Muhasabah Cinta

Muhasabah Cinta
Rival sakit


__ADS_3

Nadia pun pamit pulang. Dan Namira pun mempersilahkan Nadia. Nadia masih berharap Namira masih menerima Rival.


...****************...


Hari ini adalah hari pertama Namira masuk kerja. Dan Namira sangat bersyukur karena Iya dapat diterima di sebuah perusahaan yang dia inginkan. Namira pun juga mendapatkan izin dari orang tuanya. Karena tanggal pernikahannya masih belum ditentukan.


Di hari pertama kerja, Namira pun mendapatkan pengajaran yang baik dari atasannya. Dan yang mengajari Namira sangat senang dalam memberikan ilmu. Karena Namira sangat cerdas dan mudah memahami apa yang diajarkan.


"Ok Namira.. selamat bekerja dan semoga sukses.." Ucap orang itu. Namira pun mengangguk dan bersemangat dalam bekerja.


Namira pun sangat semangat dalam mengerjakan sesuatu. Dan dengan cepat, Namira dapat menyelesaikan pekerjaannya. Namira pun mengumpulkan pekerjaannya yang telah selesai kepada atasannya. Atasan Namira pun memeriksa hasil kerja Namira. Dan hasilnya pun sangat memuaskan. Hasil pekerjaan Namira betul semua. Namira sangat bersyukur karena Allah telah melancarkan pekerjaannya.


.


.


.


Setelah pulang kantor, Namira pun ingin segera pulang. Tapi, tiba-tiba ada Nadia yang berlari memanggil Namira. Namira pun bertanya-tanya kenapa Nadia berlari ngos-ngosan seperti itu. Namira pun bertanya kepada Nadia.


"Nadia.. ada apa?" Tanya Namira. Nadia pun berlutut di hadapan Namira. Namira tambah bingung kenapa Nadia seperti itu.


"Nadia bangun, kamu kenapa?" Tanya Namira sembari membantu Nadia berdiri.


"Namira.. kak Rival jatuh sakit Namira.." Ujar Nadia. Namira pun terkejut mendengar perkataan Nadia.


"Sakit apa Nadia?" Tanya Namira.


"Kak Rival kena DBD.. dan dia sekarang ada di rumah sakit.. Dia manggil-manggil nama kamu terus Namira.. please.. Aku mohon, tolong jenguk kak Rival ya.. dia butuh kamu.." Rengek Nadia.


"Apa? Rival kena DBD?" Tanya Namira terkejut. Nadia pun mengangguk. Mendengar Rival sakit, dada Namira terasa sangat nyeri. Seolah-olah, Iya juga ikut merasakan sakit yang Rival alami. Kemudian, Namira pun segera bergegas menuju rumah sakit. Dengan mengajak Nadia.


"Nadia.. Antar Aku ya.. Aku mau lihat Rival.." Ucap Namira. Nadia pun mengangguk. Iya segera bergegas ke rumah sakit.

__ADS_1


.


.


.


Sesampainya di rumah sakit, Nadia dan Namira langsung berjalan menuju ruangan Rival di rawat. Sesampainya di situ, terlihat Rival yang berbaring lemah. Di samping dengan suster yang sedang mengecek kondisinya. Perlahan, Namira masuk dan mendekati Rival.


"Bagaimana keadaannya sus?" Tanya Namira. Dengan perasaan cemas dan khawatir.


"Kondisinya belum stabil, oh iya.. dia terus saja memanggil nama Namira. Sebaiknya cepat-cepat pertemukan dia dengannya." Ujar suster itu.


"Saya yang bernama Namira itu Sus.." Jawabnya.


"Syukurlah kamu datang, semoga ketika Rival nanti sadar, keadaannya bisa lebih membaik.. saya permisi dulu.." Ucap suster itu.


Namira pun memegang tangan Rival. Iya tidak tega melihat Rival seperti itu. Namira ingat ketika masa kecil mereka. Rival pernah sakit seperti ini, dan selalu memanggil nama Namira. Namira pun memegang tangannya dan membisikkan ke telinga Rival.


"Kak.. Aku datang.. kakak jangan sakit ya.. Aku disini.." Ucap Namira berbisik di telinga Rival. Selang beberapa detik, Rival pun langsung membuka matanya. Namira cukup lega akhirnya Rival mau membuka matanya.


"Hei, kenapa kamu menangis? Please.. jangan Nangis dek.." Ucap Rival lirih kepada Namira.


"Kak.. kenapa kakak bisa sakit seperti ini? Sebenarnya apa yang terjadi sama kakak?" Tanya Namira dengan suara serak. Rival pun sedikit tersenyum ternyata dari kecil Namira tidak berubah. Iya tetap merasakan khawatir kepada dirinya.


"Kakak ga apa-apa kok dek.. cuma sakit biasa kok.." Elak Rival tak ingin membuat Namira tambah khawatir. Tak lama, pengantar makanan untuk pasien pun datang. Dan Namira mengambil makanan tersebut.


"Sekarang kakak makan ya, biar cepat sehat.." Ucap Namira sembari menyuapi Rival. Rival pun makan dengan disuapin oleh Namira. Rival sangat senang karena Namira masih peduli dengan dirinya.


"Terimakasih ya dek.. kamu sudah menjenguk kakak disini.." Ucap Rival. Namira pun mengangguk.


"Sama-sama Kak.." Ucap Namira.


Nadia yang melihat kakaknya yang ceria pun merasa sangat bahagia. Akhirnya, Rival bisa tersenyum kembali tanpa beban seperti itu. Namira memang malaikat penolong bagi Rival.

__ADS_1


.


.


.


Di rasa waktunya sudah cukup Namira pun pamit pulang kepada Rival dan Nadia. Dan besok Namira akan berkunjung ke Rival lagi setelah pulang kerja.


"Kak, Nadia.. Aku pulang dulu ya.. besok pulang kerja, Aku akan kesini lagi.." Pamit Namira. Rival pun mempersilahkannya dengan tersenyum kepada Namira. Nadia mengantar Namira sampai depan pintu.


"Namira, terimakasih ya.. kamu sudah mau peduli dengan kakak Aku.." Ucap Nadia. Namira pun mengangguk.


"Ya, udah Aku pulang dulu ya.." Ucap Namira.


Dari arah berlawanan, Namira berpapasan dengan Helsen dan Marta. Namira pun menundukkan kepalanya dengan memberi hormat kepada Helsen dan Marta. Merek sempat menoleh ke arah Namira. Ternyata, Namira juga ada di rumah sakit itu. Helsen curiga jangan-jangan Namira sudah menjenguk Rival. Helsen dan Marta segera bergegas menuju kamar Rival.


"Rival, Nadia.. apa Namira barusan kesini?" Tanya Helsen.


"Iya pa.. Namira menjenguk kak Rival, buktinya kak Rival bisa ceria seperti ini dan mau makan kalau ada Namira.." Ucap Nadia. Marta pun mengelus pundak Helsen dan membawanya keluar.


"Pa.. sudahlah, Rival itu lagi sakit dan kita semua tau kalau Rival memang membutuhkan Namira.." Ucap Marta. Helsen pun terdiam. Dan masuk ke ruangan Rival lagi.


...****************...


Keesokan harinya, setelah Namira pulang kerja, Namira pun langsung ke rumah sakit untuk melihat keadaan Rival.


Sesampainya di sana, Namira melihat Helsen dan Marta yang sedang berdiri di depan pintu siap menghadang Namira. Namira pun menyapa mereka berdua dan meminta ijin untuk masuk ke ruangan Rival.


"Selamat sore om.. Om, boleh Aku menjenguk kak Rival?" Ucap Namira dan meminta ijin. Helsen pun menghela nafas kemudian iya pun berkata.


"Sekarang kamu baru minta ijin kepada saya.. kemarin kenapa kamu ga minta ijin dulu sama saya.. ketika kamu ingin menjenguk Rival?" Tanya Helsen. Namira pun tertunduk dan mengaku salah.


"Maaf om.. saya salah.." Ucap Namira. Untungnya Nadia segera datang dan Nadia pun langsung menghampiri mereka. Nadia pun membela Namira.

__ADS_1


"Cukup pa! Kemarin itu Nadia yang kasih tau Namira kalau kak Rival sakit. Dan Nadia yang meminta Namira untuk ke sini.. buktinya, kak Rival kondisinya lebih membaik dari kemarin.. semenjak ada Namira.." Ucap Nadia. Kemudian, Nadia pun menggenggam tangan Namira dan membawa Namira masuk ke ruangan Rival.


__ADS_2