MUTIARA TERABAIKAN UNTUK ADAM

MUTIARA TERABAIKAN UNTUK ADAM
BAB 25. ALASAN MUTIARA MENYEMBUNYIKAN MASALAH DARI KELUARGA


__ADS_3

"Kak, mau kenalan nggak. Ini teman ku, cantik kan?" tanya Muti sambil mengarahkan ponselnya ke arah Elena.


Kedua kakak muti pun heboh hingga membuat wajah Elena bersemu merah karena malu, dicandain oleh kedua kakak laki-laki Mutiara.


"Kakak siap-siap saja bersaing, dua hari lagi Elena akan tiba di sana," ucap Muti.


"Oke Dek, pasti aku yang menang," ucap Fadlan, Kakak kedua Muti.


"Enak saja! Aku yang tertua pasti aku yang bakal menang," jawab Fadhil, si kakak pertama.


"Hei, hei...kenapa kalian malah bertengkar sekarang. Kalau begini, aku batalin saja mengajak Elena ke Jakarta," ucap Mutia.


"Jangan dong Dek, okelah kami akan adu tos, siapa yang menang dia maju duluan untuk mengambil hati Elena. Jika Elena menolak, berarti dia gagal dan masuklah kesempatan untuk kami yang kalah tos tadi," ucap Fadlan.


"Jika keduanya kalah, bagaimana?" tanya Muti.


"Berarti Elena jadi adik kami saja, seperti mu Dek. Tapi, mudah-mudahan cerewetnya nggak sama," jawab Fadhil.


"Ah, Kakak! Sudah dulu ya, nih... ada yang mau melambai ke Elena atau nggak. Kalau nggak ada, langsung aku tutup," ucap Elena.


"Titip cium aja deh, boleh 'kan?" ucap Fadlan hingga mendapat jeweran telinga dari sang Kakak.


Elena yang melihat keakraban dan kehangatan dalam keluarga Mutia pun merasa terharu. Dia jadi rindu dengan sang kakak semata wayang, yang tidak ada kabar, di mana rimbanya.


"Kamu kenapa El?" tanya Muti yang melihat Elena murung.


"Aku iri dan sekaligus sedih Mbak. Iri, rasanya hidup ini tidak adil bagiku. Semua orang yang aku cintai pergi. Dan sedih, aku jadi teringat dengan kakak ku yang hilang," jawab Elena.


"Maaf ya El, jika aku sudah membuat kamu sedih. Tapi, kamu jangan khawatir El, kakak-kakak ku pasti akan menyayangimu seperti mereka menyayangiku. Aku bersyukur jadi adik mereka, mereka selalu menjaga dan membantuku setiap aku mengalami kesulitan. Bahkan aku sering minta uang bulanan ke mereka," ucap Muti.


"Kenapa Mbak, nggak cerita saja ke mereka, tentang masalah rumahtangga yang sedang Mbak Muti hadapi sekarang? pasti mereka mau membantu mencari solusi terbaik, agar Tuan Sultan bersikap baik kepada Mbak Muti," ucap Elena.


"Nggak El, sejak aku putuskan pergi meninggalkan rumah orangtuaku untuk ikut suami, aku sudah bertekad akan belajar mandiri, menyelesaikan sendiri setiap masalah apapun yang datang dalam rumahtangga ku. Aku seorang istri, istri itu harus kuat El," ucap Elena.


Kemudian Muti berkata lagi, " Setiap rumah tangga pasti ada ujiannya, ujian suami beda, begitu pula ujian istri. Makanya kita harus bisa berpikir tenang dan bersikap bijak. Sebab, jika gegabah dan bertindak spontan dalam menghadapi masalah, maka biduk rumah tangga pun bisa terancam karam."


"Lantas, bagaimana cara kita, agar bisa berpikir dengan tenang Mbak?" tanya Elena.


1.Harus senantiasa, mendekatkan diri pada Sang Khalik, jangan jemu bermunajat pada-Nya dan harus selalu ingat, menghadapi ujian bukan dengan berlagak sombong, seolah diri kuat dan tak rapuh, sebaliknya, hadapi segala ujian yang hadir dengan menyadari kealpaan diri, sehingga kita akan senantiasa bergantung pada Empunya jagat raya ini."


__ADS_1


Berhenti untuk panik.


Ketahuilah El, semakin kita panik dalam menghadapi sesuatu maka keputusan yang akan diambil malah menjadi tidak karuan. Makanya, tindakan panik sangat tidak tepat untuk dilakukan di tengah ujian yang sedang dihadapi. Panik akan membuat pikiran jenuh dan ujungnya stres akan mudah melanda.



Berhenti berpikiran yang tidak-tidak. Tenangkan diri dan hadirkan energi positif dalam diri. Dengan demikian kondisi mental akan jauh lebih baik, sehingga dapat membantu untuk berpikir jernih dalam menghadapi musibah. Bisikkan pada hati kecil kita, bahwa kita dan pasangan bisa melewati ujian yang sedang dihadapi.



Isi waktu sehari-hari dengan berbuat baik.


Meski sedang menghadapi ujian, bukan berarti seseorang pasif dalam berbuat sesuatu, khususnya dalam melakukan perbuatan baik.



Jangan pernah lupa berbuat baik dalam kehidupan, baik itu dalam kondisi lapang maupun saat sedang menghadapi ujian hidup. Kita bisa memulai berbuat baik dengan pasangan, atau orang-orang di sekitar. Dengan bertindak demikian, maka energi positif akan kita rasakan dalam diri, sehingga membuat pikiran menjadi lebih tenang.


"Ketahuilah El, meski perbuatan baik yang kita lakukan itu kecil, maka tetap akan berdampak terhadap ketenangan jiwa dan pikiran. Ujungnya akan membuat suasana hati menjadi damai dan lebih tenteram. Ingat, jangan remehkan perbuatan baik, ya.


4.Perbanyak bersyukur dan tidak menyalahi keadaan.


Jangan berhenti bersyukur, apapun keadaan yang sedang kita alami. Baik senang maupun susah, bersyukur adalah kewajiban setiap manusia sebagai bentuk terima kasih atas karunia dari Ilahi. Meski hari-hari ini berat, jangan kendurkan semangat untuk terus bersyukur. Ketahuilah, semakin banyak seseorang bersyukur, hatinya akan semakin lapang. Alhasil, akan berdampak terhadap ketenangan pikiran, sehingga kita bisa melalui ujian dalam rumah tangga tanpa perasaan tertekan.


Dan kita juga harus berhenti mengambinghitamkan keadaan sebagai biang keladi yang membuat ujian rumah tangga kian berat. Menghadirkan semangat positif dengan terus bersyukur, niscaya kita akan mudah melalui ujian yang ada.



Bicara dari hati ke hati dengan pasangan.


Hal Ini sangat penting untuk dilakukan oleh pasangan suami istri agar hubungan tetap harmonis meski pun sedang dilanda ujian dalam rumah tangga. Kekompakan dan hubungan yang langgeng antara suami dan istri akan memudahkan pasangan untuk menghadapi kemelut dalam rumah tangga. Dengan demikian, baik suami maupun istri akan mudah mengontrol pikiran agar tetap tenang di tengah badai ujian yang menghadang.



Ujian rumah tangga bukanlah keburukan, semua pasangan pasti dapatkan melaluinya asalkan jujur dalam bersikap dan menghadapi masalah tersebut dengan kepala dingin.


"Dan ada 5 alasan ku El, kenapa masalah rumah tangga, harus aku sembunyikan dari Keluarga Besar kami :



__ADS_1


Mereka pasti akan ikut campur.


Yang namanya keluarga, pasti mereka akan merasa perlu untuk ikut campur dalam setiap masalah ku. Ini wajar banget. Karena kita adalah bagian dari mereka sebelum dan bahkan sesudah menjalin ikatan dengan pasangan halal saat ini. Sehingga, menceritakan masalah kepada keluarga, hanya akan membuat mereka ikut campur dan mungkin aja hasilnya justru jadi nggak baik.




Bukan nggak mungkin mereka akan membicarakan kita di belakang.


Masalah rumah tangga perlu disembunyikan agar kita nggak semakin tersiksa mendengar omongan orang-orang di belakang kita. Meski keluarga besar mungkin akan simpati pada rumah tangga ku, namun bukan nggak mungkin akan ada satu atau lebih oknum yang dengan senang hati menyebarkannya pada orang di luar sana. Malah jadi bahan gosip deh.




Bukannya dapat solusi, bisa jadi tambah emosi.


Keluarga besar pasti akan mendukungku, begitupun keluarga besar Kak Sultan, pasti mereka juga mendukungnya dan bisa jadi malah menyalahkanku karena kurang pandai melakukan pendekatan kepada suami. Urusan dukung mendukung ini bisa berujung rumit dan bikin lebih emosi dari sebelumnya. Gak mau kan El?"




Masalah akan jadi melebar kemana-mana.


Masalah rumah tangga yang mungkin awalnya hanya berkisar soal tanggung jawab, bisa tiba-tiba melebar ke masalah yang lain, hanya karena campur tangan keluarga besar. Mereka bisa jadi kompor yang menyulut percikan-percikan api lainnya dan membuat rumah tangga jadi retak.




Selesaikan dulu atau konsultasikan dengan yang dapat dipercaya.


Setiap masalah dalam rumah tangga harus diselesaikan berdua dulu antara suami dan istri, jika sudah gak bisa ditahan lagi, maka cari konselor yang tepat. Hal ini lebih baik ketimbang bercerita pada yang bukan ahlinya.




Masalah dalam rumah tangga memang ada-ada aja. Tapi bukan berarti itu bisa kita jadikan alasan untuk menceritakannya pada keluarga besar. Bersikap lebih dewasa dan mencoba untuk mencari solusi tanpa harus menimbulkan emosi.

__ADS_1


"Kamu setuju El?" tanya Mutia, setelah berbicara gamblang kepada Elena tentang alasan kenapa Muti tidak mau memberitahukan masalahnya kepada orangtua dan kakaknya maupun kepada keluarga Sultan.


__ADS_2