My Bipolar Boy

My Bipolar Boy
33. Foto Bareng


__ADS_3

πŸ€πŸ’ž M.B.BπŸ’žπŸ€


Bagaimana tidak berhenti tertawa, kalau tidak menurut bisa bisa kena pukul mereka semua.


Si Citra si pemegang sabuk hitam ilmu bela diri taekwondo, siapa yang berani menantangnya.


Makanya semua anak langsung kincep, apalagi desas desusnya si Citra ini naksir berat sama si Novan anak pemalu dari kelas XII Ipa 2.


"Iya, kami tidak meledek tadi. Hanya saja terkejut dia bisa bersuara tanpa diminta." Vito segera menjelaskan takutnya ia malah kena tapol tangan Citra kan bahaya.


Citra yang mendengarnya tidak menghiraukannya malah kini ia menatap kearah Novan yang tak kunjung mendongakkan kepalanya.


"Daripada ribut gimana kalau kita mulai sesi fotonya. Aku bawa kamera terbaru nih." Si kaya mulai ambil bagian karena dari tadi hanya diam saja.


Yap di kelas XII Ipa 2 ini ada panggilannya masing masing. Kayak si Citra panggilan adalah Si Monster nya XII Ipa 2. Ada si Centil Cita, ada si pemarah Putri. Si cantik Dewi, si biang onar Cahya, si rusuh Vito. Si pemalu Novan, si kalem Radit. Si kaya Rian dan masih banyak lagi yang lainnya.


Dan kalau di bahas disini malah akan makan 2-3 Part sendiriπŸ˜‚.


"Gimana kalian setuju atau nggak? Kalau nggak ya nggak apa apa." Rian kembali menawarkan untuk memakai kemeranya atau tidak.


"Oke, kita pakai kameramu. Sekarang kita atur posisi." ucap si Penyabar Setya.


Semua anak segera bergegas mencari posisi yang dirasa pas untuk berfoto.


Dengan sengaja Citra mencari tempat disebelah Novan. Para murid yang hanya bisa menahan tawa mereka begitu melihat reaksi Novan yang terlihat malu malu kucing itu.


Tak ada yang berani meledek keduanya karena takut terkena tabok manja tangan Citra. Kalau itu sampai terjadi UKS mungkin akan jadi tempat yng dikunjungi selanjutnya.


Semua sudah siap diposisi, tapi mereka yang semula diam akhirnya sadar sesuatu.

__ADS_1


"Terus siapa yang motoin!" Si biang Selfie berteriak kesal karena tak sadar kalau semua murid sekarang siap sedia di posisi mereka masing masing.


Seketika kelas kembali riuh karena mereka semua tertawa saat menyadarinya.


Hahahaha


"Siapa yang mau motoin?" Tanya Putri yang mulai muncul sungut di kepalanya.


#Gak_Deng_BercandaπŸ˜„


"Kau saja, Yan." Suruh Vito pada Rian.


"Kenapa aku?" Rian sepertinya tidak terima.


"Kau kan yang punya kamera."


"Kalian berdua!" Tekan Putri sambil menatap tajam kearah Rian dan Vito.


Cahya dan teman temannya menghela nafas lelah, kalau mereka bertiga suada terlibat ke perdebatan macam ini, akan sulit memisahkan mereka.


Cahya menatap ketiganya "Sudahlah, kalian berdebat terus sih. Jadi foto kan? Atau aku pulang saja."


Mendengar itu membuat mereka semua kecuali RiViPut menatap RiViPut untuk diam.


"Sudahlah pakai timer saja." Usul Cinta yang mulai jengah melihat perdebatan antara temannya itu.


Apalagi sekarang sudah hampir jam 14.21.


"Sudah mau sore ini" Protes yang lainnya karena akan semakin lamanya pulangnya kalau mereka berdebat terus.

__ADS_1


"Ya sudah pakai timer saja" Rian maju kedepan dan meletakan kameranya di meja guru yang sudah di geger ke tengah tepat berada di depan papan tulis.


Setelah mengarahkan kameranya, Rian memberi aba aba.


"Ini timernyaΒ  3 detik, tapi langsung ngambil foto banyak sekaligus."


Setelah mengatakan hal itu, Rian langsung bergegas ke posisinya agar bisa ikutan foto.


**Cekrek


Cekrek


Cekrek


Cekrek**


Bunyi kamera yang berhasil membidik gambar yang ada di hadapannya.


πŸ’žπŸ€πŸ’žπŸ€πŸ’ž


Hallo Ya


Masih setia baca M.B.B kan?


Dan kalau bisa hargailah suatu cerita, karena sejujurnya menulis itu lebih susah daripada membacanya.


~Terimakasih~


πŸ’žπŸ’™πŸ’žπŸ’™

__ADS_1


__ADS_2