
Sebulan berlalu, Monica rajin mengontrol wajahnya ke dokter pasca operasi. Dan Monica pun sudah dinyatakan benar-benar pulih kembali. Tentu saja Monica sangat senang dengan hasilnya hari ini.
Monica kembali dengan wajah barunya. Dan iya pun mengganti nama menjadi Mona. Bahkan Monica terlihat lebih muda dari sebelumnya. Dan Aria pun juga pangling terhadap Monica.
"Monica, Aku yakin, sekarang ga akan ada orang yang mengenali kamu lagi." Ujar Aria. Monica tersenyum sinis.
...****************...
Monica pun akan kembali hari ini. Monica dan Aria sudah bersiap-siap untuk pergi ke bandara. Kini Monica tidak takut lagi bertemu dengan polisi. Karena sekarang sudah tidak ada lagi yang mengenalinya.
.
.
.
Mereka pun telah sampai di Indonesia. Dan Monica juga Aria segera turun dari pesawat. Monica melihat beberapa polisi yang ada di bandara. Tanpa ragu dan khawatir Monica telah melewati polisi tersebut. Namun siapa sangka kalau polisi akan mencegah langkahnya. Tentu saja ini membuat Monica sangat terkejut. Monica berfikir apakah polisi mengetahui kalau iya adalah Monica yang seorang buronan? Dengan tenang, Monica pun menghadapi polisi itu.
"Boleh saya lihat KTP nya?" Pinta polisi itu. Monica terlihat sangat gugup. Iya sangat ragu untuk mengeluarkan KTP nya. Karena jika iya kasih tau itu, makan polisi akan mengetahui bahwa iya adalah Monica. Lalu, Aria pun menjawab permintaan polisi itu.
"Kami, baru datang dari luar negeri pak.. dan nona ini baru saja selesai melakukan operasi jantung.. jadi iya harus cepat-cepat istirahat. " Ujar Aria.
"Kami boleh minta KTP nya?" Pinta polisi itu lagi.
"Oh.. iya, tentu saja boleh.." Ujar Aria. Monica terkejut mendengar pernyataan Aria. Ini sama saja dengan Aria melemparkan dirinya ke lubang neraka. Kemudian, Aria pun menyerahkan KTP Monica. Monica memejamkan matanya. Iya sangat panik ketika polisi itu melihat identitas yang sebenarnya.
"Ok.. semuanya baik-baik saja.. anda boleh jalan. " Ujar Polisi itu. Dan Monica pun sangat terkejut mendengar pernyataan polisi itu. Monica heran kenapa dirinya tidak di tangkap. Apakah dirinya sudah bebas. Iya pun bertanya kepada Aria.
"Aria.. kenapa polisi itu tidak menangkap ku?" Tanya Monica. Kemudian Aria pun memberikan KTP palsu yang telah iya buat untuk Monica. Dan Monica pun melihat KTP itu. Sekarang Monica paham mengapa polisi tidak menangkapnya.
"Oh.. jadi kamu sudah merubah identitas Aku?" Tanya Monica. Dan Aria pun menjawab.
"Iya.. Aku sekarang, ini nama kamu berubah menjadi Mona. Ingat, jangan pernah sebut nama asli kamu di negara ini kalau kamu tidak ingin ditangkap. Monica pun mengangguk paham maksud Aria.
__ADS_1
" Ok.. saya sangat berterimakasih kepada kamu Aria.. kamu sudah menolong saya.." Ujar Monica.
"Monica.. lebih baik kita menyusun rencana terlebih dahulu untuk membalaskan dendam kamu itu.." Ujar Aria. Monica pun mengangguk.
.
.
Sesampainya di rumah Aria, Monica istirahat terlebih dahulu. Dan besok pagi, iya akan mengatur dan memikirkan rencana dengan matang.
...****************...
Aria sudah menyiapkan rencana yang sangat cantik untuk Monica. Tanpa berfikir keras lagi, Monica menerima rencana itu.
"Monica, Aku sudah menyiapkan rencana yang matang untuk balas dendam kamu." Ujar Aria.
"Oh iya.. memang rencana kamu apa?" Tanya Monica.
"Mau kamu bagaimana? Kamu ingin dendam kamu terbalas bagaimana?" Tanya Aria terlebih dahulu.
"Ok.. Aku sudah siapkan rencana buat kamu.. Aku yakin rencana ini pasti berhasil." Ujar Aria.
"Lalu, apa rencana kamu?" Tanya Monica.
"Kalau kamu ingin menghancurkan mereka, jangan hancurkan mereka dari luar. Tapi, hancurkan mereka dari dalam." Ujar Aria.
"Caranya bagaimana?" Tanya Monica.
"Kamu harus masuk dalam kehidupan mereka. pertama, buat mereka lebih dekat dengan kamu. Hingga mereka mempercayai kamu. Kalau mereka sudah percaya, maka mereka dengan mudah mendengarkan kamu.. dari situlah kamu mulai beraksi untuk menghancurkan mereka." Ucap Aria memberi saran.
"Bagaimana Aku bisa masuk ke dalam keluarga mereka? Sementara mereka sekarang tidak mengenaliku. Apalagi kalau mereka tau siapa Aku, pasti mereka akan menangkap Aku dan menyerahkan ke polisi." Ujar Monica.
"Monica, Monica. Itu adalah hal yang gampang.. masuk dalam rumah mereka itu sangat gampang.. entah kamu berpura-pura jadi pembantu, entah pura-pura jadi rekan kerja.. atau bagaimana.. itu sangat mudah.." Ucap Aria. Sekarang Monica pun jadi paham maksud Aria.
__ADS_1
"Oh.. iya.. Aku tau apa yang harus Aku lakukan sekarang.. Ok Aria terimakasih atas sarannya." Ujar Monica.
Monica akan menyamar jadi seorang pembantu di rumah Namira. Monica tersenyum sinis saat akan menjalankan rencananya.
...****************...
Kini Monica akan mulai menjalankan rencananya. Dan Monica pun berangkat ke rumah Namira.
Sesampainya di rumah Namira, Monica pun mulai berakting, Iya pura-pura pingsan di depan rumah Monica.
"Tolong.. tolong.." Teriak seseorang. Namira mendengar teriakan seorang minta tolong dari luar. Dan Monica pun langsung keluar. Monica terkejut ketika ada orang yang pingsan di depan rumahnya.
"Ya, ampun.. ada apa ini? Ibu ini kenapa?" Tanya Namira.
"Ini bak Namira.. ibu ini pingsan begitu saja di depan rumah bak Namira.." Ujar orang itu.
"Ya, ampun.. sekarang bawa dia masuk ke rumah saya aja.." Ucap Namira. Kemudian Monica pun digotong ke dalam rumah Namira. Monica di tidurkan di kursi yang ada dalam rumah Namira.
Namira menunggu Monica sadar dari pingsannya. Tak lama kemudian, Monica pun sadar dari pingsannya. Dan Namira pun menanyakan kepada Monica.
"Ibu ga apa-apa?" Tanya Namira. Monica pun memegang kepalanya karena sakit.
"Lapar.. lapar.." Ujar Monica.
"Ibu lapar?" Tanya Namira. Monica pun mengangguk.
"Tunggu sebentar ya.." Ujar Namira sembari beranjak ke belakang untuk mengambil makanan. Tak lama Namira pun datang lagi. Iya mengambil makanan dan minuman.
"Ini bu.. sekarang dimakan ya.." Ujar Namira sembari menyodorkan makanan itu kepada Monica. Monica pun memakan makanan itu dengan lahap lalu meminumnya. Selesai makan, Namira pun bertanya kepada Monica.
"Nama Ibu siapa? Dan Ibu dari mana? Ibu mau ke mana?" Tanya Namira.
"Saya Mona, saya dari jauh.. Dan Saya mau cari kerja.. tapi dari tadi saya ga menemukan pekerjaan.." Ujar Monica. Namira merasa iba mendengar pernyataan Monica.
__ADS_1
"Oh iya.. kebetulan saya sedang mencari asisten rumah tangga.. kalau ibu mau, ibu bisa bekerja disini.." Ujar Namira.