
Saat ini pikiran-nya benar-benar kacau entah apa yang harus di jelaskan kepada kedua orang tua-nya.
"Apa yang harus gua katakan sama Bunda dan Ayah, aaaaarrrggghhh..."Meremas rambut-nya kasar.
"Dav...David...Maafkan saya."Ucap Chalsea lirih saat mendekati David yang sedang terduduk lemas dengan posisi tertunduk berbantalkan tangan yang dilipat di atas mejah.
David yang sadar dengan kedatangan Chelsea kini telah bangkit dari duduknya dengan cepat ia mencengkram pergelangan tangan Chalsea dan menuntunnya ke luar dari ruang kelas dan membawanya jauh dari khalayak umum.
"AaaaWww...David lepaskan sakit sangat, awak mahu membawa saya kemana (David lepasakan sangat sakit, kau mau membawaku ke mana)." Ucap Chelsea meringis sambil mencoba melepaskan cengkraman tangan David yang sangat erat.
"DIAM...!!!" Bentak Devid sambil melepaskan genggaman-nya dengan menyentakan tangan Chelsea.
"Ini yang awak mahukan, tahniah Chalsea!!!( inikan yang kamu mau, selamat Chalsea!!!)" Ucap David dengan suara yang tinggi.
Sementara Chelsea yang mendengar bentakan itu tak mampu lagi berkata ia benar-benar di buat bungkam oleh-nya bagaimana tidak wajah David sekarang benar- benar menunjukkan kemurkahan diri-nya Merah padam yaah itulah yang saat ini tampak pada wajah putih mulusnya.
__ADS_1
"Ini adalah hasilnya kerana cemburu awak yang berlebihan !!!( Inilah akibatnya karena kecemburuanmu yang berlebihan!!!)" Bentak David sambil menatap tajam Chelsea dengan mata elang milik-nya.
"Hiks...hiks..Maaf David hiks...Maafkan saya."Lirih Chelsea dengan tangisan-nya kemudian memeluk tubuh David.
"Hehh...Maaf, Maaf awak tak dapat memulihkan semuanya !!!( Maaf mu tidak bisa mengembalikan segalanya!!!)" Bentak David menyeringai angkuh kemudian menuntun kedua tangannya untuk melepas dekapan Chelsea.
"David...Saya minta maaf kerana saya tidak tahu ia akan menjadi seperti ini ( Maafkan aku, karena aku benar-benar tidak tahu akan jadi seperti ini)" Ucapnya lirih benar-benar merasah bersalah.
"Maaf awak tak ada gunanya lagi, sekarang biarkan saya pergi dan berhenti mengharapkan saya kembali kepada awak!!! (Maafmu tidak ada gunanya lagi, sekarang izinkan aku pergi dan berhenti mengharapkan ku kembali kepada mu!!!)"Ucap David kemudian berlalu pergi dari hadapan Chelsea.
"Hiks...hiks...David jangan tinggalkan saya." Tangis Chelsea yang tak terimah jika David pergi meninggalkan-nya ia mencoba meraih tangan David namun di tepis olehnya, sambil terduduk lesu Chelsea benar-benar meratapi kebodohan-nya ia tidak bisa melakukan apa-apa lagi untuk membuat David kembali padanya.
David kini telah berada di dalam kelas dan memutuskan untuk segerah pulang, ia lalu meraih ransel hitam miliknya kemudian melangkah berjalan keluar dari dalam kelas namun tiba-tiba ia terhenti kemudian berbalik menatapi setiap inci kelas yang menyimpan banyak kenangan untuk-nya.
"Selamat tinggal..." Gumam-nya dalam hati
__ADS_1
"Hy Bro lo mau kemana kan kita ada kelas?" Tanya Viky yang menepuk pundak temannya dari belakang.
"Ya kita ada kelas Dav." Ucap Rasyid yang kemudian bergabung dengan kedua temannya.
"Hy...Gua udah kena DO (Drop Out )
dan sekarang nggak ada gunanya lagi gua di sini." Ucap David berbalik ke arah kedua temannya dengan wajah lesuh tak berdaya.
"Apa...Drop Out??? " Tanya Viky dan Rasyid bersamaan dengan mata yang membulat sempurna dengan mulut menganga mereka berdua saling memandangi satu sama lain seolah tak percaya dengan apa yang telah di dengarnya.
"Yaa... besok kalian datang ke bandara yah, soalnya besok gua bakalan pulang ke Indonesia dan melanjutkan pendidikan di sana." Ucap David yang kemudian merangkul kedua temannya itu tampak senyum tipis menghiasi sudut bibirnya.
Heeemm seruNih kalau David pulang kampung 🤭
Penasaran kisah selanjutnya???
__ADS_1
Ikuti terus Episode-episode berikutnya
BAGI YANG SUDAH BACA PLIIIISS LIKE, COMENT DAN RATENYA 🙏