
Waktu sudah menunjukan Pukul 03:16 sore tak terasa adzan berkumandang memberikan isyarat bahwa shalat Ashar berjamaah akan segera di mulai.
"Dek itu udah azan kita shalat dulu yuk, nanti kita lanjut." Ucap Arman yang kemudian membereskan kertas-kertas yang sudah tak beraturan.
"Iya kak..." Jawab Nadia dan Salsa kompak kemudian mulai berkemas merapikan kertas-kertas berserakan di atas mejah tak lupa Nadia lalu memasukan laptop merek Asus ke dalam ransel hitam milik-nya.
"Ya sudah kakak duluan yah, soalnya mau ambil wudhu dulu, kalian juga yaaah." Ucap Arman seraya berlalu pergi.
"Siap kak" Jawab mereka kembali kompak.
"Yuuuk..."Ajak Salsa yang hanya di balas anggukan oleh Nadia kemudian meraih tangan-nya lalu menuntun-nya berjalan ke arah Mushollah.
Satu kewajiban kini telah mereka laksanakan lagi, tanpa menunggu lama mereka kembali berkumpul di tempat semula, kertas yang telah tersusun rapi kini di bongkar kembali untuk mencari sampai di mana batas naskah yang kini telah mereka buat begitupun dengan laptop Asus silver yang telah di masukan Nadia ke dalam ransel kini di keluarkan kembali.
Dengan telaten mereka memperhatikan setiap inci hasil kerja mereka, setelah lama berkutat dengan kertas dan keyboard laptop akhirnya lelah mereka kini telah usai tugas yang sedari tadi mereka kerjakan sudah selesai.
__ADS_1
"Alhamdulillah akhirnya selesai juga, Haaahhh..."Ucap Salsa lalu meniup nafasnya halus, kemudian menyandarkan kepalanya pada kursi sambil memejamkan matanya.
"Kak Arman trima kasih banyak yah, karena tanpa arahan dari kakak mungkin tugas kami belum selesai." Ucap Nadia lemah lembut namun ia masih tertunduk merasah ragu menatap mata Arman.
"Iya dek sama-sama saya dengan senang hati akan membantu kalian, karena ini sudah menjadi kewajiban kita untuk saling membantu, hari ini memang saya yang membantu kalian tapi mungkin esok kalian yang akan membantu saya." Ucap Arman sembari tersenyum. (Arman murah senyum banget yaaaah😇tambah kelepek-kelepekdah tu Nadia)
"Hehe...Iyakak." Ucap Nadia cengengesan.
Tak mendengar sepetah kata dari Salasa Nadia kemudian melirik sahabat-nya yang kini munkin sudah berada di alam mimpi dengan sigap ia menuntun salah satu kaki-nya untuk bertengker manis di atas kaki Salsa.
"AaaWww iiiiishhhhhh..."Ringis Salsa yang merasakan sakit pada kaki-nya dengan sigap ia membuka matanya dan langsung memeriksa kaki-nya walaupun memang di lapisi sepatu namun itu masih terasa sakit.
"Makasih...Nooooh."Bisik Nadia dengan mulut komat kamit, tak lupa lirikan matanya yang mengarah kepada Arman, seolah mengisyaratkan kepada Salsa untuk mengucapkan terima kasih kepada Arman.
Sementara Arman yang menyaksikan hal itu ia hanya dapat terkekeh melihat tingkah lucu ke dua sahabat itu.
__ADS_1
"Hehehe...Trimah kasih banyak ya kak, maaf tadi Salsa ketiduran."Ucap Salsa cengengesan sambil menggaruk kepala berlapis jilbab-nya yang tak gatal.
"Iya Sama-sama... ya sudah kita pulang yuk supaya dek Salsa bisa sambung lagi bobo cantiknya."Ucap Arman menatap Arloji tangannya kemudian beralih menatap Salsa yang sedari tadi cengengesan karena malu.
"Kakak pulang duluan yah, kalian hati-hati bawa mobil-nya, Assalamu'alaikum."Ucap Arman kemudian berlalu pergi.
"Iya kak, Wa'alaikumussalam." Jawab Nadia dan Salsa kompak.
Salsa kini ia sudah bersiap-siap untuk pulang namun berbeda dengan Nadia yang masih saja memandangi punggung Arman yang sudah menjauh.
"Heh...Putri Datar, lo nggak mau pulang???
ya sudah gue duluan yaaah."Cetus Salsa kesal dengan Nadia yang masih belum beranjak dari tempatnya, tak ingin terlalu lama menunggu ia kemudian berlalu pergi meninggalkan Nadia.
"Eh...tungguuu." Seru Nadia dengan suara yang sedikit meninggi berharap Salsa menggubrisnya namun bukan-nya menunggu ia justru makin menjauh, dengan langkah gontai ia berlari menghampiri-nya.
__ADS_1
LIKE, COMENT DAN RATE yaaah🙏💐