
Rita adalah seorang gadis yang beragama Kristen. Iya merupakan gadis muda lulusan luar negeri. Rita adalah gadis yang seumuran dengan Namira dan juga Nadia. Iya merupakan seorang anak tunggal dari keluarganya. Ibu Rita merupakan seorang wanita karir yang sangat sederhana dan apa adanya. Sedangkan Ayah Rita merupakan seorang pendeta yang taat terhadap agamanya.
Kedua orang tua Rita adalah orang tua yang sangat bijak. Mereka mendidik Rita untuk menjadi perempuan yang rendah hati, peduli terhadap sesama, serta gadis yang mandiri serta apa adanya.
Tak hanya itu, Rita juga di didik menjadi wanita yang tangguh dan pantang menyerah. Didikan ini selalu mereka terapkan hingga Rita dewasa. Dan Rita dilarang untuk menyombongkan diri dengan kemampuan yang iya punya. Sampai saat ini, Rita selalu ingat terhadap pengajaran kedua orang tuanya.
Rita merupakan gadis yang sangat baik, cantik dan tangguh. Dan Rita pun merupakan gadis yang pandai dalam segala hal. Dan Rita pun juga tidak pernah gentar dalam menghadapi apapun. Bahkan Rita merupakan gadis yang tegas seperti ayahnya.
Rita merupakan gadis yang lulusan luar negeri. Rita ingin menjadi seorang pebisnis handal di negaranya. Rita memiliki cita-cita ingin memiliki perusahaan sendiri. Karena iya ingin menciptakan lapangan pekerjaan bagi para pengangguran yang sudah lama menunggu pekerjaan. Rita tidak ingin melihat orang-orang sekitarnya menganggur dan tidak punya penghasilan apa pun. Rita merasa kasihan dan peduli dengan orang sekitar.
Rita sangat menekuni dunia bisnis. Dan iya pun mempelajari tentang bisnis lebih dalam lagi. Bahkan Rita pun juga belajar bisnis dari teman-teman ayahnya yang sudah menjadi pengusaha sukses.
Dan Rita pun juga ikut gabung di acara-acara seminar tentang menjadi pengusaha.
...****************...
Awal bertemu dengan Marta, karena ibunya Rita meminta tolong Rita untuk mengantarnya ke tempat arisan. Dan kebetulan acara arisan itu diadakan di rumah Marta. Dan setelah sampai sana, Rita sempat tertegun dengan rumah mewah Marta. Dan Rita pun bertanya kepada ibunya.
"Ma.. ini rumah teman mam?" Tanya Rita.
"Iya Rita.. ini rumah teman mama.. kenapa emangnya?" Tanya Ibunya.
"Rumahnya bagus ya ma... design eksteriornya sederhana tapi mewah.. Dan terlihat minimalis tapi sangat bagus..".Ujar Rita.
"Iya Rita.. namanya juga istri seorang pengusaha besar, pasti mewah.." Ujar Ibunya.
__ADS_1
"Oh.. iya ma.. Aku langsung pulang aja ya, nanti kalau mama sudah pulang Aku jemput aja.. mama kabarin kalau sudah pulang.." Ucapnya.
"Rita.. kenapa ga kamu tunggu aja sih.. kan cuma sebentar acaranya.. ga lama kok.. mama ga mau kamu bolak-balik kesini.. nanti kamu capek.. apalagi kamu baru datang dari luar negeri.." Ujar Ibunya.
"Ya, ga apa-apa ma.. lagian Aku malas dengan acara-acara seperti ini.. terlalu sosialita.." Ujar Rita menunjukkan sikap tidak sukanya.
"Ya beda lah Rita.. ini bukan kumpulan ibu-ibu sosialita, tapi ini arisan.. kalau sosialita itu pamer-pamer barang mewah, harta, berlian.. itu sosialita.. Udah kamu jangan pulang dulu ya.. mama kasian sama kamu, rumah kita kan jauh.. nanti kamu belum nyampe rumah acaranya sudah selesai.. kan balik lagi.. udah yuk ikut masuk.." Ujar mamanya. Akhirnya Rita pun mengikuti apa kata ibunya.
"Ya, udah deh ma.. Aku nurut aja apa kata mama.." Ucap Rita. Kemudian mereka pun masuk ke dalam rumah Marta.
...****************...
pov Rita
Setelah Aku masuk ke dalam rumah teman mama, Aku begitu takjub melihat design interior rumah teman mama itu. Dan Aku sangat terkejut ketika bertemu dengan teman mama. Teman mama terlihat sangat muda dan cantik. Bahkan iya terkenal sangat ramah. Aku sangat menyukainya. Iya menyambut kami dengan baik.
Mama memang benar.. dan tidak salah.. tapi kan Aku baru lulus dan belum berpengalaman di dunia bisnis. Sedangkan suami tante Marta iya sudah menjadi pengusaha yang sukses. Dan sudah berpengalaman di dunia bisnis.
.
.
.
Betul apa kata mama. acara arisan mama tidak lama. Aku dan mama pun langsung pamit pulang. Aku pun juga berpamitan dan mencium tangan tante Marta.
__ADS_1
Dalam perjalanan pulang, Aku dan mama membahas tentang tante Marta.
"Tante Marta itu masih terlihat cantik ya ma.. dia kelihatan awet muda.. Dan tante Marta sangat ramah.." Ujar Rita.
"Iya Rita.. tante Marta itu memang orang yang baik, dermawan, sederhana dan apa adanya.." Ujar Ibunya.
"Aku suka dengan Marta ma.. Aku suka orang sederhana, dermawan dan tidak sombong.. Tante Marta itu selalu merendah ya.." Ucap Rita.
"Iya Rita.. tante Marta itu selalu merendah.." Ujar Ibunya.
...****************...
Aku mulai mempelajari beberapa hal tentang ilmu bisnis. Aku sedang mencari suatu yang baru untuk memulai bisnis. Aku sempat browsing di internet dan mencari suatu pandangan tentang bisnis. Tapi, Tiba-tiba saja ada yang mengetuk pintu kamarku. Dan Aku pun langsung membukanya. Ternyata orang itu adalah mama.
"Ada apa ma?" Tanyaku kepada mama.
"Sayang.. ada yang ingin bertemu kamu tuh.." Ujar mama. Aku pun mengernyitkan dahi dan heran. Entah siapa yang ingin bertemu Aku.
"Siapa ma?" Tanyaku kepada mama.
"Tante Marta sayang.." Jawab mama. Aku pun mengernyitkan dahi. Tante Marta ingin bertemu Aku? Untuk apa ya? Karena penasaran, Aku pun langsung menemui tante Marta di bawah.
"Tante Marta.. ada apa tante?" Tanyaku. Tante Marta pun bercerita sambil menangis. Iya bercerita tentang anak laki-lakinya. Mendengar cerita tante Marta, Aku pun merasa kasihan dengannya. Ternyata benar apa kata papa, bahwa sekaya apa pun manusia, jaya apa pun manusia.. pasti memiliki masalah.
Tante Marta butuh bantuan ku. Aduh, bagaimana ini? Aku kan bukan dokter jiwa. Bagaimana Aku bisa mengobati anaknya yang sikapnya tempramen? Mau menolak Aku tidak tega. Tapi mau menerima Aku tidak bukan bidang Aku untuk merawat orang seperti itu.
__ADS_1
Karena tante Marta memaksa, Akhirnya Aku tidak tega sendiri. Dan Aku pun menerima permohonan tante Marta. Masalah berhasil ataupun gagal, itu masalah belakangan. Tante Marta pun sangat berterimakasih kepadaku karena Aku menuruti keinginannya.
Oh iya.. Aku lupa bahwa kalau Aku punya teman yang bisa menangani masalah seperti ini. Lebih baik Aku tanya sama temanku dulu cara menangani hal seperti ini. Aku pun mencoba untuk menghubungi temanku itu. Temanku langsung memberi saran kepadaku tentang cara-caranya. Dan Aku pun paham. Aku takut kalau cara ini gagal. Tapi ga apa-apa, gagal atau berhasil yang penting Aku sudah berusaha.