
Muti mendesah saat Adam terus mencium bahkan sampai ke punggungnya yang mulai terbuka.
Gelenyer aneh pun, mulai menyusup ke hati Muti. Malu, takut, bahagia dan akhirnya ketagihan. Dia ingin Adam terus melakukannya, lagi dan lagi.
Muti merasakan kenikmatan yang belum pernah dia rasakan, meski dia sudah pernah menikah.
Baju Muti telah tanggal dan kini hanya tinggal dalaman saja yang menutupi tubuh indahnya.
Hal itu membuat Adam, tak kuasa menahan hasratnya.
Tubuh mulus dan seksi yang terpampang dihadapan Adam, membuatnya lupa akan niatnya semula. Niat, ingin membiarkan Muti beristirahat, kini terkalahkan dengan cinta, hasrat dan rasa penasarannya.
Adam menurunkan tangannya, menarik nafas dalam dan menghembuskan perlahan, dia harus sabar sampai mereka selesai membersihkan diri.
Muti yang mulai terangsang merasa sedikit kecewa saat Adam menghentikan aksinya. Tapi dia tersenyum, saat melihat Adam mengambil Tissue dan membantu membersihkan wajahnya.
Sambil membersihkan wajah Muti, sesekali Adam melirik dua gundukan yang membuatnya susah untuk menelan saliva. Muti pun tertunduk malu, saat mata mereka sesekali saling tatap.
Selesai membersihkan wajah, Adam menggendong Muti dan tak ayal tubuh mungil itupun bersembunyi di balik dekapan Adam.
"Kita mandi dulu ya sayang," ucap Adam.
Belum sempat Muti menjawab, bibirnya sudah dimainkan oleh Adam, disesap sejenak baru melangkah membawanya ke kamar mandi.
Muti membenamkan wajahnya, dia sangat malu, tapi Muti merasakan kenyamanan di sana.
Dada kekar inilah yang akan memberinya perlindungan, dalam menjalani biduk rumahtangga.
Adam menundukkan kepala, dia kembali mencium Muti hingga mereka tiba di kamar mandi.
"Mas, aku malu. Aku mandi sendiri ya," ucap Muti ketika Adam menurunkan dirinya.
"Kenapa harus malu Sayang? Aku bantu kamu memakai sabun ya?"
"Tapi Mas..."
Mata Muti membulat, saat ciuman Adam kembali mendarat hingga dia tidak bisa menolak permintaan suaminya lagi.
Adam ******* bibir ranum sang istri sambil tangannya bergerilya, menjelajahi tempat-tempat indah yang pasti akan membuatnya ketagihan.
Satu persatu tanggal dan terlihatlah keajaiban dari ciptaannya yang begitu sempurna.
Wajah Muti memerah, karena malu. Sekarang, semua yang selama ini dia tutup agar tidak terlihat oleh mata lelaki, akhirnya terbuka.
Tubuh Adam semakin memanas, dan sesuatu yang ada di bawah sana pun mengembang, mendesak, ingin keluar.
Adam, mengoleskan sabun cair ke seluruh bagian indah tersebut sambil bermain-main disana. Hal itu membuat lenguhan demi lenguhan lolos dari mulut sang istri.
Hal ini sengaja Adam lakukan untuk memancing hasrat Mutiara, menghilangkan rasa takut, hingga akhirnya malah Muti yang akan meminta lebih.
Setelah puas bermain sambil membersihkan bagian-bagian indah itu, kini giliran Adam meminta Muti untuk membantunya.
Adam menanggalkan sisa pakaiannya, hal itu membuat Muti malu dan memejamkan mata.
Melihat Muti malu, Adam ******* kembali bibir mungil itu dan menggigit nakal sambil tangannya bergerilya di area bukit-bukit yang indah.
Kembali lenguhan terdengar dan itu seperti suara kidung indah ditelinga Adam. Muti perlahan membuka mata dan dia terkejut saat melihat tubuh sempurna suaminya.
Tubuh kekar, perut berbentuk kotak-kotak dan sesuatu yang siap tempur sedang menantinya.
Adam mengulurkan botol sabun dan meminta Muti melakukan hal yang sama seperti yang Adam lakukan tadi terhadapnya.
Meskipun malu, tapi Muti harus dan ingin menyenangkan Adam, dia menggerakkan tangannya, menyusuri semua bagian tubuh kekar milik sang suami.
__ADS_1
Adam tadinya berpikir, Muti lebih berpengalaman, tapi nyatanya dia salah. Sikap malu-malu Mutiara membuat hatinya bertanya-tanya, mungkinkah Muti belum pernah melakukan hal semacam ini bersama pasangannya terdahulu.
Adam tersenyum puas, dia berhasil membangkitkan gairah terpendam Mutiara dan dinginnya air tidak mampu mengalahkan gelora cinta yang
sudah tercipta.
Keduanya silih berganti membuat pemanasan, hingga lawan mendesah. Kini Adam dan Muti telah siap untuk melakukan pertempuran.
Setelah tubuh keduanya bersih dan wangi, Adam pun mengelap, lalu membalutkan handuk ke tubuh Muti dan juga ke tubuhnya sendiri.
Kemudian, dia kembali menggendong Muti, membawanya keluar dan merebahkan di atas kasur.
Permainan pun kembali terjadi, keduanya saling menghangatkan, menjelajah area yang keduanya sukai.
Ciuman panas yang menuntut dan lenguhan indah membuat Adam siap untuk melakukan penyatuan.
Keduanya pun sama berdoa dalam hati masing-masing. Berharap, ibadah yang akan mereka lakukan membawa keberkahan.
Adam yang sejak tadi matanya sudah berkabut, segera melancarkan aksi. Dia menghujamkan senjata ke tempatnya.
Muti menjerit dan Adam terkejut karena dia merasa sangat kesulitan untuk menembusnya.
Melihat Muti kesakitan, Adam tidak tega, dia menarik kembali senjata miliknya yang ternyata baru ujungnya saja yang masuk.
Namun, Muti tidak mau menunda, karena ini adalah ibadah yang paling ditunggu oleh setiap pasangan pengantin baru.
Muti menarik Adam kembali, lalu dengan kedipan mata, dia memberi kode, jika dirinya siap untuk melanjutkan pertempuran mereka.
Karena mendapatkan lampu hijau, Adam kembali bersemangat, lalu dengan tenaga ekstra dia menghujamkan senjatanya lagi dan akhirnya mampu menembus dinding pertahanan dan berhasil merobek selaput kebanggaan Mutiara.
Jeritan pun terdengar lirih disertai tangis serta cengkeraman, dan Adam melihat dua tetes air bening menetes di kedua sudut mata Mutiara.
Adam menghentikan gerakannya, dia mencium dan mengelap air bening itu sambil berkata, "Maaf Yang, jika perbuatanku menyakitimu. Jujur...aku tadi kesulitan. Sepertinya, senjataku yang pertama berhasil menembus mahkota kebanggaan mu."
"Senyummu telah menjawab semuanya. Jadi benarkah, kalian belum pernah melakukannya Yang?"
Muti pun kembali tersenyum, lalu mengedipkan mata dan mengangguk pelan.
"Alhamdulillah, aku sangat beruntung."
Jawaban Mutiara menaikkan kembali hasrat Adam yang sempat terhenti.
"Boleh aku lanjutin Yang? kepalaku masih pusing. Aku janji akan melakukannya perlahan, pasti tidak akan sesakit tadi."
Muti mengangguk, hal itu membuat Adam kembali memacu semangat dan melanjutkan aksi, mengasah senjata hingga keduanya sama-sama merasakan puncak kenikmatan dunia.
Ternyata benar yang dikatakan Adam, Muti tidak merasakan sesakit, saat pertama kali senjata itu masuk.
Tubuh Adam dan Muti, kini terkulai lemas setelah beberapa kali pertempuran terjadi.
Lalu keduanya tertidur, saling berpelukan di dalam balutan selimut dan bermimpi indah.
Cukup di sini ya sobat acara belah durennya. Biarkan mereka beristirahat, mengumpulkan tenaga untuk peperangan selanjutnya.
Sekarang, saatnya kita berbagi tips, bagaimana cara menghilangkan rasa takut saat malam pertama.
Silakan share kepada putra putri yang sudah siap memasuki jenjang pernikahan, bila mereka bertanya atau membutuhkan info ini.
Bicarakan dengan pasangan
__ADS_1
Inilah yang paling mendasar, yaitu menyampaikan secara detail hal-hal yang membuat kita merasa cemas dan takut.
Dengan menjalin komunikasi yang baik di malam pertama, hubungan seksual yang akan dilakukan, pasti berjalan lebih nyaman. Saling terbuka adalah kunci awal hubungan rumah tangga yang harmonis.
Bersikap lebih santai
Nah, kalau masih mengalami rasa sakit atau kesulitan dengan penetrasi di malam pertama, itu mungkin pertanda bahwa pasangan kurang rileks dan belum cukup terangsang. Oleh karena itu, bersikap lebih santai dan nikmati pengalaman hubungan seksual pertama ini.
Pastikan badan bersih dan wangi
Berada dalam kondisi badan yang bersih dan wangi akan membuat lebih percaya diri di atas ranjang.
Jangan lupa, gunakan lotion dan parfum yang tidak terlalu menyengat sebagai pelengkap.
Tampil menggoda dengan lingerie
Memakai baju tidur seksi atau lingerie bertujuan agar pasangan lebih tertantang untuk bereksperimen dengan seluruh lekuk tubuh, begitu juga sebaliknya.
Perpanjang durasi foreplay
Melalui sesi foreplay ini kita dan pasangan juga bisa bersama-sama membangun gairah.
Sentuh bagian tubuh pasangan yang paling sensitif untuk meningkatkan rangsangan.
Hindari melakukan penetrasi dini saat kita dan pasangan belum sepenuhnya terangsang. Pasalnya, hal ini justru bisa memicu rasa sakit.
Hidupkan musik romantis
Tidak berdarah? Tidak masalah!
Cara mengatasi rasa takut malam pertama yang terakhir, yaitu berhenti memikirkan tentang apakah akan berdarah atau tidak.
Hal ini penting untuk diketahui sebab mayoritas masyarakat dengan adat ketimuran masih mempercayai bahwa harus ada selaput darah yang robek dan berdarah ketika malam pertama.
Jika tidak, maka wanita dianggap sudah tidak lagi perawan. Faktanya, selaput darah kewanitaan bisa robek selain karena aktivitas seksual, misalnya karena olahraga atau mengendarai sepeda.
__ADS_1
Bersambung.....