Muhasabah Cinta

Muhasabah Cinta
Hasutan Monica


__ADS_3

Usia kandungan Namira sudah memasuki 6 bulan. Perut Namira sudah terlihat. Melihat Namira yang sedang mengelus perutnya, Malik merasa sangat bahagia. Iya merasa menjadi suami yang seutuhnya. Dan sebentar lagi akan menjadi seorang ayah. Entah Malik sudah mulai merasakan jatuh cinta terhadap Namira. Bukan karena iya mirip dengan Laura. Melainkan sebagai Namira. Malik pun menghampiri istrinya.


"Hai sayang.. sedang apa?" Tanya Malik dengan penuh perhatian. Namira yang sedang mengelus perutnya itu pun menoleh ke arah suaminya.


"Hei.. ini sayang.. Aku lagi ngelus-ngelus calon baby.. soalnya nendang terus dari tadi.." Ujar Namira. Mendengar ini, Malik seperti tidak percaya namun bahagia mendengarnya.


"Oh iya? Masak sih? Aku boleh dengerin enggak?" Pinta Malik. Namira pun tersenyum.


"Ya, boleh dong sayang.." Ucap Namira. Malik pun mulai menempelkan telinganya ke perut buncit Namira. Iya ternyata juga merasakan tendangan dari dalam perut istri. Malik bersyukur karena kalau sering nendang artinya bayinya sehat.


"Gimana sayang setiap harinya? gerakannya sering?" Tanya Malik.


"Iya sayang.. gerakannya sering kok.. dan bayi kita aktif.." Jawab Namira.


"Alhamdulillah.. berati.. anak kita sehat ya.. Aku senang.." Ujar Malik.


"Iya sayang.. alhamdulillah.." Ucap Namira.


Entah dalam hati Namira juga merasakan hal yang sama seperti Malik. Iya juga mencintai Malik. Entah rasa itu kapan datangnya. Tapi, Namira masih mengira kalau Malik tidak mencintainya sebagai dirinya sendiri. Tetapi Malik mencintai Namira hanya sebagai Laura. Meskipun begitu, Namira merasa bahagia. Karena Malik begitu perhatian dengannya. Meskipun Malik bukan mencintainya sebagai Namira.


"Sayang.. kamu ga kerja?" Tanya Namira.


Enggak sayang.. Aku ga ada jadwal hari ini.. kenapa emangnya?" Tanya Malik.


"Enggak apa-apa.. Aku cuma tanya aja sayang.." Ujar Namira. Namira pun menunduk tiba-tiba. Malik pun heran.


"Kamu kenapa Namira?" Tanya Malik.


"Aku ga apa-apa mas.. Aku cuma sedikit capek aja.." Ucap Namira.


"Oh.. kalau kamu capek.. ya kamu istirahat sayang.." Ucap Malik.

__ADS_1


"Iya sayang.. Aku ke kamar dulu ya.." Pamit Namira.


Namira pun langsung ke kamarnya. Malik pun mengantar istrinya itu sampai menuju tempat tidur. Iya membantu istrinya untuk istirahat di kamar. Malik melihat raut wajah istrinya itu yang terlihat tidak biasa. Kemudian, Malik bertanya kepada istrinya.


"Kamu kenapa sayang?" Tanya Malik kepada Namira yang tertunduk.


"Aku ga apa-apa kok mas.." Jawab Namira berbohong dengan menutupinya dengan sebuah ulasan senyum.


"Namira.. jangan bohong, Aku tau kamu sedang menyembunyikan sesuatu, mungkin lidahmu bisa berbohong, tapi matamu tidak bisa berbohong Namira.." Ujar Malik.


"Ok.. kalau begitu, Aku boleh bertanya gak?" Ujar Namira.


"Mau tanya apa Namira? Tanyakan saja.." Ucap Malik.


"Mas.. apa kamu mencintai Aku?" Tanya Namira.


"Kenapa kamu tanya begitu?" Tanya Malik heran.


"Jawab aja mas.." Ucap Namira.


"Apa kamu mencintai karena Aku mirip Laura atau kamu mencintai Aku sebagai Namira?" Tanya Namira serius sembari menatap wajah suaminya itu. Malik pun bertanya heran, mengapa Namira bisa bertanya seperti itu. Dan Malik tentu saja merasa bimbang karena apa yang iya rasakan sekarang tidak tau.


"Kenapa kamu hanya diam saja mas?" Tanya Namira.


"Namira.. Aku tidak tau.." Jawab Malik.


"Kenapa tidak tau? Yang merasakan kan kamu mas.." Ucap Namira.


"Namira.. kamu jangan bahas itu lagi, ya.. ingat.. kamu sedang hamil.. Aku ga mau kamu terlalu banyak pikiran Namira.." Ucap Malik.


"Bagaimana Aku ga banyak pikiran mas.. kalau kamu saja ga berani jujur sama Aku.. sekarang Aku ini sudah menjadi istri kamu, dan mengandung anak kamu.. saya yakin, sebagai seorang istri, pasti ingin dimanja, dicintai oleh suaminya.. Dan istri itu ingin suaminya mencintai dirinya sepenuh hatinya. Dan seorang istri itu tidak rela jika suaminya menyimpan perasaan terhadap perempuan lain. Meskipun perempuan lain itu sudah tiada.. meskipun perempuan lain itu mirip dengan istrinya.." Ujar Namira dengan mata yang berkaca-kaca. Malik pun segera mengusap air mata Namira yang hampir jatuh. Dan Malik pun langsung memeluk Namira istrinya itu.

__ADS_1


"Sayang maafin Aku ya.. sayang.. apa yang membuat kamu berpikiran seperti itu?" Tanya Malik. Kemudian, Namira pun beranjak dari tempat , dan langsung mengambil kotak kenangan milik Malik. Dimana kotak kenangan itu berisi tentang foto Malik ketika masih bersama Laura.


"Ini mas.. ini yang membuat Aku ragu sama kamu.. Perempuan yang di foto itu Laura kan? Dia mantan kekasih kamu kan?" Tanya Namira. Malik pun melihat kotak kenangan miliknya itu. Dan Malik menutupnya kembali.


"Sayang.. iya, kotak kenangan ini adalah milik Aku.. dan wanita yang ada di foto ini adalah kekasih Aku dulu.. dia sudah lama meninggal karena kecelakaan.." Jawab Malik.


"Kalau boleh tau, sudah berapa lama hubungan kamu sama dia mas?" Tanya Namira.


"Hubungan kami sudah hampir menikah.. Laura itu adalah kekasihku mulai Aku belum kuliah.. Dan kami pun saling mencintai.. bertahun-tahun hubungan kami.. setelah Laura meninggal, Aku memutuskan untuk kuliah ke luar negeri. Karena Aku selalu terbayang-bayang dengan wajah Laura. Aku kuliah di luar negeri karena Aku ingin melupakan Laura. Tapi, nyatanya Aku tidak bisa melupakannya. Tapi, setelah Aku bertemu denganmu.. ada rasa yang aneh dalam diri Aku.. Awalnya, Aku memang memandang kamu seperti Laura. Tapi, Lama-lama Aku sadar.. ternyata, Aku bukan mencintai Laura. Tapi, Aku mencintai kamu sebagai Namira.. bukan sebagai Laura.." Ucap Malik.


"Kamu berbohong mas.." Ucap Namira tidak percaya.


"Benar Namira.. Aku tidak pernah berbohong.." Ujar Malik.


.


.


.


Dari balik salah paham mereka, ada seseorang yang mengintip mereka. Ya, siapa lagi kalau bukan Monica. Monica tersenyum puas melihat mereka salah paham seperti itu. Monica berharap, sebentar lagi hubungan mereka akan punah. Dan setelah itu, Monica akan menjodohkan Binar dengan Malik.


"Akhirnya, mereka bertengkar juga.. Sekarang tugas Aku adalah terus menghasut Namira.. agar Namira tidak mempercayai Malik lagi.." Ucap Monica.


Monica tidak sabar menunggu besok, setelah Namira dan Malik keluar dari kamar. Pasti mereka tidak akan romantis dan saling sapa. Dan sebentar lagi, cerai deh.


.


.


Tapi sayangnya, harapan Monica itu sia-sia belaka. Monica melihat Malik dan Namira baik-baik saja. Malah mereka terlihat sangat romantis. Monica yang melihat hal ini pun menjadi kesal. Baru tadi malam mereka berseteru, kenapa sekarang mereka malah Akur kembali.

__ADS_1


"Dasar pasangan Labil, tidak punya pendirian banget sih mereka.. baru aja tadi malam yang bertengkar, sekarang sudah akur lagi.." Ujar Monica kesal.


"Tapi, Aku tidak akan putus asa.. Aku akan terus menjadi duri dalam rumah tangga kalian.." Batinnya.


__ADS_2