My Bipolar Boy

My Bipolar Boy
65. Unknown


__ADS_3

Previous Chapter


"Jangan!" cegah Marcel yang membuat anak anak disana menatap aneh kearah Marcel.


💕M.B.B💞


Menyadari tatapan aneh yang dilayangkan padanya, membuat Marcel seketika menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Maksudku, karena kita tadi bareng. Pulangnya juga harus bareng." jelas Marcel membuat para lelaki disana berdehem menggoda kearah Marcel.


"Ehem, pak ketu," goda beberapa lelaki disana. Sedangkan Cahya hanya menganggukkan kepalanya mengerti.


Namun Cahya berniat menolaknya secara halus, tapi sepertinya Marcel tipe orang yang kekeh dengan keputusannya untuk mengantar Cahya pulang.


"Baiklah, kalau begitu kami pamit, ya." Marcel sudah berdiri dari posisinya begitupun dengan Cahya.


Keduanya berpamitan pada 10 orang yang ada di lingkaran meja, bahkan beberapa dari mereka masih sempat sempatnya menggoda Cahya dan Marcel.


Karena tak ingin mereka melihat Marcel bersemu merah, membuat Marcel mengajak Cahya untuk segera pulang. Kini keduanya sudah berjalan berkeinginan menuju kearah mobil Marcel. Dan akhirnya mereka tiba juga diparkiran.


Tak lama keduanya mulai meninggalkan parkiran restoran untuk menuju kearah rumah Cahya. Mungkin karena jalanan yang cukup lenggang membuat perjalanan mereka tak memakan waktu lama.


Mobil Marcel mulai menuju kedepan rumah milik bibi dan paman Cahya. Deru meskipun sudah berhenti, tepat didepan halaman rumah milik paman Cahya.


"Terimakasih, karena sudah mau mengantarku pulang." ucap Cahya yang diangguki oleh Marcel.


"Sama sama. Dan kau tidak usah merasa tidak enak padaku. Lagipula aku yang menawarimu, bukan kau yang meminta."  Marcel menampilkan senyum manisnya kearah Cahya.


Cahya membalasnya dengan ikutan tersenyum. "Sekali lagi, terimakasih."


Marcel mengangguk.


"Kalau begitu aku pulang dulu. Kau hati-hati di jalan." Begitu mengatakan hal tersebut Cahya membuka pintu disampingnya kemudian mulai turun dari mobil.


"Sampai ketemu lagi." Marcel melambaikan tangannya dari dalam mobil. Cahya yang melihatnya ikut melambaikan tangannya.


Setelah itu mobil Marcel mulai menjauhi dari pandangannya Cahya. Cahya sejenak menghembuskan nafas panjang. Kini pikirannya terbang mengarah pada awal mula kenapa ia bisa kenal dengan Marcel.


Dan betapa ia mengagumi sosok Marcel saat itu. Walaupun ia tidak yakin 'apakah ia masih mengagumi Marcel'. Karena ia merasa sebagian hatinya mulai berbalik arah.


Bukan lagi mengarah pada sosok ketua volley putra SNB itu tapi pada calon tunangannya sendiri.


Jika kalian bertanya pada Cahya. Apa ia sudah jatuh hati pada calon tunangannya itu? Ia sendiripun belum yakin 100%.


Namun ia tahu, kalau perasaan kagumnya pada Marcel tidak sampai pada taraf ia mencintai pemuda itu.


Kalaupun iya, akan sangat sulit keduanya bersatu. Karena ada benteng tebal yang menghalangi mereka untuk bersama.


Alasan terkuatnya adalah terkait keyakinan yang berbeda.


Dan hal itu bukan hal sepele dalam suatu hubungan. Namun lagi lagi, ia belum bisa menyerahkan seluruh hatinya pada calon tunangannya itu.


Bukan karena ia membenci atau tidak suka padanya. Hanya saja ia masih takut untuk mengakui kalau dirinya memang benar benar menyukai Vino.


Sikapnya hari ini saja sudah membuat Cahya sesak sendiri. Apalagi kalau ia menyerahkan sepenuhnya perasaannya pada Vino.


Ia hanya takut kecewa.

__ADS_1


Karena ia sangat tahu bahwa sosok calon tunangannya itu bukan hanya tampan, tapi juga sangat populer. Jangan lupakan berapa banyak orang yang ingin menjadi kekasih dari Vino itu.


Cahya sadar dirinya tidak semenarik itu hingga bisa membuat sosok seperti Vino/Bryan itu menyukainya.


Bukannya ia pesimis, tapi ia cukup sadar diri.


Satu lagi fakta yang membuat Cahya tidak mau berharap lebih. Fakta bahwa dirinya tidak sepadan dengan keluarga Vino yang kaya itu. Memikirkannya saja membuat Cahya berulang kali menghembuskan nafas pasrah.


Tak ingin memikirkan hal itu, Cahya segera masuk kedalam rumahnya. Sebelum masuk ia terlebih dulu mengucapkan salam yang mendapat balasan dari dalam. 


Bisa ia lihat sang bibi sedang berada didepan televisi bersama sang ponakan.


"Bibi!" seru Cahya sambil mendekat kearah bibinya. Sang bibi menoleh kearah sang ponakan.


"Kau sudah pulang. Tidak biasanya kau pulang jam segini?" Tanyanya sedikit heran.


Kini Cahya sudah berada disamping bibinya setelah menyalami tangan sang bibinya itu.


"Tadi Cahya ketemuan dulu sama anak volley, Bi." Risma mengangguk mengerti. Kemudian ia kembali bertanya, "Kau sudah makan?"


Lisa mengangguk pelan sambil mencolek pipi keponakannya yang tengah minum susu itu. "Tadi Cahya sudah makan." Jelasnya sesekali tertawa melihat melakukan sang ponakan.


Risma ikut tertawa pelan begitu melihat betapa akrabnya sang ponakan dengan anaknya itu. "Kau mandi dulu. Baru main lagi sama Ziel."


Cahya mengangguk tapi sebelum beranjak, terlebih dahulu ia mencium pipi sang ponakan. Cahya kini sudah berada didalam kamarnya. Ia memutuskan untuk mandi dan memenuhi kewajibannya.


Setelah semuanya selesai, ia kini mulai duduk di tepi ranjangnya. Ia mulai mengambil ponselnya yang berada didalam tas sekolahnya.


Begitu membuka sandi ponselnya, ia membuka mode seluler dan muncullah beberapa pesan di ponselnya. Ada pesan dari grup kelas, grup anak volley, dari bibinya, dari Rima dan ada satu pesan dari nomor tak dikenalnya.


Ia membuka pesan dengan bibinya. Ternyata isi pesan tersebut adalah menanyakan dirinya yang belum juga pulang. Ia sengaja tidak membalas pesan itu, toh bibinya juga sudah melihat kalau sekarang ia ada di rumah.


Rimawar🌹


Kau sudah pulang?


16.12


Nanti jam 5 aku ke rumahmu. Kau tidak lupakan?


16.23


*Hei kau dimana? Kenapa kau belum membalasnya?


Woii Hya😖*.


16.30


4 pesan yang baru Cahya baca itu membuat Cahya tertawa pelan. Ia sangat tau tentang salah satu sahabatnya ini. Jika belum dibalas, ia pasti menyepam.


Terbukti kan. Karena itulah Cahya segera membalas pesan tersebut.


Me


Aku sudah ada dirumah.


Aku ingat kau akan kemari😉, jadi cepatlah datang.

__ADS_1


Tapi hati hati dijalan😊


16.56


Cahya membalas pesan tersebut, setelah itu ia keluar kamar untuk menemui sang bibi dan ponakan lucunya itu.Namun saat berjalan, Cahya sempat mengernyit begitu melihat nomor tak dikenalnya itu.


Ia mulai membuka pesan dari nomor tersebut, yang membuatnya bingung adalah ia tidak bisa mengetahui siapa pengirimnya karena tidak ada foto sebagai identitasnya.


Begitu membukanya ia bisa melihat 2 baris kata kata di chatroom tersebut.


Unknown


Cepat kemari atau aku yang kesana!


15.40


Lagi lagi Cahya mengernyit, ia mencoba mencari no tersebut di grupnya, siapa tahu ada salah satu anggota grup yang mengchat dirinya.


Tapi begitu ditelusuri tidak ada satupun nomor yang cocok dengan nomor yang tadi mengchat dirinya itu.


Karena penasaran ia mencoba membalasnya, siapa tahu ada salah satu temannya yang ganti nomor jadi menggunakan nomor itu untuk mengchat dirinya.


Me


Ini siapa ya?


16.59


Tanpa sadar Cahya sudah berada di sang bibinya. Risma yang melihat Cahya hanya terfokus pada ponselnya itu segera angkat bicara.


"Kenapa berdiri disitu, sini duduk." Suruh Risma yang diangguki oleh Cahya.


Kini ia mulai melewatkan ponselnya diatas meja. Kemudian ia kembali bermain dengan Aziel.


Tak begitu lama terdengar ketukan pintu membuat Cahya dan Risma saling berpandangan. Mengerti maksud sang bibi membuat Cahya segara berucap, "Mungkin itu Rima, bi. Tadi katanya dia mau kesini."


Risma ber'Oh' ria. Kemudian ia menyuruh Cahya untuk membuka pintu. Cahya pun segera membuka pintu dan menemukan seseorang yang sama sekali tidak disangkanya itu.


Bahkan ia sempat terbengong melihatnya. "Ini beneran?" Tanyanya dalam hati dan masih setia menatap kearah orang di depannya itu.


...Perhatian...


Jadi yang berpikiran kalau Cahya bakalan sama Marcel udah aku jelasin ya. Jadi saingan Vino tidak bertambah lagi😂.


Up💞


Hallo Ya


Masih setia baca M.B.B kan?


Kalau kalian nyari si pengendara tadi. Tunggu di Chapter depan, ya😉. Btw SNB itu Sma Nusa Bangsa ya😊.


Dipart ini masih belum kelihatan.


**Nantikan kehadiran part selanjutnya lagi ya guys😉.


🍁Terimakasih🍁

__ADS_1


😍😇😍**


__ADS_2