berucap sejenak dan melanjutkan lagi kata-katanya.


"Jatuh cinta?" Marta terkejut.


"Iya.. Rival jatuh cinta.. dan Rival ingin meminta restu dari kalian semua.. kali ini Rival ingin melamarnya secara langsung.." Nadia memajukan bibir bawahnya. Iya meledek Rival kembali.


"Hem.. bener kan, dugaan Aku.. pasti ada maunya!" Rival menunduk mendengar ledekan dari Nadia.


"Nadia.. kamu bisa kan, dengerin kakak kamu dulu?" Tegur Helsen.


"Nadia menunduk." Rival kemudian berjalan menghampiri Rita. Iya berjalan mendekat ke arah Rita. Rival pun menarik tangan Rita. sehingga Rita terbangun dari tempat duduknya. Rival berkata.


"Kalian tau kan, wanita yang ada di sampingku? Dia adalah wanita yang Aku suka.. Rita berhasil membuat Aku move on dari masa laluku. Makanya Aku ingin meminta restu dari kalian. Aku ingin melamar Rita.. Aku ingin menikahinya.." Ungkapnya. Helsen, Marta dan Nadia dibuat melongo dengan ucapan Rival.


"Apa benar dengan ucapan kamu Rival?" Marta memastikan. Rival mengangguk dan berkata.


"Iya.. benar ma.. Dan Aku serius dengan ini.." Ucapnya jujur. Helsen dan Marta serta Nadia tersenyum senang mendengar ini.

__ADS_1


"Ma.. pa.. Nadia.. Aku minta restu dari kalian.." Ucapnya lagi. Marta berdiri dan menghampiri Rival dan Rita. Marta berkata mewakili Helsen dan Nadia.


"Rival, mama dan papa serta Nadia.. sudah merestui. Sekarang keputusannya hanya ada pada Rita saja.. dia bersedia atau tidak menjadi pasangan kamu?" Rival bertanya kepada Rita tentang kesediannya.


"Rita.. apa kamu bersedia menjadi pendampingku?" Tanya Rival serius sembari menatap Rita. Rita tersenyum dan sedikit mengangguk. Seraya berkata


"Iya Aku bersedia.. Sekarang, tergantung Mama dan papa Aku.. bagaimana menurut mereka. Semoga saja mereka juga merestui." Rita merasa takut kalau orang tuanya tidak merestui mereka. Rival tersenyum dengan jawaban Rita.


Tak lama, kedua orang tua Rita datang dan menghampiri mereka. Siap sangka kalau mereka akan datang di acara ini. Dan ternyata, yang mengundang mereka adalah Rival. Ternyata Rival sudah lebih dulu meminta restu mereka tanpa sepengetahuan Rita.


"Jangan khawatir Rita.. kalau kamu suka.. kita juga suka.. kalau kamu memang bersedia menjadi istri Rival, kita akan merestui kamu dan Rival.. asalkan kalian seiman saja.." Ujar Ibu Rita.


"Mama, dan papa tau darimana?" Tanya Rita heran. Mereka menceritakan bahwa Rival yang sudah mengundang mereka. Dan meminta restu mereka terlebih dahulu.


"Jadi semua ini?" Rita masih tak percaya.


"Iya Rita.. Rival sudah lebih dulu meminta restu kami.. Dan kami tidak berani mengambil keputusan.. semua tergantung dengan kamu sendiri.. mama dan papa hanya bisa mendukung keputusanmu.


" Jadi, mama sama papa sudah merestui kami?" Rita masih tidak percaya. Mama dan papa Rita menjawab dengan anggukan.


"Terimakasih.. ma, terimakasih pa.. sudah merestui kita berdua.. puji tuhan.." Ucap Rita terharu.


Dari balik itu semua, ada seseorang yang tidak senang akan mereka. yah, siapa lagi kalau bulan Binar. Binar tidak terima dengan semua ini. Iya menjadi dendam dengan mereka.


"Dasar om Helsen pengkhianat! Aku tidak bisa terima dengan semua ini. Harusnya, Aku yang di sana.. harusnya Aku yang dilamar oleh Rival. Bukan perempuan itu. Ok, kalau Aku tidak bisa mendapatkan Rival, maka wanita manapun tidak boleh mendapatkannya." Pikirnya sembari mengepalkan tangannya.


Dengan sebilah pisau yang di genggam di tangan Binar, Iya berjalan pelan untuk memberikan sebuah pelajaran pada mereka. Binar ingin menusuk salah satu dari mereka. Dengan wajah yang tertutupi, Binar akan segera melakukan aksinya di saat mereka tidak merasakan adanya sesuatu.


Helsen dan semua yang ada di restoran itu sedang merayakan acara lamaran Rival dan Rita. Tiba-tiba


Jleb!


Sebuah pisau tertusuk di pinggang Helsen. Iya membenci Helsen karena lupa akan janjinya. Semua yang menyaksikan, tercengang melihat Helsen ditusuk oleh Binar. Rival melotot melihat ulah Binar terhadap papanya.


"Papa.." Teriak Rival sambil Bernard menghampiri papanya. Binar segera melarikan diri. Dan Rival mengejar Binar.

__ADS_1


Sayangnya, Rival lebih cepat dari pada Binar. Sehingga Binar tertangkap oleh Rival. Rival menyuruh Rita untuk membantu mengikat tangan Binar. Rival Dan Rita segera membawa Binar ke kantor polisi.


__ADS_2