
Clara memesan taksi, lalu dia berniat pergi ke kantor Sultan, tapi di dekat lampu merah, dia melihat Hardi sedang bersama seorang wanita paruh baya sedang tertawa-tawa di dalam sebuah mobil mewah.
Kemarahannya memuncak saat melihat Hardi membelai wajah wanita tersebut sambil mendaratkan ciuman.
"Dasar! Laki-laki hidung belang, ini rupanya kelakuanmu di luar! Kamu menghabiskan hartaku hanya demi bergaya untuk wanita lain!" monolog Clara.
"Pak, tolong ikuti mobil itu ya!" pinta Clara.
"Yang mana Nona?"
"Itu Pak, mobil Mercedez silver," tunjuk Clara.
"Baik Non!"
Kemudian pak sopir melajukan mobilnya mengikuti mobil Mercedez yang berbelok arah ke perumahan elite.
Hardi berusaha menyenangkan target barunya, seorang Tante kaya raya yang kesepian karena suaminya lagi tugas keluar kota.
"Ayo Sayang kita masuk!" ajak Tante Salsa.
"Apa tidak apa-apa Tan? bagaimana dengan para pembantu?" tanya Hardi.
"Oh, soal itu aman! Aku akan pinta mereka pergi berbelanja, kebetulan bahan dapur sudah pada habis."
"Anak-anak Tante bagaimana, apa mereka tidak ada di rumah?" tanya Hardi.
"Anakku cuma dua dan keduanya kuliah di luar negeri, makanya aku kesepian, setiap semua serba sendiri."
"Memangnya suami berapa lama nggak pulang Tan?"
"Sudah 3 bulan, suamiku pulang per enam bulan sekali."
"Kenapa Tante tidak ikut suami saja, biasanya wanita selalu mengekori kemana pun suami pergi?"
"Ah malas Har, di sana membosankan, jauh dari hiburan dan aku jadi tidak bisa ikut arisan ibu-ibu sosialita dan stres aku kalau tidak shoping sehari saja," jawab Tante Salsa.
"Oh gitu ya Tan. Lagipula, jika Tante ikut, pasti kita nggak bakal kenal ya Tan," ucap Hardi sambil mencuri ciuman.
Tapi sebelumnya, mata Hardi celingukan melihat situasi aman atau tidak saat dia mencium Tante Salsa.
__ADS_1
"Hahaha, Kamu bisa saja, tapi kamu benar, hal inilah yang membuat saya merasa awet muda," jawab Tante Salsa dengan sikapnya yang genit.
Kemudian Tante Salsa mengajak Hardi masuk setelah seorang pelayan membukakan pintu. "Bik, tolong kamu belikan saya buah di pasar sekaligus belanja bahan dapur ya, stok kita habis 'kan?" tanya Tante Salsa.
"Iya Bu," jawab Inem.
"Mang Indra suruh antar bibi pake motor! jadi biar cepat dan enak membawa barang," ucap Tante sambil menyerahkan sejumlah uang kepada Bi Inem.
"Baik Bu,"
Bi Inem pun memanggil mang Indra yang sedang mengurus taman bunga di halaman belakang, lalu keduanya menggunakan motor, bergegas pergi ke pasar.
Tante Salsa pun mengalungkan tangannya ke leher Hardi dengan manja sembari berkata, "Ayo Sayang, kita ke kamar, aku sudah tidak tahan," ucap Tante Salsa.
Sebenarnya Hardi rada risih karena dia dan Tante Salsa sangat jauh berbeda usia, tapi demi hidup terjamin Hardi rela melakukan apapun.
Hardi gantian mengalungkan tangannya ke leher Tante sembari mendaratkan ciuman.
Tante Salsa semakin bersemangat, lalu dia membalasnya dengan ciuman yang menuntut.
Hardi berhasil membuat si Tante mulai melayang, lalu dengan sigap Hardi pun menggendong si Tante menuju kamar utama sesuai petunjuk Tante Salsa.
Tubuh Tante sintal dan padat berisi karena dia rajin berolahraga dan tentunya rutin perawatan.
Hardi yang sudah lihai segera melakukan apa yang Tante inginkan hingga membuat si Tante sebentar saja tidak berkutik.
Tante Salsa tersenyum saat mereka sama-sama mencapai puncak kenikmatan yang membawa keduanya ke surga dunia.
Setelah menjalankan tugasnya, Hardi segera bergegas, dia tidak ingin para pelayan memergoki mereka berduaan tertidur di kamar.
Tante yang merasa terpuaskan, tanpa ragu memberikan satu ikat uang ratusan sebelum Hardi pergi.
Dan dia membiarkan Hardi menggunakan mobil dengan alasan, Hardi sekarang adalah sopir pribadinya.
Hardi dengan tersenyum gembira menerima uang serta kunci mobil dan dia berjanji akan menjemput Sang Tante sore nanti saat Tante Salsa hendak pergi ke sanggar senamnya.
Sementara Clara dan sopir taksi tidak bisa masuk ke area kompleks perumahan tersebut, karena mereka tidak membawa kartu identitas khusus dari para pemilik yang tinggal di area kompleks tersebut.
Clara sangat kesal, lalu dia menghempaskan tasnya di dalam mobil dan dia meminta Pak sopir untuk menunggu di luar gerbang. Clara berharap, Hardi akan segera keluar.
__ADS_1
Dan Clara pun tersenyum saat melihat mobil yang di kendarain Hardi keluar dari kompleks tersebut.
Kemudian, Clara meminta Pak sopir untuk mengikuti Hardi kembali. Dan Pak sopir berhasil menghentikan Hardi dengan cara menyalib mobil yang Hardi kendarain.
Hardi terkejut, hampir saja mobilnya tergores apabila dia tidak segera mengerem mendadak.
Dengan angkuh, Hardi pun turun hendak memarahi pak sopir, tapi saat jendela mobil taksi terbuka, Hardi terperanjat, dia ketakutan seperti baru saja melihat hantu.
Clara mengulurkan tangannya menjewer telinga Hardi, lalu dia berkata, "Kamu jelaskan sekarang juga, siapa wanita tadi Hardi!" ucap Clara.
"Ampun Sayang, ampun! Aku akan jelaskan semuanya, kamu jangan salah paham!" mohon Hardi.
"Oke, sekarang kamu ikut aku, aku ingin mendengar alasan mu!" ucap Clara.
"Baiklah, kita akan kemana Sayang?" tanya Hardi.
"Balik ke apartemen!" jawab Clara.
Hardi pun mengangguk, lalu mereka pun pergi ke apartemen Sultan. Di sana, Clara pun menarik Hardi untuk segera memberikan penjelasan.
Hardi pandai membalikkan fakta, dia malah menyalahkan Clara yang belakangan telah mengabaikan dirinya.
Makanya dia beralasan mencari pekerjaan dan ternyata berhasil diterima sebagai sopir pribadi si Tante kaya.
Clara tidak percaya, lalu dia mengeluarkan ponsel dan terlihat lah di sana foto Hardi sedang mencium si Tante Salsa.
"Oh, ini toh yang membuatmu marah! sebentar aku jelaskan dulu," ucap Hardi.
Kemudian Hardi pun mengatakan dia harus seramah dan sebaik mungkin terhadap Tante Salsa demi Clara dan bayinya.
Hardi menjelaskan, dia ingin mendapatkan bagian harta milik Tante yang akan dia berikan kepada Clara.
Kemudian Hardi mengeluarkan uang yang diberikan oleh Tante kepada Clara untuk meyakinkan Clara jika dirinya benar-benar bekerja demi Clara dan bayi yang ada di dalam kandungannya.
"Ini simpanlah, untuk kebutuhan mu dan bayi kita, nanti jika Tante membayarku lagi, aku pasti akan memberikannya untuk mu."
"Maaf Sayang tadi aku sempat marah, habisnya aku lagi kesal terhadap Kak Sultan, eh...malah melihatmu berciuman. Coba bayangkan bagaimana perasaan ku!"
"Iya, aku juga minta maaf Sudah ya, jangan ngambek," ucap Hardi sambil mencium Clara.
__ADS_1
Clara yang sedang stres, ingin Hardi menemaninya dulu seharian ini, tapi Hardi hanya bisa menemaninya hingga menjelang siang, karena dia harus mengantar si Tante Salsa.
Kemudian Clara pun mengajak Hardi ke kamar, karena dia ingin berbaring, meluruskan pinggangnya yang saat ini terasa sakit.