My Bipolar Boy

My Bipolar Boy
kejadian mengerikan


__ADS_3

"Hahhh aku sangat pusing, hhuuuuhhh" racau Levin yang sudah mabuk parah tersebut, ia pergi menuju mobilnya terparkir.


"kakak mau saya bantuin?" tawar salah satu pekerja bar tersebut, ia melihat Levin sempoyongan dan jika menyetir mobil sendiri kan bahaya.


"gak perlu, gue gak perlu bantuan siapa siapa hahahaha" kata Levin menepis tangan sang perkerja bar tersebut.


"udah, kamu pergi aja sana" usir Levin.


melihat penolakan Levin, pekerja bar tersebut berlalu pergi karena ia tidak mau Levin semakin ngamuk.


Levin mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang, ia menikmati malam sambil menyanyi dan meracau tak jelas. Ia memang mengendarai mobil dengan sangat baik, jadi tidak ada yang tau bahwa pengendaranya sedang mabuk parah, Dan asal mengemudi (tidak memperdulikan sekitar).


Tetapi tiba-tiba saja ada truk muncul dari tikungan dan akhirnya kecelakaan pun tak terelakkan.


BRAK


suara yang begitu nyaring dan terdengar sampai puluhan kilometer itu membuat warga yang sedang beristirahat mau tak mau harus keluar dan melihat kecelakaan yang menegangkan tersebut.


Sang sopir truk tak sadarkan diri di dalam truknya dalam keadaan tangan terjepit pintu dan badan terjulur keluar.


Sedangkan pada pengemudi mobil, warga melihat anak remaja yang juga tak sadarkan diri dan kepalanya sepertinya terluka parah.


Melihat itu, para warga pun langsung gotong royong mengeluarkan para korban, dan segera menelepon ambulance.

__ADS_1


Dalam sisa kesadarannya, Levin merutuki kebodohannya yang banyak meminum minuman beralkohol dan menyebabkan ia mabuk lalu mengalami kecelakaan seperti ini.


Kepalanya sangat pusing dan sekujur tubuhnya terasa sangat nyeri.


"Mah, pah maafin Levin" gumam levin dan ia sekarang tidak merasakan apa-apa. Gelap!!!


Sedangkan diparkiran cafe


Clara hanya menatap sinis kepergian Levin, ia sekarang merasa bodoh amat. Nanti tinggal susun rencana dan meminta mamanya untuk menolongnya kan beres.


Clara bangkit, merapikan bajunya, rambutnya dan make up nya lalu menuju ke tempat pak Danu.


"Sudahlah, lupakan yang tadi, sekarang kita bersenang senang" ucap Clara sambil mengecup bibir pak Danu.


~Clara Gisella Jovanka


Seumuran dengan Levin. Ia bertemu Levin saat pertama kali masuk ke SMA. Pertama melihat Levin ia langsung jatuh cinta. Bagaimana tidak! Dia tampan dan mapan cukup lah bagi Clara yang egois.


Ia tinggal hanya dengan mamanya, karena ia tidak punya seorang ayah.


Dia anak seorang wanita penghibur, karena itulah ayahnya tidak jelas.


Walaupun begitu ia terlahir dengan wajah yang menawan, tapi sayang, buah jatuh tak jauh dari pohonnya. Setelah kelas 2 SMA dan ia berpacaran dengan Levin, ia mulai mengenal dunia malam.

__ADS_1


Dan dengan omongan manis mamanya ia menjadi sugar baby dari para pengusaha kaya. Tidak ada yang tau soal pekerjaan sampingan Clara kecuali namanya dan sekarang Levin. Pacarnya!!!


Dirumah besar keluarga Bernardus.


"kok Levin nggak ada kabar ya pah" cemas mama Levin.


"mungkin dia di apartemen mah" jawab papa Levin santai, ia tidak mau berfikiran buruk tentang anak semata wayangnya itu.


hening sejenak, mereka tenggelam dalam pikiran masing masing. tiba tiba mereka dikagetkan dengan suara nyaring telepon.


tring...... tring......


"halo, assalamualaikum, apakah benar dengan keluarga Levin Raffaelo Bernardus?" sapa penelepon.


"wassalamu'alaikum, benar ada apa ya?" jawab mama Levin cemas.


"saudara Levin mengalami kecelakaan dan Sekarang sedang mendapat perawatan intensif, mohon pihak keluarga datang ke rumah sakit XX" kabar si penelepon.


"astagfirullah, baik baik saya akan segera kesana" mama Levin mematikan teleponnya lalu menghampiri sang suami.


"pah ayo ke rumah sakit, Levin kecelakaan pah" ucap mama Levin sambil menangis.


"astagfirullah, yaudah ayo ma" ajak papa, dan mereka langsung berangkat menuju ke rumah sakit tempat Levin dirawat.

__ADS_1


🌻🌻🌻


__ADS_2