MUTIARA TERABAIKAN UNTUK ADAM

MUTIARA TERABAIKAN UNTUK ADAM
BAB 64. PERTEMUAN TAK DISANGKA


__ADS_3

"El, berhentilah di sebuah toko pakaian dan tolong belikan aku blouse ya, dengan ukuran L. Aku tunggu di sini saja," pinta Muti.


"Iya Mbak. Di depan sana ada toko pakaian wanita yang lumayan besar, aku beberapa kali lewat sini dan melihat pengunjungnya sangat ramai, kita beli di sana saja ya Mbak?" tanya Elena.


"Terserah kamu saja El," ucap Muti.


Elena pun menghentikan mobil tepat di halaman sebuah toko, lalu diapun turun dan bergegas ke dalam. Di sana, Elena berkeliling mencari baju yang menurutnya cocok untuk Mutiara.


Saat melihat deretan aneka blouse yang cantik, Elena bingung. Lalu dia mengadakan panggilan video kepada Muti, agar dia bisa memilih sesuai selera.


Ketika Elena asyik dengan panggilan Videonya, tiba-tiba terdengar suara ricuh, pelanggan pun langsung berkerumun. Elena yang penasaran, ingin mengetahui apa yang sedang terjadi, langsung menuju ke tempat kerumunan tersebut. Ternyata, kasir tengah menghakimi seorang ibu yang kedapatan sedang mencuri pakaian untuk anak-anak.


Ramainya pengunjung membuat orang-orang yang berniat jahat hampir saja lolos, untung saja ada kamera pengawas di sana, hingga karyawan dengan mudah menangkap si pelaku.


Tapi saat security hendak membawa ibu tersebut ke kantor polisi, diapun memohon dan menangis. Ibu itu terpaksa mencuri karena tidak bisa membelikan pakaian untuk anak-anaknya.


Kericuhan tersebut terhenti, saat tiba-tiba terdengar suara, "Hentikan! Ada apa ribut-ribut di sini!"


Para karyawan pun menoleh ke asal suara dan mereka langsung menunduk hormat.


"Maaf Pak Bos," ucap salah satu karyawan.


"Ada apa sebenarnya, kenapa wanita itu menangis?"


"Dia ketahuan mencuri Pak, lihatlah ini buktinya."


"Bawa ibu itu ke ruangan Saya!"

__ADS_1


"Siap Pak," ucap security.


Dari kejauhan Elena bengong menatap orang yang di panggil Bos tersebut, dia seperti mengenalnya tapi merasa ragu. Apalagi orang itu datang dengan dua orang pengawal di belakangnya.


Setelah kerumunan itu bubar, Elena yang merasa penasaran, langsung mendekati kasir, dia ingin membayar baju sambil menanyakan siapa pria berjas tadi.


"Mbak, kalau boleh tahu siapa ya pria berjas dan berkacamata hitam tadi?" tanya Elena.


"Oh, dia Bos kami Mbak, namanya Pak Adam."


"Mas Adam? berarti aku tidak salah mengenali orang. Tapi penampilannya kok berbeda sekali ya? Yang aku tahu, mas Adam tidak pernah pergi dikawal seperti itu," monolog Elena.


"Mbak kenal dengan Bos kami? Beliau pemilik banyak toko pakaian terbesar di beberapa kota Mbak, dan yang kami dengar bisnisnya bukan bidang ini saja, tapi masih banyak lagi bahkan sampai ke luar negeri, makanya beliau selalu di kawal jika bepergian."


"Hah! Benarkah?" tanya Elena masih tidak percaya.


"Iya Mbak, masa saya bohong. Bukankah Mbak teman Bos kami, kenapa tidak tahu?"


"Ini struknya Mbak," ucap salah satu kasir yang bernama Desy.


"Terimakasih ya, aku akan coba menelepon temanku itu, untuk memastikan, apa benar dia memang Bos Anda atau bukan. Sekali lagi, terimakasih atas informasinya ya Mbak," ucap Elena sembari membayar sejumlah yang tertera pada struk.


"Oke, sama-sama. Sering-sering belanja di sini ya Mbak, mudah-mudahan suka dengan produk kami," ucap kasir Desy.


Elena pun mengangguk, lalu bergegas meninggalkan toko itu untuk kembali ke mobil. Muti gelisah menunggu kedatangan Elena, kenapa Elena lama sekali baru keluar dari toko tersebut.


Setelah melihat Elena di pintu keluar Muti pun lega.

__ADS_1


"Maaf ya Mbak Muti, aku kelamaan di dalam, soalnya ada hal yang membuat aku penasaran di sana. Cepatlah Mbak Muti kenakan bajunya, nanti aku ajak ke dalam, ada surprise untuk Mbak," ucap Elena.


"Surprise apa El?" tanya Muti heran.


"Kalau aku katakan, bukan surprise namanya Mbak," ucap Elena sembari tersenyum.


"Oke deh, sebentar ya."


Muti pun membuka pakaian dan menggantinya dengan yang baru. Karena kaca mobil Elena tidak tembus pandang dari sisi luar, makanya Muti berani mengganti pakaiannya di sana tanpa harus pergi ke ruang ganti atau toilet.


"Sudah selesai, terimakasih ya El, baju ini pas sekali dengan ukuran tubuhku dan warnanya sangat aku suka."


"Alhamdulillah jika Mbak Muti suka. Ayo cepat Mbak, biar kita tidak kehilangan jejak, aku penasaran ingin segera membuktikannya," ucap Elena sembari menarik lengan Muti, mengajaknya turun dari mobil.


"Sebenarnya kita mau kemana El? Kok malah masuk ke dalam sini?" tanya Muti.


"Sebentar Mbak, kita cari dulu ruangannya," ucap Elena sembari menarik Muti ke arah security yang berdiri tidak jauh dari tempat mereka sekarang.


"Maaf Pak security, kami ingin bertemu dengan pimpinan Anda, dimana ya ruangannya?"


"Apakah kalian sudah ada janji dengan Bos kami?"


Elena menggeleng, lalu berkata lagi, "Bos kalian teman kami Pak," ucap Elena lagi.


"Maaf, jika belum ada janji saya tidak berani mengantarkan kalian kesana."


"Sudahlah El, memangnya siapa yang ingin kamu jumpai? Ayo kita pergi dari sini!" ajak Muti.

__ADS_1


"Tunggu Mbak!"


Elena mengirim pesan, dia berharap bos toko itu benar Adam dan akan menemui mereka setelah membaca pesan darinya.


__ADS_2