My Bipolar Boy

My Bipolar Boy
satu


__ADS_3

"lev, kamu mau kemana?" suara seseorang yang membuat Levin Raffaelo Bernardus berhenti.


"apa peduli mu" kecam levin.


"aku bisa jelasin, tapi kamu jangan kayak gini pliss" mohon Clara.


"jelasin apa sih, apalagi ha???" teriak Levin.


" tadi aku nggak sengaja ketemu dia lev, trus dia narik aku gitu, aku juga nggak kenal dia siapa lev" ucap Clara sambil memegang lembut tangan Levin.


"kamu kira aku percaya? aku udah melihat semua, dan mulai sekarang kita putus" ketus Levin sambil menghempaskan tangan wanita yang ia cintai tersebut, lalu berlalu pergi tanpa memperdulikan Clara yang terjatuh.


" LEV, LEVIN!!!" teriak Clara frustasi.


~Levin Raffaelo Bernardus


laki laki dengan sejuta pesona. ia memang masih kelas 3 SMA tetapi dengan otaknya yang cerdas, ia sudah mempunyai usaha sendiri di saat usianya masih 18 tahun.


ia dari keluarga kaya, bahkan sangat kaya, apalagi ia anak tunggal tentu saja hidupnya sangat sempurna. ia mempunyai seorang kekasih bernama Clara Gisella Jovanka, gadis cantik yang mampu meluluhkan hatinya yang keras bak batu itu. ia juga punya sahabat bernama Brian Jaremy Smith.


ia sangat bahagia dengan hidupnya, menjalani dengan semangat dan penuh kasih sayang. tapi sekarang?? ia merasa hidupnya paling buruk di dunia ini, ia yang paling malang dan yang paling tersiksa. kalian tahu karena apa?? karena kekasihnya, Clara!!


~flashback


" halo, anda berada di sebelah mana ya" tanya Levin pada klien nya, walau malam, ia harus tetap menemui kliennya tersebut, karena sang klien ingin membicarakan kerja sama mereka langsung. juga karena jika siang ia harus sekolah dan ia tidak ingin merepotkan kedua orang tua nya.


"meja VIP nomor 10 sebelah Utara" ucap pak Danu, klien Levin.

__ADS_1


" baik saya akan segera ke sana" kata Levin lalu mematikan handphone nya dan langsung bergegas pergi.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"selamat malam pak" sapa Levin lalu berjabat tangan dengan pak Danu.


"malam juga nak Levin, bagaimana tentang perkembangan usaha anda" tanya pak Danu mengawali pembicaraan.


"Alhamdulillah lancar pak, langsung intinya saja pak" ucap Levin malas berbasa basi terlebih dahulu.


setelah berbincang bincang banyak tentang bisnis dan kerjasama, akhirnya mereka mengakhiri pertemuannya.


"baik sampai disini terlebih dahulu, jika ada yang ditanyakan, bisa lain waktu, saya permisi dahulu" pamit levin, bukan tanpa sebab ia mengakhiri nya cepat, tetapi karena ia sudah tidak tahan untuk ke kamar mandi.


"hhuuffttt lega deh, langsung pulang tidur" kata Levin lalu beranjak pergi.


" duh, berkasnya lupa lagi" keluh Levin lalu berbalik kembali menuju restoran.


loh, itu bukannya Clara, tapi sama siapa?? kok Deket banget kelihatannya, batin Levin bertanya tanya.


saat Levin ingin mendekat, tiba tiba hal tak terduga terjadi. kekasihnya duduk di pangkuan klien nya tadi dan sekarang mereka berciuman!!!! what!!!


didepan mata levin!!!! gilaaa sungguh gilaaaaa.


dengan penuh amarah, Levin menggebrak meja mereka.


BRAK!!

__ADS_1


"maaf, berkas saya ketinggalan, dan untuk kerjasama kita saya batalkan" ujar Levin lalu pergi dengan perasaan kecewa, marah, dan sedih bercampur satu.


suasana menjadi hening sejenak, Clara sudah gemetar dan pucat, pak Danu pun sama, ia merasa dongkol karena ciuman nya tadi yang terhalang dan kerjasama yang batal. sedangkan clara, tanpa ba bi Bu dia langsung lari mengejar levin.


~flashback off


" sial, dasar jalang tidak tau diuntung" desis Levin sambil mengemudikan mobilnya bak kesetanan, untung jalanan sedang sepi, bagaimana jika tidak??


"AAHHHH" teriak Levin frustasi, lalu ia menangis sambil memukul setir mobil nya.


"aku sudah memberikan segalanya untuk mu, tapi ini balasannya? dasar jalang" murka levin, lalu ia menjalankan mobilnya menuju ke bar.


sesampainya di bar, Levin langsung masuk ke ruang VIP dan memesan minuman beralkohol.


"satu lagi" perintah Levin pada pekerja bar tersebut.


"tapi anda sudah sangat mabuk tuan" ia tidak ingin Levin bertambah mabuk dan merepotkan nya disini.


"kau membantahku ha??" teriak Levin.


"b baik tuan, akan saya ambilkan" ujar pekerja bar itu, lalu berlalu pergi.


"kau, kau akan menderita dan menyesal karena mengkhianati ku Clara, tunggu saja" gumam levin sambil tertawa, tetapi kemudian ia menangis.


"kenapa kau mengkhianatiku clara, hiks"


🌻🌻🌻

__ADS_1


__ADS_2