MUTIARA TERABAIKAN UNTUK ADAM

MUTIARA TERABAIKAN UNTUK ADAM
BAB 69. MENIKAH DADAKAN


__ADS_3

Sultan tiba di kampung Clara, benar apa yang dikatakan oleh Clara bahwa orangtuanya menyambut kedatangan Sultan dengan gembira.


Mereka telah menyajikan banyak makanan dan terutama makanan kesukaan Sultan sesuai dengan instruksi dari Clara.


Sebelum mempersilakan makan, mereka berbincang dulu sembari minum teh dan membicarakan tentang maksud kedatangan Sultan.


"Jadi kapan kira-kira kita bisa melangsungkan pernikahan kalian Nak? Kami mohon secepatnya, sebelum perut Clara membesar. Bapak tidak mau Clara menjadi bahan gunjingan orang-orang!" ucap Ayah Clara.


"Iya Kak, toh nanti Kakak dan keluarga juga bakal malu. Bagaimana jika besok saja Yah, Clara tidak membutuhkan pesta yang penting akad nikah biar membuat hubungan kami sah di mata agama. Bagaimana Kak! biar nggak bertele-tele. Jadi besok saja kita baru kembali ke kota."


Sultan berpikir sejenak lalu dia berkata, "Tapi aku tidak bisa menginap, Papa sedang dirawat di rumah sakit, aku tidak mau membuat mamaku marah lagi seperti kemaren!" ucap Sultan.


"Tapi Nak, yang dikatakan Clara benar juga, daripada kalian bolak balik ke sini makan waktu dan mengganggu urusan pekerjaan kamu, lebih baik kita langsungkan sekarang mumpung penghulu pernikahan sedang berada di dekat sini. Clara! cepatlah bersiap biar ayah jemput penghulu dan tetangga untuk menjadi saksi pernikahan kalian," ucap Ayah Clara sembari bangkit dari tempat duduknya.


Sultan tidak bisa berkutik, akhirnya diapun pasrah menerima keputusan itu.


Clara mengajak Sultan ke kamar lalu Clara mengeluarkan sebuah gaun dari dalam tasnya dan seperangkat pakaian pria lengkap dengan jas. Rupanya Clara telah mempersiapkan semuanya, rencana itu sudah dia susun matang-matang bersama keluarganya.


Clara membantu menanggalkan pakaian Sultan, lalu dia memakaikan kemeja serta jas baru, setelah itu tanpa malu-malu dia mengganti bajunya di hadapan Sultan. Dasar memang Clara licik, dia sengaja memancing gairah Sultan. Clara ingin Sultan meminta jatahnya setelah akad nikah selesai.


Sultan menelan saliva saat Clara nyaris tak berbusana berdiri menghadapnya, laku Clara mendekat dan berjinjit, dia menyempatkan diri mencium Sultan.


Seekor anjing di beri tulang, ya... pastinya langsung di gigit. Trik Clara berhasil, saat Sultan mulai panas dan menginginkan lebih, dia menghentikan aksinya, sembari tersenyum dan berkata, "Sabar Sayang! halalkan aku dulu, kita akan melakukan sepuas kamu mau, aku janji akan membuatmu tidak akan melepaskan aku malam ini."


Sultan mendesah, hasratnya yang sudah naik ke ubun-ubun langsung turun dan membuatnya kecewa. Clara menciumnya lalu berbisik, "Bantu aku kenakan bajunya Yang, biar acara cepat kita langsungkan, aku juga sudah tidak tahan," ucap Clara sembari mendesah.

__ADS_1


Mendengar bisikan manis Clara Sultan pun kembali bersemangat, sambil membantu memakaikan gaun, tangan Sultan pun menjelajah ke daerah manapun yang dia suka.


Clara tersenyum penuh kemenangan, hari ini dia akan resmi menjadi nyonya Sultan. Dia akan membuat hidup Muti seperti di neraka dan akhirnya akan meminta cerai. Setelah itu, dialah yang akan menggantikan Muti menjadi nyonya besar di keluarga Hendrawan.


Mereka selesai berdandan, lalu Muti menggandeng lengan Sultan dan mengajaknya keluar. Di ruangan yang sudah di persiapkan telah hadir penghulu pernikahan beserta dua orang saksi. Para tetangga dekat juga berdatangan untuk menyaksikan acara tersebut.


Keluarga Clara menjelaskan dengan kebohongan mengapa mereka melakukan acara mendadak. Mereka mengatakan jika Sultan akan berangkat ke luar negeri untuk urusan bisnis.


Mengenai resepsi akan di gelar saat kedua mempelai dan keluarga siap dan memiliki waktu senggang.


Mereka pun percaya melihat penampilan serta mobil yang Sultan gunakan. Sultan pebisnis sukses dan keluarga Clara pasti beruntung mendapatkan menantu seperti itu.


Para tetangga berkomentar dan berdecak kagum, semua mengucapkan selamat kepada Clara dan keluarganya. Menurut mereka derajat orangtua Clara akan berubah setelah anak mereka menjadi nyonya dari keluarga kaya.


Dan Clara menjelaskan bahwa dia untuk sementara menikah siri guna mendapatkan keturunan karena istri sah Sultan belum mengizinkannya untuk menikah lagi, padahal tidak bisa memberikan anak bagi keluarga mertuanya. Itulah ya Sobat kebohongan yang di karang Clara beserta keluarganya.


Tetangga pun simpatik mendengar cerita Clara, lalu mereka mendoakan untuk kebahagiaannya dan menurut mereka, pasti Clara suatu saat akan menjadi istri sah di mata hukum saat dirinya bisa memberikan keturunan.


Sultan dan Ayah Clara sudah bersiap untuk pelaksanaan ijab kabul. Mereka saling berhadapan dan berjabat tangan.


Dengan di pandu oleh penghulu pernikahan kampung, akhirnya Clara sekarang telah sah menjadi istri Sultan.


Mereka pun membaca doa agar mendapatkan keberkahan setelah itu kedua pengantin di minta sungkeman. Acara pun diakhiri dengan makan bersama.


Clara sangat bahagia hari ini, di tengah kebahagiaannya tiba-tiba dia merasa mual, lalu diapun bergegas ke kamar mandi sebelum tamu merasa curiga.

__ADS_1


Kepala Clara pusing, dia akhirnya memuntahkan semua makanan yang ada di dalam perutnya.


Sultan yang menunggu Clara tidak kembali ke tempat duduknya, segera menyusul ke belakang, diapun mencari-cari keberadaan Clara.


Mendengar suara orang muntah di kamar mandi Sultan pun langsung menduga bahwa itu adalah Clara. Sultan segera masuk dan dia melihat Clara begitu pucat dan sedang memegangi perutnya.


Karena merasa khawatir, Sultan buru-buru membersikan muntahan Clara dan menggendongnya ke kamar.


Kemudian Sultan ke dapur untuk meminta teh jahe kepada pelayan untuk menghilangkan mual yang di alami Clara.


Setelah tamu pamit pulang, orangtua Clara langsung menemui Sultan, mereka menanyakan apa yang terjadi dengan Clara.


Lalu ayah Clara memanggil dokter langganannya untuk segera memeriksa kondisi putrinya. Ternyata dokter mengatakan jika Clara positif hamil.


Namun, untuk memastikan lagi, dokter menyarankan agar Clara segera menemui ahli kandungan supaya bisa tahu berapa minggu usia kandungannya.


Clara senang rencananya 100% berhasil, kehamilan yang tadinya hanya kebohongan ternyata menjadi kenyataan. Cuma satu yang mengganjal di hatinya, dia hamil anak siapa. Apakah bayi dalam kandungannya anak Sultan atau anak dari Hardi.


Clara masih menghitung-hitung kapan dia terakhir berhubungan badan dengan Hardi dan kapan dengan Sultan. Akhirnya hal itu membuat kepalanya bertambah pusing.


Dalam hatinya Clara berkata, "Masa bodoh lah yang penting saat ini aman. Aku bisa melakukan tes DNA jika ingin memastikan siapa ayah nya. Aku sekarang sudah punya senjata untuk menaklukkan keluarga Hendrawan. Tunggu saat yang tepat ya Marmut, aku akan mendepak dirimu keluar dari rumah suamiku."


Clara tersenyum, lalu dia buru-buru menyembunyikan senyumannya dan berpura-pura lemas untuk mendapatkan perhatian dari Sultan.


Dia meminta Sultan untuk mengelus-elus perutnya dengan alasan klasik yaitu keinginan si jabang bayi.

__ADS_1


__ADS_2