
Bunyi bel membuat Clara tersenyum, pasti Sultan memenuhi janjinya. Malam ini Clara harus mendapatkan keputusan kapan mereka akan menikah.
Clara sudah berdandan sangat seksi dan cantik, dia akan membuat Sultan agar bersedia menginap malam ini.
Dengan memoleskan lipstik ke bibir, Clara menyunggingkan senyum liciknya. Hingga bunyi bel untuk kedua kalinya barulah Clara bergegas membuka pintu.
Namun, Clara tidak menduga jika Hardi yang datang, bukannya Sultan seperti yang dia harapkan.
Hardi langsung memeluk Clara dan mendorongnya masuk serta menutup dan mengunci pintu.
"Ngapain kamu datang sekarang? Pergilah! Sultan akan datang dan aku tidak mau rencanaku gagal," ucap Clara.
"Aku minta jatahku dulu, sebelum Sultan menguasaimu malam ini," ucap Hardi sembari mendaratkan ciuman pada bibir Clara.
Clara mendorong Hardi hingga hampir terjengkang, untung saja Hardi cepat berpegangan pada sandaran kursi.
"Aku bilang jangan sekarang, cepat Hardi pergilah, ini juga demi kemakmuran kamu," ucap Clara.
"Makanya, kamu jangan tolak aku biar cepat selesai. Aku tahu kamu ingin cepat hamil bukan, agar Sultan tidak meninggalkan mu," ucap Hardi sembari mengelus pipi lembut Clara.
Clara tidak bisa berkata-kata lagi saat tangan Hardi sudah menjelajah kemana-mana. Hardi selalu tahu titik kelemahan Clara hingga membuat gadis itu mendesah.
Hardi segera menggendong Clara menuju kamar, karena keduanya sudah terbakar gairah, tanpa menunggu lagi keduanya pun terlena dalam kenikmatan dunia.
Keduanya tertidur karena lelah habis melakukan pertempuran panas dan mereka terbangun saat mendengar suara bel berbunyi.
"Cepat Har! kenakan bajumu dan sembunyilah di dapur atau di halaman belakang, itu pasti Sultan," ucap Clara yang juga buru-buru memakai pakaian dan membenahi riasannya.
Bel terus berbunyi, Sultan kesal kenapa Clara tidak juga membuka pintu, lalu dia menelepon Clara. Clara masih sibuk mendorong Hardi untuk keluar dan Hardi sempat-sempatnya masih mencuri ciuman dari bibir Clara. Clara mendesis kesal, lalu diapun buru-buru keluar kamar untuk membukakan pintu.
Clara melihat Sultan berdiri di hadapannya dengan wajah dingin. Karena Sultan sudah kesal dari awal dengan sikap sang Papa dan di sini dia juga dibuat kesal oleh Clara.
__ADS_1
"Maaf Sayang, aku ketiduran. Mari masuk Yang," ucap Clara sembari bergelayut manja di lengan Sultan.
"Kita langsung saja Clara, kamu benar hamil dan apa buktinya jika kamu memang benar hamil?" tanya Sultan.
"Ayolah kita ke kamar, akan aku tunjukkan buktinya, mana mungkin aku membohongimu Yang. Kita saling mencintai, bukankah pernikahan memang sejak awal yang kamu inginkan, apalagi sekarang, kita akan segera memiliki seorang anak," ucap Clara lalu mengajak Sultan ke dalam kamar.
Sultan menurut saja, lalu dia duduk di pinggiran tempat tidur, sambil menunggu Clara mengambil sesuatu dari dalam tasnya.
"Ini Kak!" ucap Clara sembari menyerahkan alat tes kehamilan dan surat keterangan kehamilan dari Dokter.
Clara telah membuat surat keterangan palsu, bekerjasama dengan seorang Dokter dari klinik langganan orangtuanya. Dia memohon kalau tidak mengaku hamil akan ditinggalkan, sementara mereka telah melakukan hubungan suami istri.
Karena kasihan dan mengingat hubungan baik dengan orangtua Clara, akhirnya Dokter tersebut mau membantu. Dan Dokter memberikan obat penyubur untuk Clara konsumsi, selama menjelang pernikahan, jadi bisa mempercepat kehamilan agar Sultan tidak curiga jika dia berbohong.
Sultan memperhatikan alat tes dan surat keterangan itu, dia tidak bisa membantah, karena memang dia telah melakukan perbuatan terlarang bersama Clara.
"Bagaimana Kak, kapan kita menikah, aku tidak mau orang-orang melihat perutku membesar sementara mereka tahu aku belum menikah," ucap Clara kembali bergelayut dan merebahkan kepalanya di dada Sultan.
Sultan menarik lengan Clara, "Jangan gila kamu! Kita sudah melakukan dosa jangan kamu tambah lagi dosa dengan menggugurkan bayi kita," ucap Sultan.
"Jadi, Kak Sultan mau menikahiku?"
"Ya, aku akan menikahimu demi anakku," ucap Sultan.
Clara memeluk Sultan, sembari mengucapkan terima kasih atas keputusannya, lalu dia mencium bibir Sultan tapi Sultan mengelak.
"Maaf Clara aku nggak bisa, pikiranku lagi kacau," ucap Sultan.
"Justru aku akan membuat pikiran Kak Sultan tenang kembali. Kakak tunggu di sini dulu, biar aku buatkan minum, kita santai saja karena waktu masih panjang malam ini."
Clara keluar dari kamar menuju dapur, lalu dia mencari Hardi yang ternyata bersembunyi di dapur sambil makan buah yang di ambilnya dari kulkas.
__ADS_1
"Cepatlah pergi! Sultan akan menginap, mumpung dia masih di kamar," pinta Clara.
"Baiklah, terimakasih Sayang. Tapi aku boleh dong minta uang sedikit," ucap Hardi sembari mencium ceruk leher Clara.
Clara menggeliat, dia tidak mau terpancing lagi dengan ulah Hardi karena takut Sultan tiba-tiba muncul di dapur. Lalu Clara merogoh kantong bajunya dan memberikan beberapa uang lembaran seratus ribuan.
Setelah mendapatkan keinginannya, Hardi lalu mencium Clara, kemudian diapun pamit pergi sambil berkata, "Selamat bersenang-senang Sayang, semoga rencananya berhasil ya."
Clara mendesah sembari membukakan pintu, agar Hardi cepat keluar dari sana. Dia tahu Hardi memperalatnya, tapi entah kenapa setiap kali dirinya ingin lepas tapi tetap tidak bisa.
Setelah Hardi pergi, Clara buru-buru balik ke dapur, membuatkan susu panas untuk Sultan dan dia juga meminum obat yang telah dokter berikan. Clara juga meneteskan sesuatu ke dalam susu yang akan di sajikan kepada Sultan.
"Kamu akan menghabiskan malam ini bersama ku dan melupakan masalah dan keluargamu. Kita akan bersenang-senang," monolog Clara sembari berjalan kembali ke kamar.
Clara melihat Sultan merebahkan dirinya di kasur, sembari tangannya di atas dahi. Melihat hal itu Clara mendekat dan berkata, "Minumlah susu panas ini dulu Yang, untuk menghilangkan rasa penatmu dan aku akan memijatmu."
Sultan pun bangkit lalu mengambil segelas susu dari nampan yang ada di tangan Clara, kemudian dia menyeruputnya perlahan-lahan.
Clara senang, setengah gelas susu sudah habis di minum oleh Sultan, lalu dia berkata, "Kak Sultan habiskan dulu susunya, aku mau mandi sebentar, setelah itu aku akan pijat, agar tubuh Kak Sultan fresh kembali."
Sultan pun mengangguk sembari menyeruput kembali susu yang masih ada di tangannya. Sedangkan Clara sudah berlalu ke dalam kamar mandi.
Clara sudah selesai membersihkan diri dan wangi aroma terapi kesukaan Sultan pun menguar dari bagian tubuhnya. Setelah itu Clara sengaja keluar dari dalam kamar mandi, dengan hanya berbalut handuk mandi saja.
Mendengar derit pintu kamar mandi terbuka membuat Sultan mengarahkan pandangannya ke arah Clara. Pemandangan indah pun terpampang di sana, hingga membuat Sultan menelan salivanya.
Clara sengaja melepas handuk mandi dan mengenakan gaun tipis di hadapan Sultan, setelah itu sesuai janjinya, dia pun memijat tubuh Sultan sekaligus memberikan pelayanan yang membuat Sultan, melupakan masalah dan kepenatannya.
Malam ini berlalu sesuai dengan rencana Clara. Clara puas, akhirnya Sultan kembali ke dalam pelukannya dan menghabiskan malam dengan beberapa kali penyatuan.
Sementara di rumah sakit, Muti dan Mama gelisah, menunggu Sultan yang tidak juga kunjung kembali. Dan Raja mencoba menghibur kakak iparnya dengan mengajaknya ngobrol tentang masa sekolah mereka masing-masing.
__ADS_1