
Budayakan Vote Setelah Selesai Membaca Part Ini💞
_____Terimakasih_____
.
.
.
.
🍁M.B.B🍁
Cahya berniat pergi, percuma ada disini kalau hanya dijadikan bahan kejahilan Bryan saja. Tapi hal itu tidak terlaksana karena tangannya dipegangi oleh, ya siapa lagi kalau bukan Bryan.
"Mau kemana?"
"Pulang!" Ucap Lisa sewot. Biar saja, suruh siapa Bryan mengerjainya seperti ini. Emangnya di pikir enak apa kalau dikerjai begitu.
"Tidak boleh!"
"Kenapa?" Cahya sekarang memutar badannya menghadap Bryan.
"Kau disini untuk menjagaku." Mood Cahya agak memburuk karena kejahilan Bryan tadi. Tidak tahukah, ia berusaha mati matian menahan kegugupannya karena harus menuruti perintahnya.
Ya, walaupun Cahya pernah melihat bentuk otot perut para idola yang tak sengaja terlihat. Tapi tetap saja itu hal yang berbeda. Itupun hanya berupa foto virtual kalau tadi kan secara live.
Cahya mencoba melepaskan tangannya yang digenggam Bryan. Tapi genggaman itu tak kunjung terlepas.
"Lepas Bryan. Aku mau pulang. Nanti kalau bibiku nyariin gimana?" Cahya masih mencoba untuk melepaskan genggaman itu. Bryan yang melihatnya menatap tajam kearah Cahya yang berusaha melepaskan genggaman tangannya itu.
"Tidak boleh!" Suara Bryan kali ini lebih dalam daripada sebelumnya membuat Cahya sedikit tersentak kaget.
Walaupun pernah mendengarnya beberapa kali, tetap saja respon pertama yang ia keluarkan adalah kaget. Cahya tak lagi berontak, ia membiarkan tangannya digenggam oleh Bryan.
"Tadi siapa yang bilang sama mama Irena kalau dia bukan anak kecil yang minta dijagain?" Cahya mengeluarkan kata kata yang sempat Bryan keluarkan untuk menjawab pertanyaan dari mamanya itu.
__ADS_1
Ada siluet kemarahan yang terpantul di bola mata Bryan. Sayangnya Cahya tidak sempat melihatnya.
Bryan menyentak tangan Cahya agar mendekat ke arahnya. Hal itu tentu membuat Cahya terkejut, bahkan sampai tidak sadar kalau posisinya dengan Bryan sudah sangat dekat. Atau lebih tepatnya terlalu dekat.
"Jangan membantahku. Turuti saja apa perkataanku. Dan kau tidak boleh pulang! Titik!."
Cahya tak lagi memperdulikan perkataan Bryan karena fokusnya terarah pada tangannya yang diremas kuat oleh Bryan.
Bahkan Cahya meringis kesakitan dibuatnya. "Br..Bry..an, Le..pas..kan..tan..ganku." Rintih Cahya karena merasakan sakit akibat genggaman tangan Bryan.
Bukannya melepaskan, Bryan malah semakin memguatkan genggamannya.
"Aw..Bry..an sa..kit." jerit Cahya tak kuat menahan cengkeraman Bryan ditangannya itu.
"To..long le..pasin!" Cahya sadar telah meninggikan suaranya didepan Bryan. Mau bagaimana lagi, cengkeraman Bryan di tangannya tidak main main. Bahkan ia bisa bertaruh kalau nanti ditangannya akan meninggalkan bekas kemerahan.
"Kau membentakku?!" Cahya langsung menggeleng cepat, dirinya tidak ada maksud untuk membentak Bryan. Ia tadi hanya reflek saja.
"To..long Bryan. Tanganku sakit sekali." Ucapan itu tak digubris oleh Bryan. Malah sekarang Bryan semakin mendekatkan dirinya ke arah Cahya yang masih meringis karenanya itu.
Dilepaskan paksa tangan Cahya membuat Cahya langsung memegangi tangannya itu. Ia berharap tidak akan ada tanda tanda kemerahan pada kulit tangannya. Tapi sepertinya kenyataannya berbanding terbalik dengan keinginannya.
Tatapan keduanya bertemu. Baik Cahya maupun Bryan bisa saling melihat mata keduanya. Bahkan sangking kagetnya ia tidak menyadari kalau Bryan semakin mengikis jarak diantara wajah mereka.
"Aku tidak suka dibantah. Terlebih lagi olehmu, kau mengerti?!" Cahya mengangguk. Jujur saja dirinya tengah gugup saat ini.
🔞Warning🔞
Bagi yang belum cukup umur, bisa skip dulu. Mohon bijak dalam membacanya, ya😉.
Bibir keduanya bertemu, membuat Cahya membelalakan matanya. Walaupun ini bukan kali pertama, tapi tetap saja dirinya masih saja syok menerima perlakuan seperti ini.
Dirinya diam tidak membalas ataupun menolak ciuman yang diberikan oleh Bryan padanya itu. Bukan karena ia mau atau tidak, tapi lebih karena dirinya masih terkejut. Otaknya mendadak blank karena tidak mengira akan menerima hal seperti ini lagi.
Bisa Cahya rasakan kalau ciuman kali ini jauh berbeda daripada ciuman pertamannya. Bahkan ia bisa dengan jelas merasakan amarah yang tersimpan dalam ciuman itu. Terlebih lagi rasa besi mulai terasa di mulutnya.
Setelah cukup lama, Cahya langsung mencoba mendorong badan Bryan agar menjauh darinya. Tapi semakin dicoba dijauhkan, malah semakin bringas Bryan melakukan aksinya. Tanpa disadari air mata Cahya terjatuh dipipinya dan semakin deras.
__ADS_1
Tak butuh waktu lama, isakan kecil mulai keluar dari bibirnya yang masih didominasi oleh Bryan itu.
"Hiks...Hiks." Isakan kecil itu berhasil mendorong akal sehat Bryan kepermukaan. Perlahan ia menghentikan aksinya yang membuat seorang gadis menangis karena ulahnya itu.
Bisa Bryan lihat sosok di depannya ini tengah menangis ditambah bibir gadis itu yang mengeluarkan darah. Bryan mulai menjauh sedikit dari Cahya. Sepertinya ia merasa agak bersalah pada gadis didepannya ini.
Suara tangisan itu mendominasi kamar bernuansa abu abu itu. Bryan masih belum mengeluarkan suaranya. Masih setia menatap kearah Cahya yang kini menundukkan kepalanya. Bahkan ia tak memperdulikan rasa besi yang tertelan di tenggorokannya itu.
Karena tak tega, langsung saja Bryan merengkuh tubuh Cahya kedalam pelukannya.
"Maaf." Gumam Bryan lirih, tapi walaupun lirih Cahya jelas mendengarnya.
Bukannya mereda, tangis Cahya malah semakin keras.
"Hiks!...Hiks!...Hiks!...Hiks!."
"Maaf."
Hanya gumaman itu yang terdengar dari mulut Bryan. Bahkan ia semakin menenggelamkan wajahnya di ceruk leher Cahya dan mempererat pelukan mereka.
Cahya sama sekali tidak menimpali gumamam yang diucapkan oleh Bryan berkali kali itu. Ia hanya ingin menangis untuk saat ini. Ia sendiripun bahkan tidak membalas pelukan dari Bryan.
...Perhatian Harap Dibaca...
Cahyaku yang malang😫. Maukan maafin dede Bryan ya😩.
Oke, bingung mau ngomong apa, jadi tunggu kelanjutannya, ya.
Sekedar mau ngasih tahu, kalau sebentar lagi series ini akan aku selesaiin. Entah happy atau sad endingnya, aku belum tahu.
Yang penting aku udah ngasih tahu. Entah info ini penting atau enggak menurut kalian, tapi tetap mau aku sampaiin ke kalian semua😉.
Up💞
Masih setia baca M.B.B kan?
Nantikan kehadiran part selanjutnya lagi ya guys😉. Please jangan Copas ya. Tolong hargai usaha saya dalam membuat cerita ini😊
__ADS_1
🍁Terimakasih Semuanya🍁
😍😇😍