Muhasabah Cinta

Muhasabah Cinta
Siapa Mona?


__ADS_3

Monica tidak pernah putus asa agar misinya dapat berjalan dengan lancar. Yaitu menghancurkan hidup Namira. Setiap hari iya selalu menghasut Namira agar Namira merasa emosi dan cemburu. Juga meragukan cinta Malik. Namun, untuk saat ini Namira belum berhasil dihasut juga. Sehingga Monica merasa kesal sendiri.


"Non Namira.. sedang apa?" Tanya Mona sembari menyuguhkan teh untuk majikannya yang sedang duduk termenung di kursi teras rumah.


"Ga lagi ngapa-ngapain bu.. saya cuma sedang menghirup udara segar saja.." Ujar Namira sembari memberikan sebuah senyuman.


"Oh.. lagi menghirup udara segar ya non? Tapi kenapa non Namira melamun? Seperti ada yang sedang dipikirkan?" Tanya Mona kepo.


"Oh.. ga apa bu.. saya tidak memikirkan apa-apa.." Ucap Namira.


"Non Namira bisa cerita sama saya saja Non.. Non pasti sedang memikirkan pak Malik kan? Pak Malik buat non Namira sedih lagi ya?" Tanya Mona lagi.


"Enggak kok Bu.." Jawabnya.


"Yang sabar ya Non.. namanya juga laki-laki.. ya memang seperti itu Non.. apalagi melihat wanita yang seksi dikit pasti langsung melirik." Ujar Mona berusaha mengompori Namira. Namira hanya tersenyum dengan perkataan Mona.


"Iya Bu.. terimakasih atas nasehatnya. Tapi saya selalu percaya dengan suami saya.." Ucap Namira. Mona alias Monica merasa kecewa dengan jawaban Namira.


"Dasar perempuan bodoh.. mau saja percaya 100% sama laki-laki." Ujar Monica dalam hatinya. Dan Monica kembali ke dapur sambil menggerutu.


.


.


.


Ting


Tong


Namira yang tengah duduk santai di ruang tamu, dan kebetulan ada Mona yang menyuguhkan minuman kepada Namira. Mendengar suara bel rumah berbunyi. Dan Namira hendak membuka pintu. Ingin melihat siapa yang bertamu. Namun, Mona mencegahnya.


"Non.. biar saya saja yang membuka pintunya." Ujar Mona. Namira pun mengangguk dan menjawab.


"Iya Bu.." Jawabnya.


Mona pun segera bergegas membukakan pintu untuk tamu. Setelah Mona membuka pintu, Mona terkejut melihat siapa yang datang. Ternyata yang datang adalah Binar. Mona sangat senang sekali bisa bertemu kembali dengan Binar.

__ADS_1


"Bu.. Namira ada?" Tanya Binar. Sementara Mona masih tercengang dengan apa yang ada di hadapannya. Binar pun mengernyitkan dahi dan langsung melambaikan di depan wajah Mona.


"Bu.." Ucapnya sembari melambaikan tangan di depan wajah Mona yang melamun. Mona pun sadar dari lamunannya.


"Eh iya mbak.. Non Namira ada.. silahkan masuk mbak.." Ucap Mona. Mona pun segera memberitahu Namira bahwa ada yang ingin bertemu dengannya. Namira segera bergegas menemui tamunya.


Setelah dilihat siapa yang datang, Namira langsung hilang moodnya. Ternyata yang datang adalah Binar. Binar tersenyum sinis kepada Namira. Dan Binar pun langsung menyapa Namira.


"Hai Namira.. apa kabar?" Ucap Binar sinis.


"Mau ngapain kamu kesini?" Tanya Namira tanpa basa-basi.


"Aku tamu loh disini.. masak sih, seorang tamu disambut seperti ini? Ga baik loh.." Ucap Binar sambil tersenyum sinis.


"Ga perlu basa-basi. Mau apa kamu ke sini?" Tanya Namira dengan wajah datar.


"Sabar dulu dong.. jangan emosi seperti itu.. Aku kesini ga lama kok.. Aku kesini cuma mau ngasih tau.. kalau ternyata suamimu itu hot juga ya.." Ucap Binar menghasut.


"Maksud kamu?" Tanya Namira.


"Kamu pikir Aku percaya sama kamu?" Ucap Namira dengan wajah senyum.


"Aduh, aduh.. Aku kira kamu itu perempuan pintar.. tapi ternyata kamu itu perempuan bodoh!" Ucap Binar mengejek Namira.


"Ga apa-apa dibilang bodoh.. lebih baik terlihat bodoh tapi tidak suka memfitnah orang lain.. dari terlihat pintar, kaya, berkelas.. tapi suka menghasut orang lain dan suka mengganggu rumah tangga orang lain." Ujar Namira. Mendengar jawaban Namira, Binar merasa sangat kesal. Iya berfikir bahwa Namira akan marah dan sedih ketika iya memfitnah suaminya. Dan Namira pun berkata lagi.


"Aku bukan cuma kenal kamu sehari ataupun dua hari, sebulan ataupun dua bulan. Tapi, Aku tau kamu itu mulai kita kuliah dulu.. Jadi Aku ga kaget dengan orang pembohong seperti kamu." Ucap Namira sembari menunjuk ke arah Binar. Binar merasa emosi dengan jawaban Namira.


"Kamu itu ya.. dibilangin malah ngeyel." Ucap Binar kesal.


"Kenapa kamu emosi? Karena Aku ga percaya kamu?" Ujar Namira sembari tersenyum sinis.


"Dasar perempuan tak tau diri!" Ucap Binar dan hendak melayangkan sebuah tamparan kepada Namira. Hanya saja Namira langsung menangkap tangan Binar yang ingin menamparnya. Namira pun mencengkram tangan Binar dengan kuat. Sehingga Binar tidak bisa melepaskan tangannya sendiri dari genggaman Namira.


"Namira.. lepasin bisa enggak?" Ujar Binar merintih kesakitan.


"Oh.. kamu mau dilepas? Ok, tapi kamu harus rasakan ini dulu.." Ujar Namira sembari menampar balik Binar. Sehingga Binar jatuh tersungkur.

__ADS_1


Mona yang melihat mereka sedari tadi langsung kaget ketika melihat Binar jatuh tersungkur. Iya pun akhirnya refleks dan langsung berlari menghampiri Binar.


"Binar.." Teriak Mona sembari menghampiri Binar.


"Binar.. kamu ga apa kan sayang?" Ucapnya sontak. Namira terkejut melihat kejadian itu. Iya pun menjadi syok ketika melihat reaksi Mona yang seperti itu. Mona yang begitu khawatir dengan Binar. Seketika Mona menjadi lupa bahwa iya harus berperan sebagai Mona di depan Namira. Mona terus saja panik dan langsung membantu Binar berdiri.


"Kenapa Bu Mona sepanik itu sama Binar? Apa mereka saling kenal?" Tanya Namira dalam hati.


"Binar.. kamu tidak apa-apa kan nak?" Tanya Monica.


"Enggak kok Aku ga apa-apa Bu.." Ucap Binar.


"Syukurlah kalau kamu tidak apa-apa.." Ucap Monica.


"Ibu Mona? Ibu Mona mengenal Binar?" Tanya Namira heran. Mona alias Monica tercengang mendengar ucapan Namira. Iya pun menjadi gelagapan dan bingung harus bicara apa.


"Eh.. anu non.. enggak kok.. saya tidak kenal kok." Ucapnya berbohong.


"Tapi kok tau namanya Binar?" Tanya Namira heran.


"Em.. tadi ga sengaja dengar non.." Ucapnya.


"Lalu, kenapa Bu Monica membantu dia?" Tanya Namira.


"Em.. itu non.. anu, saya teringat sama putri saya yang ada di kampung.. jadi saya reflek non.." Ucap Mona.


Tingkah Mona sangat aneh. Namira pun menjadi jadi curiga dengan sikap Mona saat ini.


"Aneh.. kenapa Ibu Mona bisa langsung merasa simpatj seperti itu ya? " Ucap Batin Namira. Namira pun akhirnya pergi dari hadapan mereka.


"Kenapa ibu khawatir sama saya? Saya kan sudah ga baik sama majikan ibu.. kenapa ibu malah membantu saya?" Tanya Binar kepada Mona.


"Oh.. enggak kok mbak.. saya hanya tidak tega saja.." Jawabnya.


Sementara Namira menjadi kepikiran terhadap sikap aneh Mona.


"Kalau diliat-liat sifat Ibu Mona seperti Monica. Sebenarnya siapa Ibu Mona itu?" Tanyanya pada dirinya sendiri.

__ADS_1


__ADS_2