
Monica merasa senang karena akhirnya Namira menawarkan untuknya bekerja di rumahnya. Dan Monica pun langsung menerima tawaran itu.
"Iya.. iya.. Saya mau, apapun akan saya kerjakan.. Asal saya dapat pekerjaan. terimakasih nona.." Ujar Monica. Dan Namira pun bertanya lagi.
"Oh iya.. nama ibu tadi siapa?" Tanya Namira.
"Nama saya Mona.. nona.." Jawab Monica. Namira pun mengangguk. Dan Namira pun mengangguk.
"Iya.. Ibu Mona, bisa kerja disini ya.. ibu juga boleh tinggal disini.. mari saya tunjukkan kamar ibu.." Ujar Namira. Dan mereka pun berjalan menuju kamar Monica. Namira rasa kamar itu layak untuk Monica. Dan kamar itu juga terlihat bagus. Namira menyuruh Monica untuk tidur di kamar tamu. Monica pun menggerutu di dalam hatinya.
"Ih.. pelit banget sih.. padahal rumahnya gede, tapi kenapa Aku di kasih kamar kayak gini.. padahal kan rumahnya gede gini, dan masih banyak kamar yang bagus.." Gerutu Monica.
"Oh iya.. ibu Mona bisa istirahat disini.. saya tinggal dulu ya.." Ucap Namira.
"Iya non.." Jawab Monica. Dan Namira pun pergi meninggalkan Monica sendirian di kamar itu.
Misi pertama Monica telah berhasil. Iya sudah masuk dalam keluarga Namira. Dan tinggal iya menjalankan rencana selanjutnya.
...****************...
Monica pun mulai mempersiapkan makan malam untuk Namira dan Malik. Tak lama, Malik pun datang kerja. Dan Namira pun membukakan pintu untuk Malik. Namira mencium tangan suaminya dan membawakan tas nya untuk Malik.
"Kak.. makan malamnya sudah siap.." Ujar Namira kepada Malik.
"Loh.. kamu kan lagi hamil, kenapa repot-repot segala sih? Aku kan udah bilang kamu ga boleh terlalu capek.." Ujar Malik.
"Oh iya.. Ini bukan Aku yang masak kok.. kita udah punya pembantu.." Ungkap Namira.
"Oh iya.. kok cepat cari pembantunya?" Tanya Malik.
"Iya.. Allah kirimkan rejeki untuk kita.. tadi itu ada ibu-ibu yang pingsan di depan rumah kita.. Awalnya Aku ga tau.. lalu Aku mendengar suara tetangga berteriak.. eh tau-taunya ada yang pingsan.. terus Aku suruh bawa ibu itu ke dalam.. Dan setelah ibu itu sadar, dia mengerang kelaparan dan haus.. terus Aku kasih dia makan dan minum.. Aku mencoba untuk tanya siapa dia dan dari mana asalnya. Dia pun memberitahu identitasnya ke Aku.. Dan dia juga butuh pekerjaan.. Kakak ga marah kan Aku nyuruh dia kerja di sini?" Tanya Namira khawatir. Malik pun tersenyum.
"Ya enggak lah.. ngapain Aku harus marah sih? Justru Aku senang kalau punya istri yang baik seperti ini.. peduli dengan sesama.." Ujar Malik sembari mengelus rambut Namira.
__ADS_1
"Makasih ya kak.." Ucap Namira. Melihat Monica merasa risih. Iya pun menggerutu dalam hatinya.
Alay banget sih mereka.." Gerutu Monica jengkel.
Kemudian, Namira pun mengajak Monica untuk ikut malam bersama mereka di rumahnya. Sementara Monica pun ingin langsung ke dapur. Lalu Namira mencegahnya.
"Loh, Ibu Mona mau kemana?" Tanya Namira.
"Saya mau ke dapur non.." Ucap Monica.
"Ngapain ke dapur.. mendingan bu Mona ikut makan bersama kami disini yuk.." Ajak Namira.
"Oh.. maaf non.. saya merasa tidak pantas untuk makan disini bersama kalian.." Ujar Monica. Namira pun tersenyum dengan jawaban Monica. Kemudian Namira pun menghampiri Monica.
"Apa yang merasa tidak pantas sih bu? Semuanya sama kok disini.. Ayok kita makan bersama-sama.. makan bersama-sama itu menyenangkan loh.." Ujar Namira.
"Tapi non.." Ucap Monica pura-pura.
"Sudah.. ga perlu merasa ga enak gitu.. ayok kita makan bersama-sama.." Ujar Namira sembari mendudukkan Monica di kursi makan.
Kemudian, Malik pun menunjukkan perhatiannya kepada Namira di depan Monica.
"Sayang.. kamu harus banyak makan, ini semua makanan sehat loh.." Ujar Malik sembari mengambilkan makanan untuk istrinya. Namira pun tersenyum dengan perhatian Malik.
"Terimakasih ya suamiku.." Ujar Namira. Malik pun tersenyum kepada Namira.
Entah kenapa dengan hati Namira. Namira merasa senang ketika Malik memberikan perhatian kepada dirinya. Perasaan Namira kali ini bercampur aduk. Begitu juga dengan Malik merasakan hal yang sama kepada Namira.
Sementara Monica yang melihat kemesraan mereka berdua semakin kesal. Iya pun mengeluarkan sumpah serapahnya.
"Sekarang kalian boleh bermesraan.. tapi liat aja entar.. Aku akan menghancurkan pernikahan kalian.." Ucap Monica.
...****************...
__ADS_1
Monica melihat Namira sedang duduk termenung di depan teras rumahnya. Sebuah kesempatan bagi Monica. Monica akan menghampiri Namira untuk mengambil hati Namira.
Monica menghampiri Namira sambil membawakan secangkir teh untuk Namira. Dan Monica pun menyapa Namira.
"Selamat pagi non.." Sapa Monica.
"Eh.. Ibu Mona.. pagi juga bu.." Balas Namira ramah.
"Ini non.. saya buatkan teh untuk non Namira.." Ujar Monica sembari memberikan secangkir teh.
"Wah.. repot-repot si bu.." Ujar Namira.
"Ga repot non.. Oh iya.. dari tadi Ibu perhatiin non Namira seperti sedang melamun.. mikirin apa non?" Tanya Monica. Namira hanya tersenyum.
"Enggak kok Bu.. Aku ga mikirin apa-apa.." Ujar Namira.
"Oh.. kirain lagi mikirin sesuatu non.. ya udah kalau begitu Ibu ke dalam dulu ya non.." Ujar Monica. Namira pun mengangguk dan mempersilahkan.
"Iya bu.. silahkan.." Balasnya. Sambil tersenyum. Monica pun melihat Namira seperti sedang menyembunyikan sesuatu. Dan Monica pun tau itu.
"Hah.. mungkin sekarang kamu boleh tidak bercerita.. tapi nanti kamu akan bercerita sendiri ke Aku.. dan disitulah awal hancurnya keluarga kamu." Ujar Monica.
Monica pun langsung masuk ke dapur. Dan Monica berfikir. tentang tujuannya.
"Tujuanku kesini kan untuk menghancurkan mereka." Ujar Monica.
Kemudian, Monica pun langsung pergi menyelinap masuk ke kamar Namira. Monica pun mencari sesuatu di kamar Namira. Kesempatan emas bagi Monica. Karena waktu itu di kamar Namira memang tidak ada siapa-siapa.
Akhirnya, secara tidak sengaja Monica pun menemukan sesuatu. Iya menemukan sebuah kotak kenangan milik Malik.
"Kotak apa ini ya?" Tanya Monica kepada dirinya sendiri.
Kemudian Monica pun segera membuka kotak itu. Monica terkejut melihat kotak itu berisi foto seorang perempuan.
__ADS_1
"Wah foto siapa ini? Kenapa wajahnya mirip Namira?" Tanyanya lagi. Monica pun terus menelusuri isi kotak itu. Hingga iya tau bahwa perempuan yang ada di foto itu adalah Laura. Kekasih Malik yang sudah meninggal lama. Dan sekarang iya jadi tau apa yang sedang dipikirkan oleh Namira.
"Jadi, selama ini suaminya Namira tidak benar-benar mencintai Namira? Apa mungkin Malik menerima perjodohan dia dengan Namira hanya karena Namira mirip dengan gadis ini? Berati selama ini perhatian Malik kepada Namira hanya karena Namira mirip Laura.. berati kasih sayang Malik itu palsu dong sama Namira.." Pikir Monica.