
Sultan mulai berpikiran liar, karena Clara berhasil memancing hasratnya, tapi dia bingung, sang Mama pasti akan menghubunginya jika telat pulang.
Clara berusaha terus agar Sultan terpancing dan segera datang, dia memainkan area kesukaan Sultan sambil tersenyum genit dan mendesah hingga membuat darah Sultan berdesir.
Sultan menghentikan mobilnya di pinggir jalan, dia menikmati permainan yang di lakukan oleh Clara. Saat hasratnya mulai memuncak, lalu dia berkata, "Tunggu aku Yang, aku pasti datang sekarang juga!" ucap Sultan, lalu mematikan ponsel dan menjalankan mobil ke arah apartemen pribadinya.
Clara berteriak, "Yes! Aku berhasil. Kamu tidak akan bisa lari dari jeratan ku. Aku akan membuatmu terbuai Tan dan tidak akan kubiarkan kamu mendekati wanita lain untuk menggantikan posisiku termasuk si Marmut."
Kemudian Clara mengganti pakaiannya dengan yang lebih seksi dan berwarna lebih terang. Lalu, diapun meminum obat penyubur kandungan yang di belinya di apotek dan mempersiapkan beberapa butir pil untuk meningkatkan stamina Sultan.
Pokoknya Clara akan terus memuaskan Sultan hingga dirinya berhasil hamil. Dengan begitu, dia bisa segera menendang Muti, keluar dari kehidupan Sultan dan juga keluarganya.
Clara membayangkan, jika dia bisa memberikan penerus untuk keluarga Hendrawan, pasti kehidupannya akan sangat mapan dan menjadi kesayangan keluarga itu.
Ketika mendengar suara bel berdenting, Clara buru-buru berlari ke pintu dan membukanya. Benar saja, Sultan telah berdiri di sana.
Clara langsung mengalungkan tangan, mendaratkan ciuman sambil berbisik liar di telinga Sultan.
"Aku sudah tidak tahan Yang," ucap Clara.
Ucapan Clara seperti sebuah nyanyian merdu di telinga Sultan, tak ayal lagi, dia langsung membopong tubuh seksi itu, menutup pintu dengan kakinya dan mengunci pintu tersebut.
Sultan membawa Clara ke sofa, hasratnya menggelora melihat tubuh molek itu terpampang di hadapannya, seperti tak berbusana.
Clara sengaja menggeliatkan tubuhnya dan memainkan bibirnya di bibir Sultan. Sultan membalas ciuman itu dan tidak memberi kesempatan kepada Clara untuk melepaskannya.
Ciuman mereka semakin panas, tapi sebelum berlanjut Muti menghentikan permainannya. Sultan kecewa tapi buru-buru Clara berkata, "Sebentar, aku punya sesuatu agar peperangan kita lebih hot," ucap Clara sambil mengerlingkan matanya dan berlari ke dapur.
Clara mengambil pil dan segelas air minum lalu kembali ke ruang tamu dan meminta Sultan untuk meminumnya.
"Apa ini Yang?" tanya Sultan.
"Supaya kamu lebih kuat dan kita sama-sama terpuaskan," ucap Clara.
__ADS_1
Kemudian dia memasukkan pil tersebut ke mulut Sultan dan menyodorkan air minum. Sultan pun menuruti kemauan Clara, lalu mereka melanjutkan pemanasan.
Clara habis-habisan memberikan service, membangkitkan semangat Sultan hingga pria itu terengah menahan gairah.
Namun Clara tidak ingin terburu-buru, dia masih ingin bermain-main agar mendapatkan puncak kenikmatan yang lebih dari biasanya.
Saat ini, menurut perkiraan Clara, dia sedang dalam masa subur, jadi dalam seminggu kedepan dia harus menservice Sultan agar rutin mengasah dan menanam. Dia yakin akan mendapatkan hasil penyatuan yang mereka lakukan.
Melihat Clara yang tarik ulur, membuat Sultan makin penasaran, lalu dengan tidak sabar Sultan menarik baju yang di kenakan Clara hingga robek dan tanggal dari tubuhnya.
Nafas Sultan semakin terengah saat Clara pun mulai menanggalkan satu persatu pakaianan yang Sultan kenakan dan mencampakkan kesembarang arah.
Keduanya saling mendesah, siap bertempur. Namun saat pedang siap untuk bersarang, ponsel Sultan berdering. Sultan ingin mengabaikan tapi suara deringan itu tidak juga berhenti hingga membuat semangatnya sedikit mengendur.
Clara meminta Sultan untuk mematikan ponsel, karena dia tidak ingin peperangan mereka nantinya terganggu lagi, hingga hasil kurang memuaskan dan tidak sesuai dengan rencana yang telah Clara persiapkan dengan matang.
Sultan pun bangkit, lalu mengambil ponsel di atas meja, dia melihat sang papa yang melakukan panggilan video.
Sultan tidak mungkin mematikannya, lalu dia buru-buru mengenakan pakaiannya hingga membuat Clara heran dan mendekat.
Clara menjauh, tapi dia tidak mau ke kamar sesuai permintaan Sultan, dia juga penasaran kenapa Papa Sultan menelepon di saat tidak tepat.
"Hallo Pa, ada apa Pa?"
"Kamu ke apotik mana rupanya Tan! kenapa belum juga kembali. Muti mengerang terus, dia butuh obat itu secepatnya. Cepatlah, kamu kembali! Papa tunggu sekarang!" ucap Hendrawan marah.
Ternyata perasaan Papa Hendrawan sejak tadi tidak tenang, karena Sultan belum juga kembali dari apotek. Padahal apotek tersebut tidak terlalu jauh hingga membutuhkan waktu hampir 2 jam bagi Sultan untuk kembali.
Papa Hendrawan terpaksa berbohong mengatakan Muti terus mengerang, padahal itu trik Papa untuk memaksa Sultan agar cepat pulang.
Mau tidak mau Sultan pun menjawab, "Iya Pa, ini obatnya baru diambilkan. Aku pasti akan segera pulang," ucap Sultan berbohong.
Sultan tidak berani menentang omongan Sang Papa dan dia juga tidak mau dipersalahkan oleh semua orang yang saat ini sedang berkumpul di rumah orangtuanya, jika sampai terjadi hal buruk terhadap Mutiara.
__ADS_1
Akhirnya Sultan memutuskan untuk pulang, tapi Clara menghalanginya.
"Kakak akan pergi! Jadi bagaimana ini, tanggung Kak! Kita tuntaskan dulu!" ucap Clara sambil mengalungkan lengannya ke leher Sultan dan memasang wajah cemberut.
"Sabar Sayang, kita tunda dulu ya, kamu dengar tadi 'kan? Papa marah dan Muti butuh obat itu secepatnya," ucap Sultan.
"Tapi Kak! Kepala ku pusing, kakak juga 'kan?" rayu Clara lagi.
"Sebenarnya iya, tapi waktunya tidak tepat, jika aku paksakan, nanti kamu malah tidak terpuaskan karena pikiranku sedang tidak tenang," ucap Sultan lagi.
"Pokoknya aku akan cari waktu yang tepat agar bisa kesini, kamu akan tetap tinggal di sini bukan? atau pulang dulu ke rumah orangtuamu?"
"Aku tunggu Kakak di sini dan lusa kita sama-sama ke rumah orangtuaku untuk minta restu. Kakak tidak berubah pikiran tentang pernikahan kita bukan?" tanya Clara.
"Sultan pun menjawab, "Baiklah, aku akan kesana untuk membicarakan pernikahan kita," ucap Sultan hingga membuat Clara sedikit tenang.
Kemudian Sultan berkata lagi, "Pakailah baju tertutup, kamu boleh seperti tadi saat bersamaku. Sekarang aku pulang dulu ya, kamu hati-hati dan jangan tidur terlalu malam," pesan Sultan.
Sultan mencium Clara lalu pergi meninggalkan apartemennya menuju apotek. Setelah menebus obat, Sultan pun kembali ke rumah orangtuanya.
Ternyata tanpa mereka sadari, Hardi ada di sana, dia selama ini telah menyelidiki di mana Clara tinggal.
Melihat Sultan keluar dari apartemen, Hardi celingukan lalu dia memencet bel.
Clara yang baru mau ke kamar untuk mengambil baju, mengurungkan niatnya, dia pikir Sultan yang kembali.
Dengan tersenyum senang, Clara pun segera membuka pintu dan dia tidak menyangka, jika Hardi yang saat ini sedang berdiri di hadapannya.
Hardi menelan salivanya saat melihat Clara. Dia langsung memaksa masuk, menutup pintu dengan kakinya.
Setelah itu, Hardi mendorong paksa Clara, ke tembok dan mendaratkan ciumannya di bibir Clara.
Sambil menunggu aku Up lagi, mampir yuk sobat ke karyaku yang lain, banyak pilihan lho. Terimakasih 🙏♥️
__ADS_1