My Bipolar Boy

My Bipolar Boy
37. Games Land


__ADS_3

💞M.B.B💞


Posisi keduanya masih sama, membuat Cahya masih merasakan gugup luar biasa.


"Kenapa?" Pertanyaan itu diajukan oleh Cahya untuk seseorang dihadapannya itu.


Bukannya menjawab, orang tadi malah mengerucutkan bibirnya. "Kenapa lama sekali. Vino capek nunggu daritadi." Ucapnya sambil menghentakan kakinya ke lantai.


"Maaf, tadi Cahya mandi dulu."


Vino menghela nafas pendek "Ya sudah, tidak apa apa. Tapi sekarang kita pergi. Vino mau main di Games Land sekarang." Tekanya pada kata terakhirnya.


"Kalau begitu, ayo. Tapi izin sama mama Irena dulu, ya." Cahya berjalan mendahului Vino begitu ia melihat mama Irena ada di sofa ruang keluarga.


Ia berjalan agak cepat agar Vino tidak melihat kalau dirinya tengah gugup saat ini. Bagaimana pun juga Cahya masih kaget saat Vino ada didepan matanya tadi.


Ia juga berusaha keras mengatur degup jantungnya walaupun kerja jantungnya belum juga berdetak normal.


Sampai kedua anak manusia itu di depan Irena membuat Irena menyuruh keduanya untuk duduk.


"Kalian mau pergi ke Games Land, ya?" Tanyanya yang dibalas anggukan keduanya.


"Ya sudah berangkatlah, tapi jangan pulang terlalu malam, ya." Keduanya juga menganggukkan kepalanya. Keduanya pamit tapi perkataan mama Irena membuat menghentikan langkah mereka.


"Vino bawa kartu member Games Land kan?"Tanyanya membuat Cahya menoleh kearah Vino.


"Bawa ma. Ini kartu Vino." Tunjuknya pada sebuah kartu gold bertuliskan namanya di kartu itu.


"Ya sudah. Nanti Vino tunjukan kartu itu pada petugas dan bilang Vino bersama Cahya ya. Biar kalian berdua bisa masuk tanpa mengantri." Perkataan itu diangguki oleh Vino.

__ADS_1


"Kalian berdua hati hati dijalan." Setelah pamit, Vino dan Cahya menuju kearah luar untuk pergi ke Games Land.


Mereka kesana dengan diantar oleh supir yang sedari tadi sudah stand by disamping mobil milik keluarga Wirautama itu.


Mobil yang ditumpangi oleh Cahya dan Vino kini melaju menuju tujuan mereka.


20 menit berlalu akhirnya keduanya telah sampai diparkiran Games Land yang telah disediakan. Cahya turun diikuti oleh Vino. Saat ini keduanya tengah berada disamping mobil.


"Mang Asep pulang saja. Nanti biar Vino yang hubungi mang Asep kalau Vino sudah selesai mainnya."


Mang Asep menganggukkan kepalanya, ia juga berpesan pada Cahya agar menjaga Vino yang dibalas anggukan oleh Cahya.


"Hati hati, mang." Ucap Cahya pada mang Asep.


"Saya permisi den, non." Pamitnya yang kini mulai memasuki mobil dan menjalankannya menuju kediaman Wirautama.


Deg Deg Deg


Degup jantung yang berdetak abnormal kembali terjadi pada Cahya. Bahkan ia masih saja menatap gandengan tangannya itu.


"Kenapa denganku ini." Gumamnya dalam hati.


Vino berhenti karena bingung harus lewat mana, ia menoleh kearah Cahya yang masih terbengong sambil menatap tangan yang ditariknya itu.


"Vino bingung harus kemana. Cahya tahu kita harus kemana?" Pertanyaan itu menyadarkan Cahya dari keadaan diamnya barusan.


"Apa?" Tanyanya yang belum konek dengan pertanyaan Vino tadi.


"Ini kemana lagi, Vino harus kesana atau kesana?" Tunjuknya pada kedua kloter antrian yang ada didepan pintu masuk Games Land itu.

__ADS_1


Cahya menatap lurus kearah kedua kloter. Disebelah kirinya ada banyak sekali antrian yang ingin membeli tiket masuk. Sedangkan disebelah kanan terlihat sangat sepi.


"Coba Cahya lihat kartu Vino." Pintanya pada Vino. Vino segera memberikan kartu yang dimaksudkan Cahya tadi.


"Ini." Sodornya pada Cahya. Setelah dibaca sebentar, Cahya menunjuk kearah kloter sebelah kanan mereka.


"Kita kesana." Tanpa sadar sekarang Cahyalah yang menarik tangan Vino yang hanya diam mengikuti tarikan Cahya di tangannya itu.


Setelah menunjukkan kartu tadi pada petugas, keduanya kini diberi sebuah gelang sebagai tanda agar mereka bisa masuk kedalam Games Land.


Setelah mengucapkan terimakasih Vino dan Cahya berjalan masuk melewati pintu masuk. Sekarang keduanya sudah berada didalam kawasan Games Land.


Mata Vino berbinar begitu mendapati begitu banyak permainan yang bisa dimainkan olehnya itu.


Dengan semangat Vino menarik tangan Cahya menuju kearah permainan Komedi putar.


"Kita main itu." Serunya dengan bahagia, membuat Cahya ikut tersenyum bahagia begitu menatap kearah Vino yang tak berhenti tersenyum.


💙💜💙


Hallo Ya


Masih setia baca M.B.B kan?


Dan kalau bisa hargailah suatu cerita, karena sejujurnya menulis itu lebih susah daripada hanya membacanya.


~Terimakasih~


💞💙💞💙

__ADS_1


__ADS_2