
Tak berselang lama Mobil Avanza putih milik Salsa kini telah sampai di depan rumah Nadia.
"Makasih banyak ya ratu ke__" Ucapan Nadia yang terpotong oleh Salsa.
"Diamnggak lo" Cetus Salsa masih dengan wajah kesalnya.
"Ih masih marah yaaa gara-gara kakinya kena injak sama kaki mulusku yang kinclong ini, eh seharusnya kamu itu bersyukur itung-itung nanti kaki kamu ketularan kinclong juga tau." Cerocos Nadia dengan ekspresi mengejek.
"Terserah, mau kaki gue kinclong kek, plontos kek, gue gak peduli pokoknya gue nggak mau ngomong sama elo lagi." Ujar Salsa dengan suara cempreng yang sedikit meninggi lalu melipat kedua tangan di depan dada kemudian mengalihkan pandangannya ke arah luar jendela mobil yang ada di sampingnya.
"Eleh-eleh neng Salsa marah, yakini nggak mau ngomong sama gue lagi???"Ujar Nadia kemudia menyolek pipih Salsa dengan jari telunjuknya.
"Issshhh...Jangan pegang-pegang kulit gue entar bau terasi lagi." Ucap Salsa dengan nada mengejek.
"Iiiiih kamu makin nyebelin yaaah." Ucap Nadia yang kemudian menggelitiki Salsa, Salsa yang tak terimah dengan hal itu kini ia pun membalas dengan menggelitiki tubuh Nadia pula.
"Hahaha masih marah ni???" Tanya Nadia di selah-selah tawanya yang kini masih menggelitiki Salsa.
"Hahaha gue bakalan makin marah kalau lo nggak mau berenti." Ucap Salasa yang kini sudah kelelahan tertawa sedari tadi.
__ADS_1
Kini merekah telah berhenti dengan aksi gelitikan itu, tampak di kedua wajah mereka tersirat rasah lelah karena tertawa sedari tadi.
"Huuuff,,,Capek,,,"Ucap Salsa yang masih ngos-ngosan sambil memegangi perutnya yang sakit karena terlalu banyak tertawa.
"Huuuff,,,Turun yuk,,,"Ajak Nadia yang juga ikut ngos-ngosan.
"Iyyaa nanti aja yah, sekalian gue nginep kalau datang."Terang Salsa.
"Ya udah gue duluan yaaah" Ucap Nadia
CUP...Satu ciuman mendarat di pipi Salsa, Salsa juga tak mau kalah dengan cepat ia juga mengecup pipi mulus milik sahabat-nya itu.
Setelah selesai dengan adegan cipika-cipiki Nadia pun bergegas turun dari atas mobil
"Assalamualaikum" Ucap Nadia yang kini sudah beranjak turun dari atas mobil.
"Wa'alaikumussalam."Jawab Salsa sambil menyalakan mesin mobilnya.
Tak lama berselang mobil Salsa sudah lumayan menjauh, Nadia yang menyadari hal itu kini bergegas masuk ke dalam rumah.
__ADS_1
_________________💐 Singapura
Ke esokan harinya tepatnya di bandara Internasional Changi tampak tiga orang pemuda yang sedang berbincang-bincang satu sama lain.
"Bro lo hati-hati yaaah."Ucap Viky yang kemudian memeluk David.
"Iya...trimah kasih ya elo udah mau jadi teman gue selama di sini, maaf atas segala sikap gue selama ini yang kurang baik sama lo."Ucap David yang kemudian membalas pelukan temanya itu.
"Iyaaa."Lirih Viky sambil melepaskan pelukannya, ada rasah sedih yang di rasakan-nya saat David memutuskan untuk pergi dari Singapura.
"David...Apabila awak akan kembali ke sini lagi? (Kapan kamu akan kembali ke sini lagi?)"Ucap Rasyid yang juga ikut memeluk david.
"Saya tidak tahu tetapi saya pasti akan kembali lagi."Ucap David meyakinkan Rasyid kemudian membalas pelukan teman dekatnya selama ia berada di Curtin Singapore.
💐🍃🍃🍃
Penasaran dengan episode selanjutnya???
yuk ikuti terus Episode-episode selanjutnya
__ADS_1