MUTIARA TERABAIKAN UNTUK ADAM

MUTIARA TERABAIKAN UNTUK ADAM
BAB 35. PULANG


__ADS_3

Seperti biasa, Muti bangun pagi, melaksanakan ibadah dan mengaji. Dia tidak bosan mengingatkan Sultan untuk ibadah. Namun Sultan belum tergerak juga hatinya, dia pikir untuk apa sholat kalau tidak tahu apapun tentang tata cara pelaksanaan dan bacaannya.


Melihat Sultan tidak bergeming, Muti menghela nafas, saat ini dia sengaja menghidupkan tausiah pagi, melalui ponselnya yang kebetulan tentang hukum sholat, syarat, serta ganjaran bagi yang meninggalkan.


Kewajiban salat 5 waktu bagi umat islam, tercantum dalam QS al-Isra' : 78.


Yang artinya :


"Dirikanlah salat sejak matahari tergelincir sampai gelapnya malam dan (laksanakan pula salat) Subuh! Sesungguhnya salat Subuh itu disaksikan (oleh malaikat)."


Syarat wajib salat ialah wanita dan pria dewasa atau sudah balig, berakal, bersuci, dan melaksanakan salat pada waktunya.


Salat lima waktu yang diwajibkan yaitu:



Salat Subuh dua rakaat


Salat Zhuhur empat rakaat


Salat Ashar empat rakaat


Salat Maghrib tiga rakaat


Salat Isya’ empat rakaat



Dalil atau hukum diwajibkan salat, tercantum dalam Al-qur'an surat An-Nur ayat 56:


Artinya :


"Dan dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat, dan taatlah kepada rasul, supaya kamu diberi rahmat."


Keutamaan Salat :



Sumber Cahaya Kekal


Menghapus Segala Dosa


Terhindar dari Siksa Api Neraka


Amalan Setelah Syahadat


Mengingat dan Mendekatkan Diri Kepada Allah SWT



Sedangkan Azab/ancaman bagi orang yang meninggalkan salat lima waktu yakni sebagai berikut:




Salat Subuh : satu kali meninggalkan akan dimasukkan ke dalam neraka selama 30 tahun yang sama dengan 60.000 tahun di dunia.


__ADS_1



Salat Zuhur : satu kali meninggalkan dosanya sama dengan membunuh 1.000 orang umat Islam.




Salat Ashar : satu kali meninggalkan dosanya sama dengan menutup/meruntuhkan ka’bah.




Salat Magrib : satu kali meninggalkan dosanya sama dengan berzina dengan orang tua.




Salat Isya : satu kali meninggalkan tidak akan di ridha Allah SWT tinggal di bumi atau di bawah langit serta makan dan minum dari nikmatnya.




Adapun siksa di dunia bagi orang yang meninggalkan salat fardhu:






Orang yang meninggalkan salat tidak mempunyai tempat di dalam Islam.




Amal kebaikan yang pernah dilakukannya tidak mendapatkan pahala dari Allah SWT.




Allah tidak akan mengabulkan doanya.




Allah SWT akan mempersulit rezekinya.



__ADS_1


Setelah Muti mematikan ponselnya, diapun hendak keluar kamar, menghirup segarnya udara pagi sambil menunggu sarapan tiba.


Ketika Muti sudah di ambang pintu keluar, Sultan berkata, "Aku tahu, kamu sengaja 'kan?"


Muti seketika berbalik dan menjawab, "Ya, memang aku sengaja, karena itu kewajiban sesama muslim untuk saling mengingatkan dan mengajak pada kebaikan. Apalagi aku masih berstatus istri Kak Sultan."


Kemudian Muti berlalu meninggalkan Sultan dan ternyata Elena juga tengah berada di luar. Jadi, keduanya bersama-sama jalan, menikmati udara pagi dan pemandangan di sana.


Sementara Sultan bangkit dan membersihkan dirinya, lalu dia mengerjakan sholat sebisanya, tapi sebelum itu, dia telah mencari info terlebih dahulu melalui internet tentang tata cara dan bacaan sholat subuh.


Selesai sholat Sultan pergi menyusul Mutiara, tapi dia tidak melihat Muti ada di halaman.


Sultan mencoba bertanya kepada pelayan resort, apa melihat Muti yang dia sebutkan ciri-cirinya, dan pelayan itupun menjawab serta menunjukkan kemana arah Muti dan Elena pergi.


Sultan menyusul mereka agar bisa sarapan bersama dan bersiap untuk kembali ke hotel membereskan barang untuk kepulangan ke Jakarta.


Papa mama keduanya juga sudah mempersiapkan acara untuk kepulangan pengantin baru. Acara akan dilaksanakan di rumah keluarga Sultan.


Mereka membuat acara selamatan, makan bareng bersama tetangga dan sanak terdekat serta memberi santunan kepada anak yatim dan anak-anak panti.


Dengan acara ini, kedua pihak keluarga berharap, anak dan menantu akan mendapatkan kebahagiaan serta segera bisa memberi mereka cucu-cucu yang lucu, yang sangat mereka harapkan kehadirannya.


Beralih ke Clara, dia sudah uring-uringan menanti telepon dari Sultan, sementara dirinya sebentar lagi akan berangkat.


Clara memutuskan tidak balik ke hotel tempat dia menginap sebelumnya, tapi Clara menitipkan kunci kamar hotel kepada saudara pihak ibunya yang bekerja di bandara untuk mengambilkan pakaian yang masih tertinggal di sana.


Jam sudah menunjukkan pukul 08.00 tapi Sultan belum juga memberi kabar, akhirnya Clara pun check-in untuk keberangkatannya kembali ke Jakarta.


Dia bertekad, setelah sampai di Jakarta, akan menunggu Sultan di apartemennya, karena Clara telah memegang kunci duplikat apartemen tersebut. Clara akan memberi Sultan kejutan di sana dengan acara penyambutan kepulangan yang romantis.


Pesawat tujuan Jakarta pun berangkat, Clara mengucapkan selamat tinggal Bali, selamat tinggal untuk kenangannya bersama Sultan selama dua minggu di sini dan dia yakin akan meraih kebahagiaan pernikahan bersama Sultan nantinya setelah kembali ke Jakarta.


Sultan sudah menemukan Mutia dan Elena lalu dia mengajak keduanya untuk kembali ke resort karena pihak resort sudah menyiapkan sarapan.


Muti dan Elena pun menurut, lalu keduanya mengikuti Sultan, berjalan di belakangnya.


Sesampainya di resort, sarapan pagi sudah tersedia, lalu mereka menikmatinya bersama. Setelah itu Elena memanaskan mesin mobilnya sementara Muti dan Sultan berkemas, pagi ini mereka akan kembali ke hotel untuk bersiap terbang ke Jakarta.


Elena mengantarkan Muti dan Sultan dulu, barulah dia menjemput perlengkapan yang akan Elena bawa ke Jakarta.


Elena pamit kepada para tetangga, menitipkan kunci rumahnya dan berjanji akan memberi kabar jika sudah sampai di Jakarta. Tangis mengiringi kepergian Elena, mereka cuma berpesan agar Elena pandai membawa diri hidup di rantau orang. Mereka berharap Elena akan menemukan kebahagiaannya di Jakarta.


Setelah berpamitan, Elena langsung menuju hotel untuk menjemput Sultan dan Mutiara.


Selamat tinggal Bali, itulah yang ketiganya ucapkan sebelum pesawat mereka terbang menuju ke Jakarta.


Sesampainya di Bandara Soekarno Hatta, kedua kakak Muti, Fadlan dan Fadhil datang menjemput bersama Raja adiknya Sultan.


Sultan memperkenalkan Raja kepada Muti dan Elena, sebab saat pernikahan mereka Raja tidak hadir karena sedang mengikuti program pertukaran mahasiswa antar negara.


Begitu pula Mutiara, dia memperkenalkan Fadhil dan Fadlan kepada Elena.


Elena sangat senang, ternyata aslinya mereka juga para pemuda yang ramah dan tentu saja ketiganya sangat tampan.


Obrolan hangat terjadi di dalam mobil, hanya Raja saja yang pendiam, dia sangat berbeda dari sang kakak.


Hal itu membuat hati Elena tergelitik untuk mengenalnya lebih jauh.


Fadhil dan Fadlan sangat senang dengan kedatangan Elena, mereka jadi merasa memiliki adik lagi, pasti rumah bakalan ramai karena Elena tipe gadis periang dan mudah bergaul.

__ADS_1


__ADS_2