MUTIARA TERABAIKAN UNTUK ADAM

MUTIARA TERABAIKAN UNTUK ADAM
BAB 33. SADAR TELAH DIMANFAATKAN


__ADS_3

Clara sudah sampai kembali di hotel tempat dia menginap, lalu dia mengetuk pintu kamar Hardi yang ada di sebelah kamarnya, tapi tidak ada jawaban dari dalam.


Kemudian Clara berbalik hendak bertanya kepada pelayan pengantar makanan yang ada diujung lorong.


"Mas, tunggu sebentar! apa Pemuda yang menginap di sebelah kamar saya sudah kembali atau belum ya?" tanya Clara.


"Oh, Mas Hardi ya? Belum Mbak, tadi aku ketuk juga tidak ada jawaban. Mungkin tidak kembali Mbak, tadi aku lihat ada beberapa orang temannya saling berpasang menjemput Mas Hardi. Dan aku mendengar, mereka akan menghadiri pesta," ucap pengantar makanan.


"Pesta! memangnya mereka mengatakan mas, mau menghadiri pesta di mana?" tanya Muti.


"Di club malam gitu, Mbak. Kalau nggak salah, club malam yang terkenal di sekitaran sini."


"Terimakasih atas infonya ya Mas, ini tips buat Mas!" ucap Clara sembali menyodorkan lembaran uang kertas lima puluh ribuan.


"Terimakasih Non, saya permisi."


Pengantar makanan sudah pergi, lalu Clara masuk ke dalam kamarnya untuk mengambi jaket. Dia tidak mau sakit karena terkena angin malam.


Clara pun bergegas menuju club malam paling terkenal di sana, dengan meminta petunjuk dari pihak hotel, akhirnya Clara berhasil menemukan tempat tersebut.


Suasana sangat ramai, ternyata mereka memang sedang mengadakan sebuah pesta. Terlihat seseorang sedang dielu-elukan hingga suara sorak sorai terdengar sangat riuh.


Clara mendekati kerumunan tersebut dan ternyata dia melihat orang dalam kerumunan itu adalah Hardi.


Hardi sedang tos dengan menggunakan gelas minuman bersama teman-temannya, lalu beberapa orang wanita bergelayut manja pada lengannya dan tidak segan-segan mendaratkan ciuman di pipi dan juga bibir Hardi.


Clara yang memang hatinya sedang kesal bertambah panas, saat melihat kelakuan Hardi. Dia tidak menyangka jika Hardi menghamburkan uang pemberiannya untuk pesta minum dan wanita.


Bahkan Clara melihat, Hardi menyelipkan uang lembaran ratusan ke bagian dada wanita-wanita tersebut.


"Ba****an! bisa-bisanya dia memanfaatkan aku! ternyata selama ini aku cuma dijadikan alat penghasil uang untuknya," monolog Clara.

__ADS_1


Clara lalu menerobos kerumunan, dia menarik dan menjambak satu persatu wanita itu hingga mereka kesakitan.


"Rasakan ini! Enak sekali kalian! Aku yang berusaha mendapatkan uang itu dan ternyata kalian yang menikmatinya," ucap Clara sambil mendorong para wanita itu hingga jatuh ke lantai.


Lalu Clara menghampiri Hardi, menarik kerah kemeja yang dia pakai sambil berkata, "Dasar, pria brengsek, ternyata selama ini kau telah menipuku. Kembalikan uangku, kembalikan kartu Atm Sultan dan transfer kembali uang Dp rumah tersebut. Pasti itu cuma akal-akalan mu saja 'kan? rumah itu tidak kamu panjar."


Suasana pesta itu jadi kacau, gelas dan botol pada pecah karena amukan Clara. Petugas keamanan club pun datang meminta mereka untuk bubar sebelum keributan membesar dan memancing datangnya pihak polisi.


Satu persatu tamu pergi meninggalkan Clara dan Hardi yang masih bertengkar. Sementara Clara masih menarik dan memukuli Hardi agar dia mengembalikan semua uang yang telah Clara titipkan ke dia.


"Ayo cepat berikan kartu Atm itu! dan juga dompetmu!" teriak Clara.


Sabar sayang, tenang! Jangan marah dulu, uang itu masih ada kok, aku cuma meminjamnya sedikit, hanya 50jt saja yang baru aku habiskan. Sisanya masih ratusan juta dalam Atm itu 'kan. Kalau yang ditransfer itu ya sudah aku stor ke temanku yang menjual rumah itu, mana bisa ditarik lagi," kilah Hardi.


"Sekarang mana dompet kamu!" bentak Clara sambil merampas dompet Hardi dari tangannya.


Clara membuka dompet itu, dan dia mengambil kartu Atm milik Sultan yang dia titipkan ke Hardi lalu dia mengambil lembaran uang tunai ratusan ribu yang berjumlah 3jt serta mengambil kartu Atm pribadi Hardi.


"Tolong sayang, kartu Atm pribadiku jangan kamu ambil dong, bagaimana aku akan membayar keperluanku selama di sini, jika semua uangku kamu kuras," mohon Hardi sambil mengatupkan kedua tangannya.


"Please, aku beritahu tapi jangan kamu ambil ya uangnya, kasihani dong aku, mana tiket pesawat untuk pulang belum aku beli," ucap Hardi.


Clara tidak mempedulikan omongan Hardi, dia hanya ingin tahu berapa isi saldo rekening Hardi.


"Ayo berapa pun nya!" paksa Clara.


Akhirnya Hardi pun terpaksa memberitahu bahwa nomor pin kartu Atm nya adalah tanggal lahir Clara.


Clara pun bergegas meninggalkan club, dia ingin mencari mesin Atm terdekat. Ternyata tidak jauh dari sana ada mesin Atm Bank Mandiri. Kemudian Clara mengecek saldo yang ada di rekening Hardi, ternyata hanya tinggal 2 jt saja.


Dengan wajahnya yang bersemu merah karena menahan marah, Clara pun melemparkan kartu Atm tersebut ke wajah Hardi lalu pergi meninggalkan tempat itu.

__ADS_1


Hardi berteriak-teriak memanggil Clara tapi Clara tidak menghiraukannya lagi.


Selama ini dia mempercayakan semua uang yang di dapatkan dari Sultan kepada Hardi untuk di simpannya demi masa depan mereka nanti, tapi ternyata telah dihabiskan oleh Hardi.


Untung saja uang yang ada di dalam kartu Atm pemberian Sultan yang baru masih bersisa walau sudah Hardi habiskan senilai 50 jt.


Yang Clara ragukan sekarang adalah uang 50 jt sebagai Dp rumah, bisa jadi itupun habis di tangan Hardi.


Dia takut jika Sultan nanti menanyakan dan meminta tunjukkan rumah yang sudah Sultan panjar.


Kepala Clara pusing, dia mengacak-acak rambutnya, kenapa selama ini dia percaya saja dengan omongan Hardi.


Untuk menuntut Hardi, jelas tidak mungkin, pasti kedok dirinya juga bakal dibongkar Hardi di depan Sultan.


Sekarang Clara dalam dilema, dimakan mati Bapak, nggak dimakan mati mamak.


Di bongkar, pasti Clara yang rugi. Sultan pasti akan membenci, meminta kembali semua uang yang selama ini Sultan berikan beserta mobil dan perhiasan. Jika tidak di bongkar, hidup Hardi terlalu enak sudah menikmati sangat banyak dan mungkin kedepannya akan memerasnya lagi.


Sekarang Clara harus berpikir keras, bagaimana caranya agar Sultan tetap percaya dan terus memberikan uang serta membuat antisipasi, jika sewaktu-waktu Hardi berkhianat dan membongkar semuanya di depan Sultan.


Kali ini keputusan Clara sudah bulat, dia akan mempercepat pernikahan dengan Sultan dan tidak menunda kehamilan, guna mengikat Sultan agar tidak meninggalkan dirinya jika rahasia persengkongkolannya dengan Hardi suatu saat terbongkar.


Clara harus bisa sesegera mungkin menyingkirkan Mutiara dari hidup Sultan, dia tidak mau ikatan pernikahan Sultan dan Muti yang di setujui oleh pihak keluarga Sultan akan membuat dirinya tersisih sebagai istri kedua.


Bila perlu, Clara juga harus menyingkirkan Hardi demi menutup rahasia dan demi kenyamanan hidup rumah tangganya nanti bersama Sultan.


Berbagai rencana berkecamuk di pikiran Clara, saat ini dia belum ingin pulang ke hotel karena Hardi pasti sudah menunggunya di sana.


Mungkin Clara akan menginap di tempat lain sambil menunggu keberangkatannya besok.


Saat ini Clara menginap di penginapan kecil yang tidak jauh dari Bandara, untung saja dia sudah memaketkan semua oleh-oleh yang Sultan berikan, jadi hanya koper pakaian saja yang masih tertinggal di kamar hotel.

__ADS_1


Besok, jika Sultan menelepon, Clara baru akan mengambil kopernya dan dia akan menitipkan mobil untuk sementara, di rumah keluarga ibunya yang bekerja di Bandara Ngurah Rai Bali.


Mobil itu ternyata sengaja di beli oleh Sultan, saat mereka baru tiba di Bali sebagai fasilitas untuk Clara dan dirinya jalan-jalan.


__ADS_2