MUTIARA TERABAIKAN UNTUK ADAM

MUTIARA TERABAIKAN UNTUK ADAM
BAB 128. MENYELIDIKI PENYEBAB KECELAKAAN


__ADS_3

Jam di dinding masih menunjukkan pukul 6 pagi, tapi Muti sudah selesai berdandan hendak pergi ke kantor. Padahal Bibi belum selesai memasak sarapan. Akhirnya, Muti pun hanya minum susu dan makan selapis roti berbalut selai srikaya.


"Kok pagi sekali berangkatnya Nduk?" tanya ibu yang baru keluar dari kamar.


"Iya Bu, Muti kan menyetir sendiri, jadi untuk menghindari keramaian dan macet, lebih baik berangkat pagi. Lagipula hari ini ada yang ingin Muti selidiki Bu tentang kejadian yang menimpah Elena dan Muti akan membereskan barang, bersiap pindah ke kantor Mas Adam," jawab Muti.


"Apa tidak sebaiknya bareng ayah saja Nduk?" tanya Ayah yang sudah berdiri di belakang ibu.


"Ayah 'kan mau bertemu klien, nanti malah Muti merepotkan Ayah. Muti coba berangkat sendiri saja Yah, sambil melemaskan tangan, memahirkan menyetir."


"Tapi hati-hati ya Nduk, maklumlah lalu lintas kota sangat padat," ucap Ayah.


"Iya Ayah. Muti berangkat dulu ya Yah, Bu," pamit Muti sambil mencium tangan kedua orangtuanya.


Muti pun mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang, dia tidak ingin beresiko celaka, sedangkan Elena masih beristirahat karena kakinya belum sembuh total. Selain itu, dia akan dijemput oleh Raja nanti pukul 9 pagi.


Dalam perjalanan, Muti menerima telepon dari Adam. Adam bermaksud menjemput Muti, tapi saat Muti mengatakan jika dirinya sudah berangkat dengan menyetir mobil sendiri, Adam pun merasa khawatir.


Dia mewanti-wanti agar Muti berhati-hati dan jangan ngebut, biar lambat asal selamat sampai ke tujuan.


Mendengar nasehat Adam, Muti jadi geli, dia seperti anak kecil yang baru belajar berjalan dan Adam sebagai orangtua yang takut anaknya terjatuh.


Akhirnya tawa Muti meledak saat Adam mengatakan jika dia akan menjemput dan mengiringi Muti di perjalanan.


"Kamu kok tertawa Sayang?" tanya Adam.


"Habisnya Mas Adam sih khawatirnya melebihi Ayah, bagaimana Muti akan mandiri Mas, jika Mas kawal Muti terus. Mas sebentar lagi akan berangkat dan Muti harus segera menggantikan Mas memimpin perusahaan, masa Bos nya mau jadi wanita manja terus," jawab Muti.


"Baiklah kalau begitu aku tunggu kamu di kantor ya, tapi ingat harus tetap hati-hati!"


"Iya Sayang, Mas Adam tenang saja, Muti akan sampai dengan selamat."


Setelah memberi pesan kepada Muti, Adam pun menuju ke Perusahaan Hendrawan Group, dia akan membantu menyelidiki dan membantu membereskan barang-barang Mutiara.


Adam sudah tiba lebih dulu, dia menunggu Muti di parkiran perusahaan. Di sana dia sambil mengecek laporan perusahaan lewat laptop yang saat ini dia bawa.


Menunggu sekitar setengah jam, Muti pun tiba. Adam mematikan laptopnya dan turun dari mobil mendekat ke mobil Mutiara.

__ADS_1


Dia membukakan pintu sembari mengulurkan tangan dan berkata, "Alhamdulillah, tuan putriku selamat."


Muti tersenyum, dia sebenarnya senang melihat Adam begitu perhatian, tapi dia tidak ingin Adam terlalu mengkhawatirkannya. Hal itu akan membuat Adam tidak tenang saat pergi menjalankan tugasnya nanti.


Muti menyambut uluran tangan Adam, lalu diapun turun sambil bertanya, "Apakah Mas Adam sudah sampai sejak tadi?"


"Lumayanlah, bisa selesai memeriksa satu laporan," jawab Adam.


"Wah, aku kaya siput ya Mas nyetirnya," ucap Muti sembari tersenyum.


"Mending kaya siput daripada celaka," ucap Adam.


"Saat aku pergi nanti, sebaiknya kamu pakai jasa sopir saja deh Yang, biar aku tenang di sana!" pinta Adam.


"Baiklah Mas, Mas Adam jangan khawatirkan hal itu lagi ya. Ayo cepat kita selidiki dari mana kita mulai Mas?" tanya Muti.


"Area kamera CCTV dimana saja Mut?"


Muti pun, menunjukkan kepada Adam dimana letak beberapa kamera yang terpasang.


Dan ternyata benar, tidak ada terpasang di sekitar area parkir dan jangkauan monitor lain juga tidak sampai kesana.


"Kamu harus tanya siapa security yang bertugas siang itu!" saran Adam.


"Oke Mas, ayo kita ke dalam untuk cari tahu siapa yang bertugas kemaren."


Muti pun mengajak Adam masuk ke ruangannya, lalu dia meminta Dina, sang sekretaris untuk datang membawa daftar nama-nama security yang bertugas kemaren.


Dina pun datang membawa selembar kertas yang berisi daftar hadir para security yang bekerja kemaren.


"Ini Bu!" ucap Dina sembari mengulurkan kertas tersebut ke tangan Muti.


"Dari keenam security yang kemaren hadir, mana yang bertugas di dekat area parkir Din?" tanya Muti.


"Sopran Bu, tapi hari ini dia tidak hadir, kata temannya sakit!" jawab Dina.


"Bisa minta tolong Mbak, carikan data pribadinya, Saya ingin tahu alamatnya!" pinta Adam.

__ADS_1


"Oh bisa Pak, sebentar Saya carikan data pribadinya dulu," ucap Dina.


Dina pun menelepon bagian kepegawaian, agar segera mengirimkan data pribadi security yang bernama Sopran.


Hanya beberapa menit saja data telah dikirim oleh bagian kepegawaian dan Dina segera memberikan data tersebut kepada Adam.


"Untuk apa data itu Mas?" tanya Muti.


"Ayo ikut aku, kita akan lacak keberadaannya sekarang. Jika benar dia memang sakit, pasti saat ini berada di rumah atau sedang dirawat di rumah sakit," ucap Adam.


"Oke Mas, kamu benar. Siapa tahu dari sini kita akan mendapatkan petunjuk," ucap Muti.


"Din, mulai besok Saya tidak di sini lagi dan Raja yang akan melanjutkan, jadi bisa tolong bantu Saya Din?"


"Lho...memangnya Bu Muti mau kemana dan kenapa keluar dari kantor ini Bu? Padahal banyak proyek baru yang berhasil Bu Muti menangkan!" tanya Dina.


"Perusahaan ini sudah harus kembali ke pemiliknya Din, kemaren Saya hanya menggantikan sementara, selama kosong kepemimpinan. Raja adalah adik Tuan Sultan jadi dia juga pewaris Hendrawan group. Dia baik kok, kalian pasti betah di bawah kepemimpinannya," ucap Mutiara.


"Tapi Bu, Dina sudah enak bekerja dengan Ibu. Memangnya Ibu mau kemana? Kalau boleh, Dina ikut Bu Muti saja!" pinta Dina.


"Coba nanti Saya pikirkan dulu ya Din! Saya tidak boleh sembarangan mencomot karyawan perusahaan lain. Jika Pak Raja punya calon pengganti kamu, nggak masalah kamu ikut Saya. Nanti Saya konfirmasi dulu ke Pak Raja."


"Terimakasih Bu, mudah-mudahan Dina bisa ikut Ibu, dimanapun ibu bekerja."


"Kalau begitu tolong bantu bereskan barang-barang Saya ya Din! Saya mau keluar dulu menjenguk Sopran."


"Oke Bu!" ucap Dina.


Adam dan Muti keluar menuju parkiran, mereka akan menyelidiki kasus kecelakaan Elena lewat Sofran. Adam yakin kecelakaan itu ada hubungannya dengan security yang mengaku sakit hari ini.


"Kita menggunakan mobilku saja ya Yang," pinta Adam.


"Terserah saja Mas, bagaimana baiknya," ucap Muti.


Adam pun melajukan mobil menuju alamat yang Dina berikan tadi. Alamat tersebut ternyata ada dalam gang yang sempit dan tidak bisa dilalui oleh mobil.


Lalu Adam memarkirkan mobilnya di pinggir gang dan mereka pun berjalan kaki masuk ke dalam gang tersebut.

__ADS_1


Apakah Muti dan Adam bisa bertemu Sofran? ikuti terus yuk sobat dan jangan lupa ya, aku mohon dukungannya dengan cara follow akun, pavorit, Vote, like, dan koment positif serta jika tidak keberatan tolong beri gift ya agar aku lebih semangat up... terimakasih🙏


__ADS_2