
Budayakan Vote Setelah Selesai Membaca Part Ini๐
__________________
๐M.B.B๐
Keadaan begitu canggung bagi Cahya, karna apa? Ia tadi tak sengaja menekan luka Bryan ditambah karena air baskom ada dipangkuannya membuat seragamnya basah ketumpahan air di baskom itu membua Cahya kaget.
Cahya langsung berdiri sambil mengibaskan air yang membasahi seragam dan roknya itu. Bryan menatap datar kearah Cahya yang tengah sibuk mengipasi seragamnya yang ketumbahan air itu.
Celana Bryanpun tak luput dari cipratan dari air baskom itu. "Maafkan aku."ย Cahya tak berani memandang muka Bryan yang bisa dipastikan sedang marah karena ulahnya itu.
"Bantu aku ke kamar." Ujar Bryan membuat Cahya mau tak mau harus mengikuti kemauan Bryan. Daripada kena marah, lebih baik Cahya menurut, kan?
Sekarang ini Cahya tengah membantu Bryan berdiri dan keduanya mulai melangkah menuju ke lantai atas dimana kamar Bryan berada.
Selama perjalanan, Cahya tak berani mengucapkan sepatah kata apapun. Apalagi Bryan juga tak kunjung mengeluarkan suaranya membuat Cahya memilih untuk diam daripada menambah kemarahan Bryan.
Pintu kamar Bryan baru saja Cahya buka. Ia kemudian mulai berjalan menuju ranjang Bryan untuk meletakan Bryan disana.
Huft
Cahya bernapas lega begitu selesai mengantar Bryan sampai ke kamarnya. Tapi belum juga selangkah menjauh suara dingin Bryan terdengar di pendengaran Cahya membuat dirinya menoleh kearah Bryan.
"Ada apa?"
"Kau belum selesai mengobati lukaku." Cahya mengernyitkan dahinya bingung, perasaan ia sudah mengobati luka Bryan. Kenapa Bryan malah bilang belum selesai.
Mengerti kalau Cahya tengah bingung membuat Bryan membuang napasnya kasar.
"Buka bajuku!"
Huh!!
A..apa apaan itu, kenapa menyuruhnya membuka bajunya.
Jangan bercanda.
Mana bisa begitu?!
__ADS_1
"Ma..maksudmu apa?"
"Kau tidak dengar perkataanku tadi." Iya, jelas Cahya mendengarnya. Bahkan sangking jelasnya ia sampai bingung sendiri dengan perkataan Bryan itu.
"Ya, sudah cepetan bukain. Kau tidak lihat aku sudah kedinginan gara gara ketumpahan air itu?" Awalnya mau menolak tapi begitu mendengar perkataan Bryan barusan malah membuat cahya tambah merasa bersalah.
Ta..pi masa harus dia sih yang membuka bajunya. Apa dia tidak bisa sendiri?
"Kau bisa membuka pakaianmu sendiri kan? Kenapa kau malah menyuruhku?" Cahya bertanya dengan hati hati, takut membuat Bryan marah. Dan sepertinya itu berhasil membuat dirinya mendapat tatapan tajam dari pemuda yang ada diatas ranjang itu.
Buru buru Cahya mengalihkan pandangannya kearah lain, yang pasti tidak kearah pemuda itu.
"Jadi, kau tidak mau?" Bryan mengucapkan hal itu dengan datar. Bahkan triplek pun kalah datar dari ucapannya barusan. Cahya menelan ludahnya kasar.
Baiklah, sekarang apa yang ingin kau lakukan wahai Cahya Larasati?
"Baiklah." Putus Cahya pada akhirnya membuat Bryan diam diam menyunggingkan smirk andalannya. Sayangnya Cahya tidak melihat itu.
Licik bukan?๐
Dengan gugup Cahya melangkah mendekati Bryan. Karena merasa kelamaan membuat Bryan dengan tidak sabarannya menarik tangan Cahya membuat yang ditarik terduduk disampingnya.
Detak jantung Cahya bertambah kencang. Bahkan telapak tangannya sampai gemetaran. Sayangnya Bryan tidak peduli, ia malah semakin menyuruh Cahya membuka baju seragamnya.
Sampai akhirnya...
"Sudah selesai?" Cahya gelagapan begitu mendengar suara datar Bryan. Dengan perlahan ia mengerakkan tangannya mendekati kancing teratas baju seragam Bryan.
Ia sengaja tidak ingin menutup mata. Jangan berpikiran buruk dulu, guys. Ada alasan kenapa Cahya tidak menutup matanya.
Ia hanya takut salah pegang. Ingat Takut Salah Pegang. Kalau sampai terjadi bakalan malu setengah mati dirinya nantinya.
Kancing teratas telah terbuka. Dan masih tersisa 5 kancing lagi. Tapi Cahya tidak bisa lega begitu saja. Sedangkan Bryan berusaha menahan raut wajahnya yang menahan tawa itu.
Kancing kedua telah sukses terbuka. Dan hal itu semakin membuat Cahya menahan napasnya.
Kancing ketiga berhasil lolos membuat sebagian dada atas Bryan terekspos.
Mati matian Cahya menahan rasa gugupnya. Bahkan disaat kancing keempat getaran ditangan Cahya semakin terasa. Bryan sendiri sampai bisa merasakan getaran itu.
__ADS_1
Akhirnya kancing keempat berhasil ia buka. Tinggal 2 kancing lagi. Karena ketumpahan air membuat baju seragam bagian perut Bryan tercetak jelas bentuknya. Membuat Cahya menelan salivanya gugup.
"Tenang Cahya, tenang. Jangan panik, bukannya kau sudah pernah melihat punyanya Jungkook dan Jimin Oppa. Tenang! " Hibur Cahya pada dirinya sendiri.
Tapi keraguan itu muncul sebab, "Kenapa sepertinya punya Jimin, Jungkook dan V Oppa kalah bagus dengan orang ini! " Inner Cahya menjerit jerit.
Cahya membuang nafasnya kasar. Akhirnya kancing kelima telah sukses terbuka, menampilkan guratan otot perut yang membuat Cahya ingin pingsan seketika.
Belum sempat hal itu terlaksana, lebih dulu suara tawa mendominasi kamar bernuansa abu abu itu.
"Mhpt...Mhpt...Hahaha..Hahaha...Hahaha!" Tawa puas itu berasal dari siapa lagi kalau bukan si Bryan, memangnya ada siapa lagi di dalan ruangan ini selain mereka berdua.
Cahya menatap kearah Bryan bingung. "Kenapa dia tertawa?" Batinnya sambil menatap lurus kearah Bryan yang kini sedang memegang perutnya itu sambil tiduran diatas ranjang.
Tawa itu belum juga reda, membuat Cahya baru menyadari ada hal yang ganjil.
Jangan bilang kalau...
"Kau sedang mengerjaiku, ya?!" Tanya Cahya sambil bangkit dari posisi duduknya sambil menatap nyalang kearah Bryan.
Bisa bisa ia tertipu oleh Bryan.
Bryan mencoba menghentikan tawanya walaupun kagak kesulitan, sisa tawanya juga masih terdengar membuat Cahya benar benar kesal.
Kesal dengan dirinya sendiri yang tadi sempat sedikit mengagumi bentuk perut Bryan itu. Ingat hanya S.e.d.i.k.i.t.!
๐M.B.B๐
...Perhatian...
Wadaoww๐ฑ gimana bisa gitu ya. Kan kasihan Cahya cuma dikerjain doang sm Bryan. Ibarat kata udah di terbangkan malah setelahnya dibiarkan lepas gitu aja. Gondok bgt pasti si Cahya ini mah๐. Siap siap aja si Bryan ya๐. Enaknya diapain ya๐.
Up๐
Masih setia baca M.B.B kan?
Nantikan kehadiran part selanjutnya lagi ya guys๐. Please jangan Copas ya. Tolong hargai usaha saya dalam membuat cerita ini๐
๐Terimakasih Semuanya๐
__ADS_1
๐๐๐