
"Ayolah sobat, apa kalian akan menunggu, mengalami sepertiku, baru sadar! Percuma dan hanya penyesalan yang ada. Setelah kita kehilangan, semua tidak akan ada artinya."
"Terimakasih Tan, aku akan mengikuti jejak mu. Aku akan berbaikan kembali dengan istri dan meninggalkan wanita ku, semoga saja belum terlambat!" ucap salah satu teman Sultan.
"Bagaimana dengan kalian? Apakah masih ragu? Semua terserah, pilihan hidup mau hancur atau meraih kebahagiaan ada di tangan kalian masing-masing. Ayo sobat, kita keluar dari sini!" ajak Sultan kepada satu temannya yang telah sadar dan ingin berubah.
"Oh ya, semua sudah aku bayar dan mungkin ini pertemuan kita yang terakhir, jadi aku minta maaf kepada kalian semua jika selama ini banyak kesalahan yang telah aku lakukan dan tentunya telah merepotkan kalian," ucap Sultan.
Kemudian diapun berjalan keluar club bersama satu orang temannya menuju area parkir. Tanpa Sultan duga yang lain ternyata menyusul pergi dari sana.
"Sultan tunggu! Apakah kami masih boleh mengikuti jejakmu?" teriak beberapa orang teman Sultan yang setengah berlari mengejar langkahnya.
Mendengar teriakan tersebut, Sultan menoleh, lalu dia tersenyum dan berkata, "Ayolah! Kesempatan masih terbuka luas bagi yang ingin berubah jadi baik!"
"Kalian memang para sahabat terbaikku! Aku tunggu kehadiran kalian di tempat baruku dan jika berkenan bawalah keluarga kalian sekalian liburan," ucap Sultan.
Mereka saling mengeratkan tangan dan berpelukan satu sama lainnya. Enam sekawan berjanji akan memperbaiki diri untuk meraih kehidupan berumah tangga yang lebih baik.
Mereka sepakat, liburan sekolah tahun depan akan mengajak anak dan istri mengunjungi Sultan di Inggris.
Dan Sultan juga berjanji akan membantu biaya liburan satu keluarga temannya yang saat ini kondisi ekonominya sedang tidak stabil, apabila pada saatnya nanti masih belum juga ada perubahan.
Enam sekawan itupun kembali ke rumah mereka masing-masing. Sultan rencananya malam ini akan menginap di rumah perusahaan, sekalian mau membereskan barang-barangnya dan membawa ke rumah orangtuanya.
Dia akan menitipkan sebagian barang di sana sebelum dirinya berangkat.
Saat dalam perjalanan pulang, Sultan melihat Hardi dengan Tante girangnya sedang bermesraan di pemberhentian lampu merah.
__ADS_1
Sultan tersenyum, dia berharap Clara akan segera tahu dan menuai apa yang telah Clara lakukan selama ini terhadap dirinya.
Dengan membunyikan klakson secara kuat berulang-ulang, Sultan berhasil mengejutkan Hardi. Hardi hendak memaki siapa yang telah usil mengganggu kesenangannya, tapi dia terkejut saat tahu orang tersebut adalah Sultan.
"Tunggu saja bajingan! karmamu akan segera berlaku!" teriak Sultan.
Kemudian Sultan pun melajukan mobilnya dengan kencang setelah lampu merah berganti hijau. Sultan meninggalkan Hardi yang kesal karena makiannya.
Sultan tiba di rumah perusahaan tempat dia tinggal selama ini pada tengah malam. Security yang hafal dengan kenderaan Sultan pun segera membukakan pintu gerbang dan mempersilakan sang majikan untuk masuk.
Setelah memarkirkan kendaraannya, Sultan masuk dan mulai membereskan barang-barangnya.
Ternyata, saat dia hendak memasukkan semua ke dalam kardus, buku nikah yang belum sempat dia serahkan kepada pengacara Pradipta, jatuh dari tumpukan buku-bukunya.
Sultan memungut buku itu, lalu diapun membukanya lembar demi lembar. Semua hanya tinggal kenangan, kenangan yang tidak akan Sultan lupakan seumur hidup, bahwa dia pernah menyakiti hati Mutiara yang begitu mulia.
Setelah selesai membereskan barang, Sultan menaikkan barang-barang tersebut ke dalam mobil dibantu oleh security.
Security pun bertanya, kenapa Sultan membereskan barang dan Sultan pun menjelaskan bahwa dia akan melanjutkan study sedangkan pengawasan perusahaan akan dilanjutkan oleh sang adik.
Sultan kembali ke dalam rumah untuk beristirahat, besok pagi dia baru meninggalkan tempat tersebut pulang ke rumah orangtuanya.
Sementara kehidupan Clara setelah di usir dan ditalak oleh Sultan, tidak sesuai dengan yang dia harapkan.
Clara tinggal di rumah kontrakan kecil di sekitar pasar. Di sana dia memperdagangkan barang-barang branded yang pernah Clara dapatkan dari Sultan.
Dia mengambilnya dari rumah orangtua dan juga dari rumah kontrakannya yang lama. Sedangkan yang ada di apartemen Sultan tidak sempat Clara ambil karena dia keburu diusir
__ADS_1
Hasil penjualannya dia pakai untuk memenuhi kebutuhan hidup karena yang diberikan oleh Hardi tidak mencukupi.
Hardi datang kesana saat dia ingin saja, Hardi lebih banyak menghabiskan waktunya bersama Tante Salsa, si Tante girang. Hardi telah menjadi berondong simpanan Tante Salsa, sebagai pemuas nafsu saat sang suami bertugas keluar kota.
Tante Salsa telah membelikan Hardi sebuah apartemen dan juga satu unit mobil mewah. Di sanalah, tempat mereka memadu kasih, ketika si Tante membutuhkannya.
Taraf kehidupan Hardi meningkat, selain apartemen dan mobil, Hardi juga di beri fasilitas kartu kredit tanpa limit.
Tapi Hardi lupa akan tanggungjawabnya terhadap Clara, dia hanya memberikan nafkah sebatas uang belanja harian saja, yang hanya cukup untuk membeli makanan.
Clara yang menuntut pernikahan dari Hardi belum juga berhasil. Hardi selalu menunda-nunda pernikahan dengan alasan menunggu kesembuhan orangtuanya.
Malam ini Clara berharap Hardi datang, dia yang terbiasa mendapatkan nafkah batin berlebih menjadi uring-uringan.
Clara berulang kali menelepon tapi ponsel Hardi tidak aktif, dia marah dan membanting ponselnya di kasur.
Setelah itu Clara meremas perutnya sambil berkata dengan bayi yang ada dalam kandungannya, "Kamu sudah tidak berguna lagi lahir kedunia! Tambang emas ku sudah hancur dan ayahmu tidak bertanggungjawab, jadi nggak ada guna aku mempertahankan mu lagi. Kamu hanya menghalangi gerakku, hingga aku hanya jadi penunggu rumah yang sumpek ini!" ucap Clara sambil terus meremas perutnya.
Rencananya besok Clara akan meminum jamu untuk menggugurkan kandungan dan mencari tahu cara apa lagi yang bisa dia lakukan agar mempercepat proses pengguguran tersebut.
Dia ingin melakukan aborsi dengan bantuan dokter, tapi saat ini Clara tidak memiliki uang. Sementara stok uang yang ada hanya cukup untuk kebutuhan sehari-harinya saja.
Clara mengintip dari jendela, tapi yang ada hanya kegelapan dan kesunyian di sana. Hardi tidak juga muncul batang hidungnya. Kesal menunggu, akhirnya Clara pun tertidur dan dia bermimpi bertemu Sultan kembali.
Dalam mimpinya, Sultan kembali menduduki posisi Dirut, sementara Clara datang ke perusahaan dengan bangga memperkenalkan diri sebagai istri Sultan.
Clara terbangun saat bantal yang dia peluk terjatuh dan dia duduk merenung, menafsirkan arti mimpinya itu.
__ADS_1
Besok, Clara berencana akan mencari tahu tentang kabar Sultan dan jika masih ada kesempatan, Clara berniat akan meminta maaf serta berusaha merayu Sultan lagi. Supaya bisa rujuk, setelah dia berhasil menggugurkan kandungannya nanti.