Muhasabah Cinta

Muhasabah Cinta
Terbongkarnya penyamaran Mona


__ADS_3

"Kalau diliat-liat sifat Ibu Mona seperti Monica. Sebenarnya siapa Ibu Mona itu?" Tanyanya pada dirinya sendiri. Mona segera pamit ke belakang. Karena takut Namira semakin curiga. Kalau sampai Namira mengetahui jati dirinya, bisa gagal semua rencananya.


Dengan sikap Mona yang serba salah tingkah, Namira semakin merasa curiga dengan Mona. Hanya saja Namira menutupi kecurigaannya itu. Namira tetap berpura-pura percaya sama Mona. Padahal, Namira mempunyai rencana untuk menyelidiki siapa Mona.


"Aku jadi curiga dengan Ibu Mona.. apa ini hanya prasangka Aku saja ya? Tapi, Aku harus mencaritahu siapa sebenarnya Ibu Mona itu" Ucapnya.


Namira pun mulai menjalankan rencananya. Iya ingin mencari tahu siapa Mona sebenarnya. Dalam waktu yang luang, Namira sempat berbicara dengan Mona.


"Bu Mona.. nanti kalau sudah ga sibuk temui saya di ruang tengah ya?" Ujar Namira.


"Baik non.." Jawab Mona.


.


.


Mona segera menemui Namira di ruang tengah. Dan Namira juga sudah menunggu di sana. Namira mempersilahkan Mona untuk duduk.


"Ada apa non?" Tanya Mona penasaran.


"Gini Bu Mona.. selama ini kan, Bu Mona bekerja dengan saya.. saya pengen tau asal Ibu Mona itu dari mana sih?" Tanya Namira.


"Kenapa non Namira tanya begitu sama saya?" Tanya Mona.


"Ya, ga apa-apa.. saya pengen tau aja Bu.. saya kan, majikan Ibu Mona.. jadi wajar dong kalau saya tanya asal Ibu Mona.. mungkin, suatu saat kalau di kasih kesempatan saya bisa berkunjung ke rumah Ibu Mona." Tutur Namira.


"Saya ga punya rumah non.. jadi percuma saja non Namira tanya tempat tinggal saya.." Ujarnya.


"Ya, meskipun Ibu Mona ga punya rumah.. tapi Ibu Mona kan punya tanah kelahiran.. masak sih Ibu Mona ga punya tempat lahir?" Ujar Namira lagi.


"Em.. asal saya jauh non.. jauh dari kota ini.." Ucap Mona gugup.


"Sejauh apa si Bu? Apa jauhnya sampai ke luar negeri?" Tanya Namira.


"Ya, enggak juga si non.." Jawabnya.

__ADS_1


"Kalau cuma satu Indonesia masih mudah dikunjungi Bu.. kecuali kalau memang di luar negeri, baru ribet." Ucapnya.


"Iya si non.." Jawabnya singkat.


"Memangnya Bu Mona ga kangen dengan kampung halaman gitu?" Tanya Namira lagi.


"Saya sudah tidak ada keluarga di sana non.. jadi percuma kalau saya pulang." Ucap Mona.


"Ya, meskipun ga ada keluarga tapi, masak ga kangen Bu?" Ucap Namira memancing jawaban dari Mona.


"Aduh.. gawat. Namira semakin kesini semakin jauh pertanyaannya. Aku harus jawab apa dong.. jangan sampai Aku salah jawab.. Agar Namira tidak curiga.." Gumam Mona panik.


Ibu Mona ini jawabannya aneh.. makin kesini, makin ke sana. Aku semakin curiga dengan Ibu Mona ini.. Jawaban Ibu Mona seolah-olah Ibu Mona menolak ajakan Aku.." Gumam Namira juga.


"Ya, sudah Ibu Mona.. maafin saya jika saya lancang bertanya seperti ini sama Ibu.." Ujar Namira akhirnya.


"Iya tidak apa-apa non.. kalau begitu saya permisi ke belakang dulu." Ujarnya dan langsung pergi dari hadapan Namira.


Penyelidikan Namira tidak akan berhenti sampai di situ. Namira akan terus mencari tahu siapa sebenarnya Mona itu. Namira akan menggunakan cara lain agar bisa terungkap siapa Mona sebenarnya.


.


.


"Aku harus segera menyelesaikan misi ku sebelum Namira mengetahui semuanya. Aku harus bergerak lebih cepat darinya.. sebelum Namira mendahului Aku.." Ucapnya.


...****************...


Sementara Namira, Namira mulai melakukan rencana ke duanya. Dan Namira pun secara diam-diam mulai memasukkan suatu obat ke dalam sebuah minuman. Dan Namira akan memberi minuman itu kepada Mona.


"Ibu Mona.. lagi sibuk?" Tanya Namira.


"Enggak non.. ada apa non?" Tanya Mona.


"Kalau ga sibuk Ibu Mona ke ruang tengah ya.. ada sesuatu yang ingin saya bicarakan lagi." Ucap Namira.

__ADS_1


"Baik non.." Ujarnya. Mona pun mengikuti apa kata Namira. Iya langsung menuju ke ruang tengah dan menemui Namira. Mona pun langsung duduk berhadapan dengan Namira.


"Oh iya Ibu Mona.. silahkan diminum Bu.. minuman ini enak loh.. saya pesan lewat gofood barusan.." Ucap Namira. Mona agak ragu dengan minuman tersebut. Takut-takut kalau minuman itu ada sesuatunya. Tapi, Mona tidak kehabisan akal. Iya dengan lancangnya meminta minuman milik Namira.


"Maaf non.. saya tidak suka minuman yang rasa ini non.. saya lebih suka minuman yang yang ada di hadapan non Namira." Ujarnya sembari menunjuk minuman yang ada di hadapan Namira. Namira pun melihat minumannya. Dan dengan mudahnya Namira memberikan minuman itu kepadanya. Dan meminum minuman yang ada di hadapan Mona.


"Oh.. Bu Mona mau minuman ini? Ya, sudah kita tukar aja minumannya Bu.." Ucap Namira.


Mona merasa heran mengapa Namira mau menukar minumannya. Mona tidak langsung meminum minuman itu walaupun ditukar. Namira pun meminum minuman itu. Tak lama kemudian, Kepala Namira merasa pusing.


"Aduh.." Seru Namira. Melihat Namira yang seperti itu, Mona pun langsung merasa lega. Dan dengan mudahnya Mona langsung meminum minuman itu.


Tak lama, Mona mulai merasa linglung. Dan Namira melihat Mona yang linglung pun mulai berhenti berpura-pura pusing. Namira tersenyum sinis melihat Mona yang sudah mulai hilang kesadaran. Iya seperti orang yang terhipnotis. Ternyata Namira adalah orang yang pintar menghadapi perempuan seperti Mona. Iya sudah merencanakan semuanya dengan matang. Dan Namira pun mulai melaksanakan rencananya. Iya mulai mengutarakan pertanyaan yang membuat iya curiga selama ini.


"Ibu Mona.. siapa sebenarnya anda?" Tanya Namira.


"Saya adalah Monica." Ucapnya tanpa sadar.


"Monica? Lalu apa tujuan anda menyamar sebagai Mona?" Tanya Namira.


"Saya hanya ingin membalaskan dendam saya terhadap Namira." Ujar Monica.


"Bukannya anda di penjara?" Tanya Namira.


"Saya mengambil kesempatan untuk kabur." Ucapnya. Monica menjelaskan bagaimana iya bisa kabur dari polisi. Dan Namira pun sudah mengetahui semuanya. Monica juga tidak sadar bahwa omongan Monica telah di rekam oleh Namira.


Kemudian, Namira pun mulai menyadarkan Monica. Dan Monica pun mulai terbangun dari tidurnya. Iya tidak ingat tentang semua yang telah terjadi


"Saya kenapa bisa tertidur di sini non?" Tanya Mona.


"Ibu Mona tadi ketiduran di sini.. ya saya biarin.." Ucap Namira.


"Kenapa bisa non?" Tanya Mona heran.


"Ya, mana saya tau Bu? Kan yang tidur disini Bu Mona.. waktu Ibu Mona bersih-bersih disini tadi saya perhatikan Ibu Mona itu ngantuk.. lalu Ibu Mona tertidur.. saya biarkan Ibu Mona tidur di sofa ini.." Ucapnya.

__ADS_1


"Oh.. begitu ya non? Maaf ya non.." Ucapnya.


__ADS_2