MUTIARA TERABAIKAN UNTUK ADAM

MUTIARA TERABAIKAN UNTUK ADAM
BAB 95. KEHADIRAN YANG TAK DISANGKA


__ADS_3

Sultan dan Muti sudah tiba di pabrik konveksi, di sana penanggung jawab pabrik langsung menghampiri mereka.


"Selamat datang Pak, Bu. Perkenalkan Bu, Saya staf penanggungjawab di sini. Mari Bu, silahkan masuk, contoh barang yang mau kita kirim ada di ruangan Saya. Jika ingin jalan-jalan melihat kegiatan pabrik nanti biar Saya temani."


Sultan dan Muti pun mengikuti staf penanggungjawab tersebut ke ruangannya. Dia menunjukkan beberapa jenis pakaian sekolah yang siap untuk dikirim. Muti segera memeriksa kualitas bahan dan juga kualitas jahitan.


Setelah di rasa aman dan sesuai standard perusahaan, Muti ingin ke pabrik untuk melihat proses pemotongan dan penjahitan.


Karyawan tersebut pun mengantar mereka ke pabrik, Muti baru tahu ternyata perusahaan konveksi milik keluarga Hendrawan sangatlah besar dengan ribuan karyawan di dalamnya.


Dia berkeliling dan ngobrol dengan para pekerja, menanyakan tentang bahan dan cara kerja mesin masing-masing.


Sementara Sultan yang tidak suka dengan cara kerja Muti yang menurutnya melelahkan dan membosankan, memilih keluar. Dia duduk di ruangan staf pabrik sambil menikmati sebatang rokok.


Muti yang sudah selesai dengan pekerjaannya, lalu pamit kepada para karyawan dan segera mencari Sultan.


Saat Muti tiba di ruangan, Sultan pun bertanya, "Sudah selesai Bu? Oh ya, Kusarankan jangan terlalu dekat dengan bawahan atau mereka akan menyepelekanmu," ucap Sultan.


"Aku rasa tidak! Kamu salah menilai mereka," ucap Muti.


"Kamu jangan sok pintar, baru juga sehari bekerja, aku lebih tahu tentang bisnis ini, aku yang sudah bertahun-tahun mengenal mereka."


"Oh, kalau begitu cepatlah tandatangani surat menyuratnya, jadi semua cepat selesai dan aku tidak akan pernah mencampuri urusan bisnis keluarga kakak lagi!"


Sultan terdiam saat Muti menantangnya dan Muti yang malas berdebat lagi, langsung menuju parkiran. Dia tidak jadi kembali ke kantor, melainkan memesan ojek online tujuan kantor ayahnya.


Rencananya, setelah dari kantor sang Ayah, Muti akan langsung ke rumah mertuanya.


Sultan mengejar Muti, diapun mengajak Muti untuk kembali ke kantor karena masih ada yang mau dia kerjakan.


"Ayo naik!" ajak Sultan.

__ADS_1


"Maaf Kak! Aku batalkan niatku, aku mau langsung ke kantor ayah dan setelah itu baru menjenguk Papa."


"Kamu tidak boleh seenaknya dalam bekerja, bagaimana mungkin perusahaan bisa maju, jika pemimpinnya seperti ini, pulang dan pergi sesuka hati."


"Terserah Kakak mau bilang apa! Maaf, aku duluan Kak, ojek pesanan ku sudah datang," ucap Muti, lalu dia meminta driver untuk segera berangkat.


Sultan kesal, Muti belakangan ini sering membantah dan menentangnya, lalu dengan kasar dia menutup pintu dan melajukan mobilnya dengan kencang kembali ke kantor.


Di rumah kediaman Muti, Clara hari ini ngidam makan cilok, lalu dia meminta bibi untuk membelikannya, kemudian Clara tiduran santai di depan televisi sembari menunggu kepulangan Bi Tina.


Saat bel berbunyi, Clara bersemangat membukanya karena dia kira Bi Tina sudah kembali, tapi dia sangat terkejut saat melihat siapa yang datang.


"Siapa kamu!" tanya mama Sultan heran.


"Ngapain kamu di sini! Ini rumah menantu kami, jangan coba-coba kamu mengusiknya atau kau akan menyesal telah berurusan denganku!" ancam Papa Hendrawan.


"Papa kenal dia?" tanya Mama.


"Apa! Ngapain kamu di sini! Cepat keluar dari rumah ini atau aku akan memanggil polisi untuk mengusirmu!" ucap Mama.


"Kalian, silahkan masuk dulu, jangan marah-marah di luar nanti jika tetangga mendengarnya, putra dan menantu kalian juga yang akan malu. Nah aku yang beruntung, identitas ku jadi terungkap. Aku sudah menikah dengan putra kalian, jadi suka atau tidak sekarang aku adalah menantu kalian dan aku tinggal di sini juga atas izin Sultan dan Muti. Jika kalian tidak percaya, silahkan tanyakan langsung kepada mereka," ucap Clara.


"Mut, Muti, mama dan papa datang Nak!" ucap Mama sambil menaiki anak tangga.


"Percuma juga teriak-teriak Ma, tidak ada orang lain di sini, selain aku. Muti sudah mulai ngantor hari ini!" terang Clara.


"Apa kamu bilang, hei...jangan sembarangan ya memanggilku mama, cuma Muti yang berhak untuk itu. Aku nggak sudi kau memanggilku dengan sebutan mama."


"Tapi, kalian harus tahu, aku saat ini sedang mengandung dan apa kalian tega tidak mengakui darah daging kalian sendiri," ucap Clara.


Nafas papa Hendrawan mulai sesak dan dia memegangi dada kirinya, hingga membuat Mama cemas.

__ADS_1


Lalu, mama bergegas memegangi dan meminta Papa untuk duduk.


"Pa, tenanglah! Jaga emosi papa. Muti bisa kuat menghadapi ini tanpa memberitahu kita. Kasihan dia Pa, jika sampai melihat Papa sakit lagi gara-gara wanita pelakor itu!"


Papa mulai mengatur nafasnya, apa yang diucapkan sang istri semuanya benar, maka dia harus bisa tenang menghadapi kejutan yang tidak pernah dia duga ini.


"Telepon Sultan dan minta dia untuk pulang Ma, dia harus jelaskan semua ini ke kita."


"Muti bagaimana Pa?"


"Suruh pulang keduanya, kita tidak adil, telah membuatnya terjebak dalam situasi seperti ini."


Mama menelepon Sultan, dengan marah beliau meminta Sultan untuk segera pulang dan memintanya untuk memberitahu Muti bahwa Papa dan Mama menunggu mereka di rumah.


Sultan terkejut, kenapa kedua orangtuanya tiba-tiba datang kerumah tanpa pemberitahuan terlebih dulu. Padahal dirinya belum siap untuk menjelaskan kenapa Clara saat ini tinggal di sana.


Kemudian Sultan menghubungi Muti untuk memberitahu bahwa sekarang juga dia harus pulang, tapi Muti tidak menyangkat panggilan darinya.


Muti memang sengaja, tidak mengangkat panggilan tersebut, karena Muti sedang tidak ingin diganggu oleh siapapun. Saat ini dirinya sedang bersama sang ayah untuk mengatakan kejujuran tentang situasi rumah tangganya.


Sultan kesal, lalu dia putuskan untuk pulang sendiri, nanti dijalan dia akan menghubungi Muti lagi.


Dia harus siap mendapatkan amukan dari orangtuanya terutama sang Papa, bahkan mungkin dengan konsukuensi terburuk yang bakal keduanya lakukan terhadapnya dirinya dan Clara nanti.


Bersambung.....


Mampir juga yuk sobat dalam karya kakak kami, yang selalu baik mengurusi karya para penulis hingga mengabaikan karyanya sendiri, jangan lupa ya tinggalkan jejak kalian di dalam karya kami. Terimakasih πŸ™πŸ˜˜



__ADS_1



__ADS_2