My Bipolar Boy

My Bipolar Boy
12


__ADS_3

Kini, sudah beberapa bulan sejak kedatangan Anna kerumah Raffa, ia dan Raffa sekarang berteman baik, karena Anna sudah mengantisipasi hal hal yang membuat Raffa menjadi Levin.


Bahkan, kini Raffa dan Anna bersekolah di sekolah yang sama. Walau berbeda kelas, tetapi Raffa termasuk murid yang pandai dan penurut.


Ia hanya datang kepada anna saat istirahat dan waktunya pulang, sehingga Anna tidak risih dan tidak ada rumor yang beredar, karena bagi mereka warga desa, mereka bersahabat dan itu merupakan hal wajar.


Tidak jarang juga, Raffa mampir ke rumah Anna walau sekedar memberikan makanan ataupun berkunjung untuk bermain.


Orang tua Anna pun sudah tahu dan mengerti keadaan Raffa saat Anna menceritakan nya kepada mereka.


Dan sampai sekarang, yang mengerti keadaan Raffa hanyalah guru guru disekolah, keluarga Anna, dan pekerja milik papa Angga.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sudah selama berbulan bulan ini, Raffa dan Anna berteman.


Raffa yang pendiam dan berbicara seperlunya, membuat para teman sekelasnya tidak ada yang curiga tentang penyakit bipolar milik raffa.


Terlebih Anna dan mama Rena yang memang sudah mengantisipasi untuk melarang Raffa berbicara dengan orang lain yang tidak dikenalnya.


Hari ini, kebetulan para guru di SMA milik Anna dan Raffa mengadakan rapat sehingga mereka dipulangkan pagi.


Untuk hari ini, Anna yang akan menjemput Raffa di kelasnya, karena berangkat tadi, Raffa bilang bahwa dia malas ke kelas anna karena lelah, begitu katanya.


Saat bel sudah berbunyi, Anna lekas membereskan buku bukunya, lalu beranjak keluar.

__ADS_1


Tetapi saat dalam perjalanan menuju kelas Raffa, ia dihadang oleh sandi.


"Anna, pulang bareng yuk" ajak sandi


"Maaf san, nggak bisa" tolak Anna halus


" Kamu pasti mau pulang sama anak baru itukan??" Tebak sandi


"Kalau iya memang kenapa??" Tantang Anna


"Cih, apa karena dia tampan, kamu jadi milih pulang sama dia??" Tanya sandi emosi.


Anna yang mendengar hal itupun hanya membuang mukanya kesal.


Sandi benar benar membuat nya muak!!!


Ia takut Raffa melihat nya bersama sandi dan membuat Raffa mengingat masa lalu nya dan berubah.


"Raffa" panggil Anna canggung, karena seharusnya, ia memanggil nya kakak.


Karena Raffa memang kakak kelasnya.


"Anna kamu lama deh" keluh Raffa


"Aku nunggu semua pulang dulu Raff" jelas Anna

__ADS_1


"Yaudah ayo pulang, aku laper banget dan pengen peluk mama" oceh Raffa sambil memasukkan barang barang nya ke tas miliknya.


"Yaudah ayo"


Mereka pun beranjak dan pulang bersama dengan jalan kaki.


Sebenarnya Anna salut pada Raffa yang tidak manja, karena Raffa pernah ditawari papa nya untuk antar jemput naik mobil, tapi ia tidak mau. Katanya....


"jalan kaki aja, biar nggak dilihatin orang orang"


Karena jika membawa mobil, pasti perhatian orang akan tertuju mobil yang ditumpanginya karena di desa ini, hanya keluarga nya yang punya mobil.


Setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh, kini mereka akan berpisah karena belokan.


"Raffa pulang ya, besok kita ketemu lagi, Anna soalnya juga udah lelah ini" ucap Anna memberi pengertian.


"Yaudah Raffa pulang dulu ya" ucap Raffa sambil melambaikan tangannya.


Anna pun membalas lambaian itu dengan tersenyum lembut.


Ia berharap Raffa segera sembuh.


Entah mengapa, itulah harapan nya saat ia berpisah dengan Raffa.


🌻🌻🌻

__ADS_1


bentar lagi bakal ada konflik kok guys, lumayan panjang juga nanti konflik nya....


tapi kalau author malas, kek nya ga ada konflik😅😅


__ADS_2