MUTIARA TERABAIKAN UNTUK ADAM

MUTIARA TERABAIKAN UNTUK ADAM
BAB 144. MENCOBA MEMBUKA HATI


__ADS_3

Sepanjang jalannya pesta, mata Sultan tidak lepas memandang Mutiara meski dari kejauhan. Melihat senyum Muti begitu manis saat menyambut tamu membuat Sultan teringat saat mereka menikah.


Meskipun saat itu mereka menikah tanpa adanya cinta, tapi Muti bisa menutupinya dengan senyum yang dia lihat seperti saat ini.


"Ah," desah Sultan sambil meraup wajahnya lagi.


"Apa yang aku pikirkan, kenapa begitu sakit melihatmu menjadi milik orang lain Mut, apa aku saat ini memang benar-benar mencintaimu. Aku termakan dengan omonganku sendiri," monolog Sultan yang terdengar lirih Olen Caterina karena suara musik lebih kuat terdengar.


"Kalau sudah tidak sanggup, ayo kita keluar dari sini. Kita cari udara segar agar dadamu tidak sesak!" ajak Caterina.


"Ayolah Cat, aku nggak bisa seperti ini terus, aku harus bisa move on, agar tidak timbul penyakit hati. Aku tidak ingin menyakiti siapapun lagi terutama Mutiara."


Caterina mengulurkan tangan, lalu merekapun menyelinap keluar di antara ramainya tamu.


Sultan dan Caterina duduk di taman yang ada di gedung tersebut, dengan menarik nafas dalam dan menghempaskannya dia merasa lebih lega. Perasaan sakit di dadanya mulai sedikit berkurang.


"Kapan kita akan kembali ke Inggris Tan?"


"Besok Cat! Aku tidak bisa berlama-lama di sini lagi. Aku hanya akan semakin merasa bersalah dan meratapi kebodohan ku."


Caterina tiba-tiba menggenggam tangan Sultan lalu berkata, "Beri aku kesempatan untuk mengobati sakitmu. Aku janji akan menjadi wanita yang seperti kamu harapkan. Bukalah hatimu untukku Tan. Aku juga pernah mengalami sakit seperti yang kamu rasakan. Bedanya adalah, aku yang ditinggalkan. "


Sultan memandang Caterina, dia tidak menyangka jika gadis yang ada dihadapannya itu memiliki perasaan lain terhadapnya.


Padahal, Sultan hanya menganggap Caterina sebagai teman dan dia mengajaknya untuk datang bersama-sama ke pesta Adam agar mereka terlihat memiliki pasangan.


Namun, kemudian Sultan memikirkan tawaran dari Caterina, mungkin dia bisa mencobanya. Mencoba membuka hati untuk kehadiran wanita lain.


"Bagaimana Tan, bisakah kita mencoba untuk move on?" tanya Caterina sembari mengulurkan tangan.


Sultan ragu-ragu, tapi akhirnya dia membalas uluran tangan Caterina, "Baiklah, kita coba jalani dulu, cocok...baru aku lamar kamu," ucap Sultan serius.


"Deal!" jawab Caterina.


Keduanya pun saling membalas senyum dan Sultan memutuskan untuk mengajak Caterina jalan-jalan, melihat kota kelahirannya.


Pesta berlangsung sangat meriah dan tamu tidak putus yang datang hingga malam. Hal ini, membuat keempat pengantin merasa lelah.


Muti dan Elena menguap berulang kali hingga membuat Adam dan Raja merasa iba. Tapi mereka tidak mungkin meninggalkan tempat itu sebelum tamu sepi.

__ADS_1


Sekitar pukul 23.00 malam, barulah mereka putuskan meninggalkan tempat pesta untuk beristirahat.


Masing-masing menuju kamar yang telah disiapkan oleh panitia penyelenggara atas perintah Hendrawan.


Kamar dihias begitu indah, tapi rasa lelah mempelai wanita membuat para suami, mungkin tidak akan tega untuk mengganggu istri masing-masing.


Muti merasa takut saat melihat Adam sudah membuka kemejanya. Meski dirinya pernah berumahtangga, tapi untuk pengalaman malam pertama, dirinya buta.


Seminggu yang lalu, Muti searching tentang bagaimana mengatasi rasa cemas saat menghadapi malam pertama.


Tadinya, Muti sudah merasa siap. Tapi, kenyataannya rasa cemas dan takut itu, saat ini muncul menghantuinya.


Malam pertama, memang sebuah momen yang mendebarkan bagi pasangan pengantin baru.


Di saat itulah, segala perasaan campur aduk menjadi satu. Malu, cemas, penasaran, panas dingin dan yang pasti bahagia 'kan? karena orang yang kita cintai telah resmi menjadi bagian dari hidup kita.


Bagi yang sudah mengalami, khususnya bagi kaum wanita, setuju apa tidak dengan pendapat author?


Ayo... bagi yang setuju, silakan tunjuk tangan di kolom komentar.


Dan bagi yang tidak setuju, silakan kemukakan apa alasannya, karena ini ilmu bagi yang belum pernah merasakannya.


Author sendiri yang mengalaminya pada 21 tahun lalu, tepatnya 21 Oktober 2001, sampai sekarang masih terbayang lho rasanya, 🤭☺️😁


Berdarah atau tidaknya saat melakukan kegiatan malam pertama, bukan menjadi ukuran untuk menentukan apakah wanita tersebut masih tersegel keperawanannya atau tidak, ya para Sobat.


Banyak sih, orang yang percaya bahwa jika setiap wanita yang mengeluarkan darah saat berhubungan intim pertama kali, berarti ia masih perawan.


Padahal, tidak semua orang mengalami hal yang sama. Seseorang yang mengeluarkan darah saat terjadi penetrasi adalah karena robeknya selaput dara.


Faktanya, selaput dara setiap orang sudah memiliki lubang saat melakukan hubungan intim untuk pertama kalinya.


Jika tidak, bagaimana cara menstruasi dapat keluar setiap bulannya?


Seseorang yang selaput darahnya tertutup secara keseluruhan, maka ia memiliki selaput dara imperforata.


Ini perlu kita ingat bagi yang masih perawan atau yang memiliki anak perawan.


Wanita yang mengidap gangguan ini, harus mendapatkan perawatan berupa operasi.

__ADS_1


Beberapa orang menunda untuk melakukan hubungan intim pertama kali setelah menikah. Mungkin, karena takut akan menyakiti pasangannya. Selain itu, bisa saja sang suami sudah membayangkan rasa sakit yang dapat timbul.


Padahal, **** * wanita terbilang elastis, sehingga dapat mengikuti ukuran Mr P saat masuk.


Hal yang paling penting di sini adalah komunikasi yang baik dan pemanasan (foreplay) agar semuanya terasa mudah.


Kondisi inilah yang kemudian menimbulkan spekulasi tentang rasa sakit dan ketakutan tersendiri.


Jadi, apa yang sebenarnya harus dilakukan oleh pasangan pengantin baru? Bagaimana cara mengatasi rasa takut malam pertama? Nanti akan author kupas pada Bab selanjutnya ya. Kita berbagi ilmu di sini.


Kita kembali kepada Adam dan Muti, author intip dulu ya, mereka sedang ngapain sekarang.


Hei para sobat, Ternyata Muti masih kerepotan lho, dia ingin membuka gaunnya dan membersihkan make-up.


Adam yang melihat Muti kesusahan, rupaya sedang menawarkan bantuan.


"Yang, sini aku bantu melepas gaunnya."


"Muti bisa melepas sendiri, kok Mas," jawab Muti malu.


"Dari tadi Mas perhatikan, nggak tanggal juga itu baju?"


"Iya Mas, nih resletingnya sulit dibuka," jawab Muti sambil tersenyum menampakkan deretan giginya yang putih bersih.


Rasanya Adam sudah tidak sabar ingin mencium dan ******* bibir wanita dihadapannya itu, tapi dia tidak mau terburu-buru. Sebab Adam tahu, Muti sejak tadi sikapnya berbeda dari biasanya.


Adam paham, mungkin Muti malu dan tentunya canggung, karena ini malam pertama bagi mereka akan tidur di satu kamar.


Saat Adam mendekat, Muti merasakan suhu tubuhnya meningkat. Apalagi ketika jari jemari lentik Adam menyentuh bagian belakang lehernya.


Desiran aneh dan deguban jantung Muti tidak seirama lagi. Adam pun ingin melakukan pemanasan, dia mencium ceruk leher Muti.


Lama Adam menempelkan hidung dan bibirnya di sana. Dia menikmati harum tubuh Muti sambil memejamkan mata.


Adam merasakan, tubuhnya mulai memanas dan bagian intinya terasa mengeras.


Ini pengalaman pertama bagi Adam dan aroma tubuh Muti membuatnya merasa sangat nyaman, hingga ingin berlama-lama menikmatinya.


Cukup sampai sini dulu ya....kita intip malam pertama Adam dan Muti besok. Itupun, kalau tidak mereka matikan lampunya😁.

__ADS_1


Terimakasih kepada yang terus setia mengikuti ceritaku, jangan lupa ya, aku tunggu lho dukungan kalian para Sobat.


See you....


__ADS_2