
Semua keluarga Helsen pun melakukan joging di taman terdekat. Karena memang hari itu adalah hari libur. Rita juga ikut joging bersama keluarga Helsen. Rival yang melihat Rita pun merasa tidak senang. Tapi Rival juga memperbolehkan Rita untuk tetap ikut joging.
"Kamu boleh ikut, tapi kamu ga boleh deket-deket sama Aku! Paham?" Sungut Rival.
"Iya, iya.." Jawab Rita.
"Ingat! Kamu harus jaga jarak sama Aku.. awas kalau kamu berani dekat-dekat!" Ujar Rival ketus.
"Iya, siapa juga yang mau dekat-dekat sama kamu?" Jawab Rita tidak mau kalah. Marta dan Helsen yang melihat mereka menggelengkan kepala. Rival tetap saja tidak pernah berubah. Iya masih sama bersikap ketus terhadap perempuan lain. Nadia pun menegur Rival karena terlalu kasar sama Rita.
"Kak, jangan terlalu bersikap ketus sama cewek.. nanti kakak bisa jatuh cinta loh.." Ucap Nadia.
"Mana mungkin Aku bisa jatuh cinta sama orang seperti dia? Cuma pandai cari sensasi doang.." Jawab Rival.
"Sudah-sudah, mending kita langsung berangkat.." Ujar Marta.
.
.
.
Sesampainya di taman, mereka pun mulai joging. Marta joging bersama Helsen. Sedangkan Rival hanya joging sendiri. Sementara Nadia bersama Rita. Mereka pun merasa enjoy saat joging. Terutama Rita, Rita sudah lama tidak joging bersama-sama seperti ini. Karena iya terlalu sibuk di luar negeri untuk menyelesaikan tugas kuliahnya.
Nadia pun terlihat ngos-ngosan saat joging begitu juga dengan Rita. Tapi, meskipun lelah joging bersama itu tetap menyenangkan. Setelah merasa lelah, Rita dan Nadia pun duduk di sebuah kursi panjang yang ada di taman. Rita pun beranjak sebentar untuk membeli minuman.
"Nadia.. tunggu sini sebentar ya.. Aku mau membeli minum dulu.." Ujar Rita. Nadia pun mengangguk.
__ADS_1
Saat membeli air mineral, tidak sengaja Rita melihat Rival yang juga sedang duduk karena melepas penat. Kemudian, Rita pun membeli tiga botol air mineral. Kemudian Rita pun memberikan air mineral itu terlebih dahulu kepada Nadia. Setelah itu Rita berjalan ke arah Rival. Rita berdiri di belakang Rival yang sedang duduk di taman. Rita tau kalau Rival sedang panas, lelah dan haus. Kemudian, Rita pun secara tiba-tiba menempelkan air mineral yang dingin itu ke dahi Rival. Tentu saja Rival merasa terkejut.
"Eits.." Rival terkejut sembari menoleh ke arah Rita. Kemudian, Rival pun melengos lagi.
"Haduh.. kamu lagi, kamu lagi. Aku kan sudah bilang jangan deket-deket Aku.." Ujar Rival.
"Siapa juga yang mau deketin kamu? Aku kesini, cuma mau kasih air mineral ini sama kamu. Pasti kamu haus kan?" Kata Rita.
"Aku ga butuh pemberian kamu. Aku bisa beli sendiri.." Ujar Rival.
"Oh.. gitu ya.. berati kamu nolak air mineral pemberian Aku ya? Ya, sudah deh kalau ga mau.. Aku kasih ke tante Marta aja kalau gitu.." Ujar Rita.
Kemudian, Rival pun langsung merogoh saku celananya. Hendak membeli minuman. Tapi, sayangnya Rival malah lupa membawa uang. Dan Rival pun juga merasakan haus. Karena Rita merasa Rival tidak membutuhkan air pemberiannya, Rita pun berniat memberikan air itu kepada Marta. Namun, Rival malah merampas minuman itu dari tangan Rita. Tentu Rita terkejut dengan Rival.
Rival pun langsung membuka tutup botol minuman itu dan langsung meminumnya. Rita yang melihat Rival pun melongo saat Rival minum seperti orang kehausan. Setelah itu Rival merasa lega sesudah minum. Rita pun mencibir dan tersenyum meledek saat Rival meminum air mineral itu.
"Heh.. kamu jangan GR ya.. Aku minum ini karena terpaksa.. Aku lupa ga bawa uang! Entar Aku ganti uang air mineralnya di rumah!" Ujar Rival. Rita pun mencibir lagi.
"Kenapa mulutmu manyun gitu? Kamu ga ikhlas bantu Aku?" Sungut Rival.
"Ya, makanya kamu jangan belagu jadi orang.. Kalau ada orang yang ingin berbuat baik itu ga usah sok nolak.." Ujar Rita. Kemudian, Rita pun pergi meninggalkan Rival. Rival hanya memandang Rita yang semakin menjauh.
Setelah joging mereka dirasa cukup, akhirnya mereka pun pulang. Mereka tidak sadar kalau ada yang sedang memantau mereka. Yaitu Jonas. Jonas merasa memiliki dendam terhadap keluarga Helsen.
Jonas merasa telah dipermalukan oleh keluarga Helsen. Kali ini, Jonas mempunyai dendam terhadap keluarga mereka. Jonas pun menyuruh anak buahnya untuk menyerang keluarga Helsen.
Keluarga Helsen merasa terkejut saat beberapa orang menghadang keluarga mereka. Marta dan Helsen merasa panik menghadapi mereka. Lalu Rival pun menyuruh mereka pergi.
__ADS_1
"Apa mau kalian? Kami ga membawa apa-apa.." Ujar Rival.
"Kami ga butuh hartamu.. yang kami butuhkan adalah kematian keluarga mu." Ujar Penjahat itu. Kemudian, Penjahat itu pun menyuruh anak buahnya untuk menyerang mereka.
Riva pun dengan gagahnya melawan mereka. Sementara Nadia, berusaha untuk membawa mama dan papanya menghindar dari mereka. Sementara Rita, Rita memantau mereka terlebih dahulu. Rita melihat Rival seperti kewalahan untuk melawan mereka. Kemudian, Rita pun berkata kepada Nadia.
"Nadia, kamu tunggu disini ya.. kamu tetap disini jaga tante Marta dan om Helsen.." Ujar Rita.
"Kamu mau kemana Rita?" Tanya Nadia.
"Aku mau membantu Rival.." Ucap Rita. Kemudian, Rita pun langsung berlari menghampiri mereka. Dan membantu Rival untuk melawan penjahat itu. Marta dan Helsen merasa khawatir terhadap Rita. Karena Rita merupakan anak perempuan.
Rita pun dengan beraninya melawan mereka. Dan Rival pun merasa kewalahan dan terdorong ke belakang dan hampir jatuh. Beruntung saja, Rita dengan cepat memegang tubuh Rival.
"Kamu tidak apa-apa?" Ujar Rita. Kemudian ada yang ingin menyerang mereka secara tiba-tiba. Tapi, Rita dengan sigap menangkis pukulan mereka. Dan akhirnya mereka pun dapat terkalahkan juga. Rita hanya memandangi mereka yang lari terbirit-birit.
Kemudian, Rita segera berlari ke arah Rival. Rita membantu Rival untuk berdiri. Namun, Rival malah gengsi dan menolak bantuan Rita.
"Udah, Aku bisa sendiri!" Tolak Rival.
Dan Rival pun merasa kesakitan saat ingin berdiri. Rita pun akhirnya membantah apa kata Rival. Rita segera membantu Rival.
"Sudah, Aku bilang Aku ga butuh bantuan kamu." Sungut Rival.
"Udah. Kamu ga usah bawel!" Ujar Rita, sembari memapah Rival. Dan Rita pun membawa Rival ke tepi jalan. Dan mendudukkan nya. Rita melihat kaki Rival yang kesakitan. Rita menemukan luka memar dan goresan pisau di kaki Rival.
"Ini lukanya parah.. kamu tunggu sini bentar!" Ujar Rita yang langsung beranjak dari duduknya. Tak lama, Rita pun datang dan membawa obat merah. Rita mulai mengobati luka yang ada di kaki Rival. Setelah itu, Rita pun mulai membalut luka itu.
__ADS_1
Rival melihat sebuah ketulusan pada diri Rita. Rival, perlahan mulai sadar bahwa sosok Namira ada pada diri Rita. Namun, Rival merasa gengsi untuk mengakuinya.