MUTIARA TERABAIKAN UNTUK ADAM

MUTIARA TERABAIKAN UNTUK ADAM
BAB 45. MEMINDAH TANGANKAN HADIAH


__ADS_3

Adam paham dengan posisi Muti makanya setelah dia membantu menurunkan barang belanjaan dan meletakkannya di teras rumah, Adam pun mohon pamit dengan alasan mereka masih harus menyelesaikan meeting.


Dua orang tetangga yang melihat Muti pulang di antar oleh tiga orang laki-laki, mulai kasak kusuk. Biasalah ya Sobat, dalam hidup, pasti ada saja manusia yang iri, dengki dan suka usil dengan urusan orang lain.


Muti tersenyum kepada tetangga yang terlihat berbisik, lalu diapun memasukkan barang-barang setelah mobil yang dikendarai Adam beserta teman-temannya tidak terlihat lagi.


Setelah itu, Muti menyusun stok bahan makanan di dalam kulkas sedangkan bahan kering dia letakkan di lemari gantung yang ada di sekeliling dapur.


Semua sudah rapi tersusun pada tempatnya, lalu Muti beristirahat sambil menunggu datangnya waktu dzuhur.


Karena seorang diri, Muti malas masak untuk makan siang, jadi Muti hanya makan roti dan segelas jus apel yang dia buat sebagai pengganjal perut.


Sore hari, Muti menyiram tanaman, lalu melanjutkan kegiatan memasak untuk makan malam. Setelah selesai memasak, Muti pun membersihkan diri, berdandan cantik dan memakai wewangian yang beraroma rempahm. Lalu, Muti pun duduk di depan televisi, melihat akun sosmednya sembari menunggu kepulangan Sultan.


Muti pun menunggu, hingga waktu Maghrib tiba, tapi Sultan belum juga kembali. Harapan Muti yang ingin menjalankan ibadah berjamaah dengan suami entah kapan bisa terwujud.


Waktu Maghrib telah berlalu, menu makan malam juga sudah Muti hidangkan di atas meja dan kini, dia tinggal menunggu kepulangan suaminya.


Satu jam berlalu, Sultan belum juga kembali, Muti melihat ke luar rumah berharap yang di nanti segera pulang.


Perut Muti sudah keroncongan sedari tadi, tapi dia masih juga menunggu Sultan untuk makan malam bersama.


Sementara sejak pukul tiga sore, Sultan sudah keluar dari kantor. Sesuai janjinya terhadap Muti, dia pergi ke dealer mobil dan membeli sebuah mobil matic untuk keperluan Mutiara keluar rumah.


Sultan berusaha menjaga gengsi diri dan keluarganya di mata keluarga Mutiara. Dia tidak mau Muti sampai mengambil barang apapun dari rumah orangtuanya untuk Muti pakai di rumah keluarga Hendrawan.


Setelah urusan pembayaran dan surat menyurat selesai, Sultan meminta pihak dealer untuk mengirimkan unit ke alamat yang dia berikan, selambat-lambatnya besok siang, karena kebetulan barangnya memang ready saat ini.

__ADS_1


Pihak dealer pun setuju, lalu meminta Sultan untuk berselfi di dalam mobil, guna keperluan promosi pihak dealer, bahwa unit mobil mereka sudah laku terjual secara cash sore ini.


Sultan yang memang sudah berjanji untuk bertemu Clara sepulang dari kantor, segera melajukan mobilnya menuju apartemen. Dia ingin mengajak Clara jalan-jalan dan makan malam diluar, baru setelah itu, menghabiskan malam bersama di apartemennya.


Clara sudah bersiap saat Sultan tiba, dia memakai baju ketat, terusan panjang tanpa lengan dan terdapat belahan di samping setinggi lutut.


Baju berwarna merah, senada dengan lipstik, syal, tas, serta sepatu yang Clara gunakan, menampilkan pesonanya yang bak artis papan atas.


Di tambah lagi kuncir ekor kuda, anak rambut tergerai, kulit putih mulus dan lekuk tubuh yang aduhai, membuat Sultan semakin terpesona. Dia terpaku, tidak berkedip dan susah menelan saliva.


Clara tersenyum sambil melambaikan tangannya di depan Sultan, lalu berkata, "Ayo Yang, kok malah bengong?"


Sultan pun mengerjap, tersenyum dan repleks mendaratkan ciumannya di pipi Clara, lalu berkata, "Sempurna! Kamu memang paling bisa membuatku terpesona."


Clara membalas dengan mencium bibir Sultan. Sejenak ciuman panas pun berlangsung, Sultan sangat menikmati ciuman panas Clara dan hasrat yang sempat terpendam beberapa hari, membuat Sultan tidak sabar, dia ingin segera ******* habis kemolekan kekasihnya itu.


Clara menempelkan jarinya ke bibir Sultan, saat pria itu hendak menciumnya lagi, lalu dia berkata, " Sabar Yang! Nanti malam, aku pasti berikan yang lebih hot, saat ini waktunya kita jalan-jalan. Aku suntuk Yang, seharian di dalam terus, apalagi sendirian," ucap Clara sembari bergelayut manja di lengan Sultan.


"Aku mau, kamu yang memimpin permainan nanti malam," ucap Sultan berbisik, lalu menggigit lembut cuping telinga Clara.


"Pasti! Aku akan berikan yang terbaik untukmu nanti malam Yang. Tapi, tentu saja ada syaratnya!" ucap Clara sambil merebahkan kepalanya di pundak Sultan.


"Apa itu? Kamu mau di belikan apa Yang?"


"Mobil baru, bukankah mobilku masih di Bali, daripada susah membawanya kesini, mendingan di jual saja di sana Yang, biar Tina yang menawarkan kepada teman-temannya."


"Ya sudah, kamu mau mobil apa? Tapi besok kita pergi ke dealernya ya," ucap Sultan.

__ADS_1


"Iya, tapi kamu telepon sekarang dong marketingnya, biar aku tenang dan aku mau mobil yang seperti ini, lho Yang," pinta Clara sembari menunjukkan foto mobil matic keluaran terbaru yang baru saja Sultan beli untuk Mutiara.


"Jangan yang ini ya, yang lain saja, 'kan masih banyak pilihan. Lagipula, itu sudah terjual, jadi mesti inden lagi," bujuk Sultan.


"Tadi siang aku sudah cek di dealer, masih ada kok Yang, jika tidak percaya, cepat kamu telepon bagian marketingnya. Aku tidak mau yang lain, aku sudah jatuh cinta dengan mobil itu sejak pandangan pertama," rengek Clara.


"Tapi Yang..." ucapan Sultan terhenti, dia ragu untuk mengatakan yang sebenarnya takut Clara marah.


"Pokoknya, aku mau yang itu Kak!" ucap Clara sembari cemberut. Dia ngambek dan tidak mau Sultan menyentuhnya sebelum keinginannya itu terpenuhi.


"Baiklah, besok kamu lihat saja, mobil itu akan terparkir di sini, paling lambat siang hari," ucap Sultan.


"Kak Sultan serius? Aku mau buktinya sekarang. Sekarang juga, Kak Sultan bel bagian marketingnya, biar aku percaya," pinta Clara lagi.


Sultan tersenyum, dia memang paling tidak bisa menolak permintaan Clara. Besok, Mutiara akan Sultan belikan mobil yang lain, toh menurutnya, Mutiara juga belum tahu, jika hari ini sudah di belikan mobil.


"Ayo cepat Kak, biar kita segera berangkat! ini sudah hampir senja," pinta Clara.


Sultan pun segera menelepon bagian marketing dan mengatakan jika alamat pengiriman unit, dia rubah. Jadi besok, sebelum unit di kirim, harus konfirmasi dulu untuk alamat yang baru.


Clara yang mendengar hal itu menjadi penasaran, kenapa Sultan malah berkata kepada pihak marketing untuk memindahkan pengiriman, bukannya memesan mobil yang dia mau.


Dengan bersungut-sungut, Clara pun bertanya, "Kenapa Kak Sultan tidak memesan apa yang aku mau? Kak Sultan coba membohongiku ya?"


"Kamu jangan ngambek dulu dong!" ucap Sultan sambil membuka dompetnya dan menyerahkan sebuah kertas kuitansi pembelian.


Clara yang melihat hal itu, matanya berbinar, lalu dia memeluk Sultan dan mendaratkan sebuah ciuman sebagai ucapan terimakasih.

__ADS_1


Namun, Clara masih membutuhkan penjelasan, sebenarnya untuk siapa Sultan membeli mobil tersebut, jika tadi, Clara tidak meminta.


__ADS_2