MUTIARA TERABAIKAN UNTUK ADAM

MUTIARA TERABAIKAN UNTUK ADAM
BAB 23. CLARA MENGUBAH RENCANA


__ADS_3

Taksi online yang akan mengantar Sultan, masih berjalan beberapa meter dari pusat oleh-oleh, tiba-tiba ponsel di kantongnya pun berdering.


Sultan mengira panggilan itu dari Muti dan memintanya untuk menunggu. Ternyata perkiraannya salah, orang yang menelepon adalah Clara. Wanita yang dua hari ini dinanti kabarnya.


"Hallo Sayang, kamu di mana?" tanya Sultan.


"Aku baru tiba di pusat oleh-oleh Kak. Galery oleh-oleh tas dan baju tadi menelepon, kata mereka banyak barang branded masuk kemaren. Kakak kemari dong! Aku tidak bisa jemput," pinta Clara.


"Oke, kamu tunggu di situ. Aku sebentar lagi sampai," ucap Sultan.


Sultan minta sopir taksi untuk putar arah, lalu menuju ke tempat di mana Clara sedang memilih barang-barang yang dia mau.


Hanya membutuhkan waktu 10 menit, Sultan sudah tiba di lokasi. Dia membayar ongkos taksi lalu masuk ke dalam galeri.


Clara terkejut, kenapa Sultan cepat sekali sampai, padahal jarak hotel tempat Sultan menginap dengan galery hanya bisa di tempuh dengan waktu paling cepat 40 menit.


"Kak, memangnya saat aku telepon, kakak sedang berada di sekitar sini? Dan dengan siapa Kakak di sini?"


"Iya, aku sendiri di sini. Istriku tadi kesini tapi saat ini sedang berada di tempat pembuatan kerajinan. Aku malas menemaninya ke sana."


"Oh, kebetulan deh, jika begitu."


"Kamu kemana saja, kenapa ponselmu tidak aktif sejak kemaren? Aku kan jadi cemas, takut terjadi sesuatu denganmu," ucap Sultan.


"Aku hanya butuh waktu untuk sendiri Kak, untuk berpikir apa yang harus aku putuskan terhadap permintaan Kakak."


"Jadi, keputusanmu bagaimana? apa kamu mau menikah denganku?" tanya Sultan.

__ADS_1


Clara pun mengangguk, hingga membuat Sultan senang dan langsung memeluknya.


"Tapi, setelah kita pulang dari sini, Kak Sultan harus menemui kedua orangtuaku dulu, untuk meminta izin dari mereka."


"Baiklah, aku setuju. Tapi, untuk sementara kita nikah siri dulu ya, karena aku belum bisa menceraikan Mutia dalam waktu dekat ini. Kamu tahu 'kan bagaimana orangtuaku? Bagaimana Clara, apa kamu setuju?"


"Baiklah Kak, tapi Kakak harus janji, aku mau Kak Sultan lebih meluangkan waktu untuk ku ketimbang istri kakak itu. Apalagi Kak Sultan sudah melakukan hal itu terhadapku. Pokoknya, aku mau Kakak mengutamakan aku. Aku takut hamil Kak, jadi sebelum hal itu terjadi dan diketahui oleh orang tuaku, secepatnya kita harus menikah," pinta Clara.


"Iya Sayang, aku nanti akan mengatur waktu buat kamu dan mutia agar keluarga kami tidak curiga jika aku mengabaikan Mutia demi kamu, sampai waktunya tiba, baru kita jujur ke mereka," ucap Sultan.


"Terimakasih Kak, aku sayang Kakak," ucap Clara sambil mencium Sultan.


"Lantas, bagaimana menjelaskan kepada orangtua kamu jika kita hanya menikah siri, aku takut mereka tidak setuju, anak mereka hanya menjadi istri rahasia," ucap Sultan.


"Kakak tenang saja, aku nanti yang akan menjelaskan semuanya kepada mereka. Yang terpenting, saat semua perusahaan keluarga di bawah kendali Kakak, Kak Sultan harus langsung ceraikan Mutiara. Aku nggak mau terus-menerus menjadi istri simpanan dan satu lagi Kak, Kakak jangan sampai jatuh cinta sama dia," ucap Clara.


Clara pun tanpa malu-malu bergelayut manja di tangan Sultan, lalu mereka pun memilih dan membeli tas serta pakaian yang Clara mau.


Setelah mendapatkan semuanya, Clara pun berkata, "Kak, selama kita di Bali, Kak Sultan belum pernah menginap bersama ku, aku mau malam ini kakak temani aku, jangan Mutia saja" pinta Clara dengan manja dan dengan wajah memelas.


Sultan heran, kenapa sekarang Clara malah memberinya peluang. Walau bagaimanapun dia senang atas perubahan Clara, maka tanpa pikir panjang lagi, Sultan pun menjawab, "Baiklah Yang, nanti aku cari alasan yang tepat agar bisa bermalam denganmu," ucap Sultan sambil tersenyum manis kepada Clara.


Clara tersenyum penuh kemenangan. Dalam dua hari ini dia telah memikirkan semua dan akhirnya mengubah strategi untuk menguasai Sultan.


Bagi Clara sudah kepalang basah, toh dirinya sudah tidak virgin lagi, lebih baik nyemplung sekalian untuk membuat Sultan semakin tergila-gila kepadanya.


Apalagi setelah dia berkata jujur kepada sang pacar dan pacarnya itu tidak mempermasalahkan mengenai dirinya yang sudah tidak virgin, hal itu membuat hati Clara tenang dan mantap untuk meneruskan rencananya.

__ADS_1


Bahkan saat ini, dia mendukung Clara agar meminta Sultan untuk segera menikahinya, tapi dengan syarat, Clara jangan sampai hamil dan berjanji akan meninggalkan Sultan setelah mendapatkan semua hartanya.


Mulai hari ini, Clara akan membuat Sultan makin tergila-gila terhadapnya. Hingga suatu saat dengan senang hati, Sultan bersedia mengalihkan semua aset atas namanya.


Jika rencana Clara berhasil, Sultan pasti akan dibawah kendalinya seperti seekor kerbau yang di cucuk hidungnya.


Memikirkan semua itu, Clara tersenyum-senyum sendiri, hingga membuat Sultan heran. Kemudian Sultan menarik hidung Clara sembari bertanya, "Hai, lagi mikirin apa? kok kelihatannya bahagia banget?"


"Lagi senang aja, mikirin Kak Sultan. Kak Sultan selalu ada buatku. Aku makin cinta deh, dengan Kakak. Aku senang banget segera menjadi istri Kak Sultan," gombal Clara.


"Aku juga makin cinta dengan kamu. Kamu adalah kebahagiaanku Clara. Apalagi mendengar keputusan mu, mau menikah denganku, itu suatu kejutan tak ternilai untukku. Kamu hanya akan jadi milikku selamanya," ucap Sultan.


Kemudian mereka bergandengan tangan meninggalkan galeri tersebut. Dan sebelum pulang, Sultan mengajak Clara jalan-jalan di sekitar tempat itu sambil mencari tempat yang nyaman untuk makan.


Tanpa mereka sadari, Mutiara, Elena dan Adam juga telah sampai ke tempat itu.


Mutiara yang berjalan di belakang Adam bersama Elena, tidak melihat jika suaminya sedang bergandengan tangan dengan wanita lain di depannya.


Muti hanya asyik memperhatikan toko-toko souvernir, sambil menenteng tas belanjaannya.


Adam yang melihat hal itu, lalu menoleh ke belakang dan ternyata Elena juga melihatnya. Mereka berdua saling pandang, kemudian sepakat berbelok ke salah satu toko untuk menghindar, agar Muti tidak melihat kenyataan, jika suaminya sedang selingkuh di depan matanya.


Sultan dan Clara sudah jauh berjalan dan telah menemukan tempat untuk makan yang romantis.


Sambil duduk melihat pemandangan indah, Clara dan Sultan menikmati sajian spesial yang sengaja Clara pesan untuk meningkatkan stamina mereka berdua.


Malam ini, Clara berencana, ingin membuat Sultan di mabuk cinta, hingga tidak akan pernah memimpikan kemolekan tubuh wanita lain, termasuk Mutiara.

__ADS_1


Hari ini Muti sangat senang, dia sudah membelikan oleh-oleh untuk keluarganya dan juga keluarga Sultan. Namun, dia tidak sadar jika mahligai rumahtangganya semakin terancam.


__ADS_2