MUTIARA TERABAIKAN UNTUK ADAM

MUTIARA TERABAIKAN UNTUK ADAM
BAB 74. MENGALAMI FLEK KEHAMILAN


__ADS_3

Sultan menghampiri Muti, "Ayo, kamu jadi ngantor atau tidak, aku mau menemui Pradipta dulu di kantornya," ucap Sultan.


Mendengar hal itu, Muti tidak mau ambil resiko kena imbas langsung kemarahan Sultan saat nanti berada di kantor pengacara Pradipta, lalu dia menjawab, "Sepertinya aku masih belum siap untuk ngantor. Lagipula, Mama masih butuh teman. Jika Dokter mengizinkan Papa pulang hari ini, mungkin aku akan ikut mengantar mereka pulang. Ayah, ibu serta Elena katanya juga akan datang sore ini menjenguk Papa."


"Oh, ya sudah jika begitu. Aku berangkat sendiri saja. Raja! tolong kamu jaga Papa dan Mama ya, saat ini aku masih sulit untuk mendekati mereka," ucap Sultan.


"Iya Kak!" jawab Raja.


Raja juga tidak berani berkomentar, saat mendengar sang Kakak akan ke kantor Pradipta, sebenarnya dia kasihan dengan Sultan. Sultan yang telah mengembangkan bisnis Sang Papa, malah kini tidak mendapatkan apapun hanya demi membela wanita yang tidak pantas untuk dibela.


Sultan meninggalkan rumah sakit, lalu dia menuju kantor Pradipta, ternyata Pradipta belum masuk kantor, menurut sekretarisnya, beliau baru akan datang siang hari karena sedang menyelesaikan urusan di luar.


Akhirnya Sultan putuskan untuk langsung ke kantor, tapi saat Sultan baru memasuki area parkir kantornya, ponselnya berdering.


Sultan melihat ada panggilan dari Clara. Karena baru dari sana, Sultan malas untuk mengangkatnya, dia tidak mau rayuan Clara akan membuatnya bolos ngantor lagi.


Puluhan panggilan dari Clara, Sultan abaikan. Namun, saat ada pesan masuk terbaca oleh Sultan bahwa Clara baru saja mengalami flek, jadi dia meminta Sultan untuk datang jika tidak ingin menyesal kehilangan bayi mereka.


Sultan tidak punya pilihan, dia merasa bertanggung jawab terhadap calon anaknya, lalu dia naik kembali ke dalam mobil dan langsung melaju ke apartemennya.


Karena merasa khawatir, Sultan menambah kecepatan, hingga dalam tempo 20 menit saja dia sudah tiba di sana.


Sultan berlari dan untungnya pintu apartemen tidak terkunci. Lalu dia masuk dan berlari ke kamarnya. Ternyata Clara sedang rebahan sambil memegangi perutnya yang terasa tidak nyaman.


"Kamu kenapa?" tanya Sultan mendekat.


"Ada flek di ****** ***** ku, Kak! Aku takut terjadi apa-apa dengan bayi kita," jawab Clara.


Sultan tidak banyak bicara, lalu dia menggendong Clara dan membawanya turun untuk pergi ke Dokter.


Setelah mendudukkan Clara di mobil, Sultan mengunci apartemen lalu diapun melajukan mobilnya mencari klinik kandungan terdekat.


Sesampainya di sana Sultan menggendong Clara turun dari mobilnya dan lalu meminta perawat agar mengambilkan brankar.


Perawat mendorong brankar ke dalam ruangan agar Dokter bisa segera memeriksa Clara. Sultan mengikuti dari belakang lalu dia berkata saat Dokter menghampiri mereka, "Dok, tolong istri Saya. Saat ini dia sedang hamil dan barusan ada flek lumayan banyak, Saya takut hal itu akan mempengaruhi kesehatan bayi kami."


"Baiklah Pak, Bapak silahkan duduk dan tenang, Saya akan memeriksanya dulu," ucap Pak Dokter.

__ADS_1


Setelah melakukan pemeriksaan, dokter pun berkata kepada Clara dan Sultan, "Saat ini masih dalam tahap normal, tapi Saya mohon agar tidak terjadi perdarahan hebat yang bisa menimbulkan komplikasi kehamilan, ada beberapa hal yang harus Ibu lakukan.



Perbanyak istirahat dan tidur siang


Jangan terlalu sering berjalan atau berdiri, perbanyak waktu duduk atau berbaring


Minum banyak air putih


Kurangi aktivitas fisik yang membuat lelah


Duduk atau berbaring dengan menempatkan kaki ke atas.


Hindari mengangkat barang berat.



"Meski flek atau bercak saat hamil tidak selalu berbahaya, Ibu harus tetap harus berkonsultasi pada kami tim dokter mengenai kondisi ini. Tujuannya agar bisa dilakukan pemeriksaan menyeluruh."


"Oh, terimakasih jika begitu Dokter," ucap Sultan merasa tenang.


"Sama-sama Pak, ini saya resepkan obat berupa vitamin dan tolong ya Pak, jangan terlalu sering dulu bermain-main di ladang istri yang masih hamil muda, apalagi bermain secara kasar," ucap Dokter sembari tersenyum.


"Memang sih, **** tidak akan memengaruhi janin, karena dilindungi oleh cairan ketuban dan otot rahim yang kuat. Namun kekuatan otot rahim belum terbentuk dengan sempurna di trimester pertama kehamilan. Inilah yang membuat bercinta saat hamil muda tidak dianjurkan."


Kemudian Dokter berkata lagi, adapun resiko yang terjadi ketika sering bercinta saat hamil muda:




Pendarahan


Melakukan hubungan **** saat hamil bisa memberikan dampak negatif bagi ibu yang tengah mengandung, salah satunya pendarahan. Dan pendarahan ini bisa membahayakan bagi ibu serta janin.


__ADS_1



Keguguran


Melakukan hubungan **** saat hamil juga bisa menyebabkan keguguran. Hal ini jika hubungan intim dilakukan pada saat hamil muda oleh pasangan suami istri yang memiliki penyakit kelamin herpes genital. Meski jarang terjadi, tapi wanita hamil yang terinfeksi herpes di awal kehamilan (trimester pertama) dapat berpotensi menularkan ke janin. Hal ini bisa menyebabkan janin mengalami cacat lahir.




"Nah, cara berhubungan **** yang aman selama kehamilan adalah dengan rutin melakukan pemeriksaan kandungan ke dokter.


Dokter akan memberikan saran terkait keamanan bercinta, tergantung dengan kondisi kehamilan istri."


"Harap Bapak dan Ibu ketahui bahwa ****** mengandung senyawa prostaglandin yang menyebabkan kontraksi. Oleh karena itu, ibu yang usia kandungannya masih muda atau trimester 1 sebaiknya tidak berhubungan intim dulu agar tidak terjadi kontraksi yang dapat menyebabkan keguguran."


"Iya Dok, kemaren kami memang melakukannya, tapi Saya perlahan-lahan kok Dok!" ucap Sultan.


Clara hanya diam, memang Sultan melakukannya dengan lembut tapi Hardi melakukannya sedikit kasar, mungkin itulah yang menyebabkan dirinya mengalami flek hari ini.


"Nah Pak, tolong jaga Ibu dan bayinya ya, jangan sampai kalian menyesal, kecuali memang belum ingin menimangnya," pesan Dokter.


"Terimakasih Dok, Saya akan menjaga istri dan calon anak kami," ucap Sultan.


Kemudian mereka pamit setelah menyelesaikan administrasi. Sultan pun mengantar Clara kembali ke apartemen.


Dengan keadaannya yang seperti ini membuat Clara semakin manja, lalu dia berkata, "Bagaimana ini Kak, jika aku tinggal sendirian di sini, siapa yang bisa menjamin tidak akan terjadi hal yang membahayakan bayi kita. Apalagi aku mengerjakan semua pekerjaan sendiri."


"Bagaimana jika kamu pulang ke rumah Ayah dan Ibu sampai kandunganmu kuat," saran Sultan.


Clara cemberut, lalu dia berkata, "Pokoknya aku tidak mau jauh dari Kakak. Aku mau setiap hari kita bertemu walau tidak harus tidur bersama," ucap Clara sembari memalingkan wajahnya.


"Ya sudah, sekarang kamu istirahat dulu, aku mau balik ke kantor. Ingat! kamu jangan mengerjakan apapun dan jangan pergi kemana-mana, nanti jam makan siang aku akan balik lagi kesini sambil mengantar makanan. Tentang solusinya, akan aku pikirkan dulu," ucap Sultan.


"Kakak janji ya, kalau bisa tinggal setiap hari bersama kami, demi kebaikan dan keselamatan calon anak kita," pinta Clara dengan manja.


Sultan belum menjawab, dia masih berpikir, bagaimana dia bisa lebih memperhatikan Clara tapi tetap tidak mengabaikan keluarganya.

__ADS_1


__ADS_2