My Bipolar Boy

My Bipolar Boy
sepuluh


__ADS_3

Keesokan harinya.....


Pagi pagi sekali, Anna dikejutkan dengan kedatangan dua orang yang tidak dikenalnya, tetapi mencari dirinya.


Setau nya, dia tidak memiliki masalah apapun Dengan seseorang, tetapi kenapa ada yang mencari pagi buta seperti ini, dan dari pakaian nya, seperti seorang preman sehingga membuatnya sedikit takut.


"Cari siapa ya pak" tanya pak Arman, ayah Anna


"Saya mencari anak anda, Brianna Calista" jawab orang tersebut


"Maaf sebelumnya, apa ada masalah??"


"Tidak ada pak, kami hanya ingin bertanya kepada anak anda" jelas pengawal papa Angga


"Oh iya, sebentar saya panggil kan terlebih dahulu" kata pak Arman lalu kemudian ia masuk untuk memanggil anna


"Ada yang bisa saya bantu pak??" Tanya anna sopan.


"Kami memerlukan bantuan anda, bisa anda ikut dengan kami??" Tanya salah satu pengawal


"Kemana pak?" Tanya Anna yang mulai panik


"Ke rumah Raffa"

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Setelah izin dengan kedua orang tuanya, kini Anna dalam perjalanan menuju rumah Raffa, orang yang menjadi temannya, baru satu hari kemarin.


Untung hari ini hari Minggu, sehingga ia tidak bingung harus izin sekolah terlebih dahulu.


Setelah menempuh perjalanan cukup lama, akhirnya ia sampai di rumah Raffa, rumah yang terbilang cukup megah baginya yang merupakan warga desa.


Tunggu, kenapa aku menjadi gugup begini!!! Huft, aku harus tenang. Tarik nafas, buang, tarik nafas, buang, batin Anna memenangkan dirinya.


TOK... TOK.... TOK...


"Pagi tuan, saya sudah membawa anaknya kemari sesuai perintah anda" lapor sang pengawal kepada papah Angga.


"Suruh masuk" titah papah Angga, pengawal menganggukkan kepalanya dan menyuruh Anna untuk masuk menemui papah Angga.


"Waalaikumsalam, silahkan duduk, saya hanya ingin bertanya kepada anda, tentang kegiatan Raffa kemarin" kata papah Angga tanpa basa basi.


Tiba tiba, dari arah dapur, datang lah wanita cantik yang sudah berumur. Ia adalah mama Rena. Yang membawa secangkir teh dan Camilan untuk anna.


"Silahkan dinikmati" ucap mama Rena ramah.


"Terimakasih"

__ADS_1


Lalu mama Rena duduk disamping papa Angga.


"Kamu kemarin main sama Raffa ya?" Tanya mama Rena mengawali pembicaraan.


"Iya Tante"


"Apa ada kata kata yang menurut kamu menyinggung perasaan nya?"


"Tidak ada Tante" jawab Anna sambil menggelengkan kepalanya.


"Apa kemarin ada perilaku yang menurut mu aneh dari dalam diri Raffa?"


"Dia berbicara dengan nada yang lucu, dan selalu ingin tahu seperti anak kecil" jawab Anna pelan, karena takut menyinggung perasaan kedua orang tua didepannya ini.


"Lalu, apa ada selain kamu yang bermain dengan raffa?"


" Setau saya tidak ada, karena saat bertemu dengan Raffa, saya lihat dia hanya sendiri, lalu kami berkeliling sebentar dan makan lalu pulang" jelas Anna


"Saat pulang apa kamu merasa ada keanehan pada Raffa?" Kali ini papa Angga yang bertanya.


Anna hanya mengerutkan keningnya heran. Ditanyai seperti ini saja ia merasa aneh, tapi setelah diingat ingat, ia sempat merasa aneh tentang kejadian saat pulang kemarin.


"Oh ya, dia kemarin sempat merajuk, karena saat pulang, jalan rumah kita berlawanan arah, dan saat saya meninggalkan nya, ia hanya diam mematung memandang kepergian saya, dan sepertinya dari tatapannya, ia terlihat sangat kecewa, lalu ia mengepalkan tangannya dan menutup matanya seolah sedang meredam emosi nya, lalu ia pergi pulang" jelas Anna sambil mengingat ingat kembali kejadian kemarin yang juga sempat membuat nya bingung, mengapa Raffa terlihat marah dan kecewa??

__ADS_1


🌻🌻🌻


kalau mau lanjut, komen ya...


__ADS_2