My Bipolar Boy

My Bipolar Boy
36. Gugup Luar Biasa


__ADS_3

πŸ’žM.B.BπŸ’ž


"Bukan. Vino mau main di Games Land." Mendengar itu membuat Cahya menghembuskan napas lega.


"Ku kira, sama seperti sebelumnya." Batin Cahya lega.


"Baiklah, kita kesana. Tapi kamu siap siap dulu ya. Nanti Cahya tunggu di depan."


Vino yang mendengar kalau Cahya menyetujui permintaannya terlonjak senang.


"Aye, Vino main ke Games Land." Ucapan itu diucapkannya berulang ulang membuat Cahya tersenyum tipis begitu mendengarnya.


"Ya sudah, Cahya tunggu diluar. Kamu siap siap dulu, ya." Cahya mengatakannya sambil membawa piring dan gelas yang telah digunakan untuk makan itu.


"Oke." Setelah mengatakan hal itu Vino langsung bergegasΒ  ke kamar mandi meninggalkan Cahya begitu saja didalam kamarnya.


Cahya berlalu keluar dari kamar untuk menuju kearah ruang santai dimana tadi ia menemui mama Irena.


Irena yang melihat Cahya segera menghampiri calon menantunya itu.


"Vino mau makan?" Pertanyaan itu diangguki oleh Cahya.


"Sekarang dia dimana? Kenapa tidak ikut turun?"


"Vino sedang siap siap, ma." Ucapan itu malah membuat Irena bingung. Mengerti bahwa mama Irena tengah bingung, segera Cahya menambahkan ucapannya.


"Tadi Vino bilang ingin main di Games Land, ma." Perkataan barusan membuat Irena cukup terkejut. Pasalnya jarang sekali Vino ingin main di luar kamarnya itu.


"Benarkah?"

__ADS_1


"Iya, ma." Jawaban singkat itu membuat Irena mengangguk.


"Vino kesana sama kamu kan, nak?"


"Iya, ma. Vino kesana sama Cahya."


"Ya, sudah ini biar mama yang taruh di dapur. Sekarang kamu siap siap, soal baju nanti Mama siapin biar kamu nggak pakai seragam pas kesana."


Awalnya Cahya ingin menolak, takutnya jadi merepotkan. Tapi sepertinya perkataan mama Irena tidak ingin dibantah membuat Cahya hanya bisa menganggukkan kepalanya.


"Terimakasih, ma."


"Ya, sudah kamu pakai saja kamar mandi tamu. Itu disitu. Mama mau naruh ini dulu di dapur." Tunjuknya pada sebuah pintu yang berada dekat dengan tangga ke lantai 2 itu.


Setelah Irena mengatakan hal itu, Cahya berjalan kearah kamar tamu. Ia membuka pintu berwarna coklat itu pelan, kemudian melangkah memasuki kamar tersebut.


Sejenak ia pandangi kamar yang bahkan lebih besar daripada kamarnya itu. Ia kemudian melangkah menuju kamar mandi yang memang tersedia didalam kamar.


10 menit Cahya telah menyelesaikan acara mandinya. Sekarang ia berniat memakai pakaiannya sebelum sebuah ketukan dari luar menghentikan kegiatannya.


Tok Tok Tok


"Cahya, kamu didalam nak?" Suara itu Cahya yakini milik mama Irena.


"Iya ma. Cahya baru selesai mandi." Jelas Cahya dari kamar mandi.


"Mama sudah menyiapkan pakaian untukmu. Kamu pakai ya, daripada pakai seragam sekolah."


"Tapi ma.." Baru saja Cahya berniat menolak secara halus, suara Irena terdengar lebih dahulu.

__ADS_1


"Mama tidak terima penolakan. Pokoknya dipakai ya. Mama tunggu diluar. Vino juga sudah menunggu diluar."


Setelah mengatakan hal itu, Cahya bisa mendengar suara langkah menjauh dari arah kamar mandi.Β 


Ceklek


Cahya membuka pintu kamar mandi setelah memakai bathrobe dan ia bisa melihat sebuah pakaian terusan selutut bewarna biru laut yang terlihat simpel namun memberi efek manis.


Ia mengambil baju itu dan memakainya dikamar mandi. 5 menit berlalu, Cahya telah rapi dengan pakaian yang diberikan oleh mama Irena tadi. Ia juga sudah melipat seragam sekolahnya dan menyimpannya didalam tas.


10 menit Cahya telah menyelesaikan kewajibannya sebagai seorang muslim. Kemudian ia berjalan menuju luar kamar untuk menemui mama Irena dan Vino yang mungkin sudah dari tadi menunggunya.


Ceklek


Cahya yang baru saja membuka pintu terkejut begitu mendapati seseorang tepat di hadapannya. Apalagi jarak keduanya benar benar dekat. Bahkan Cahya bisa merasakan hembusan nafas orang dihadapan membuatnya gugup luar biasa.


Deg Deg Deg Deg


"Jantungku." Batin Cahya tak karuan.


πŸ’™πŸ’œπŸ’™


Hallo Ya


Masih setia baca M.B.B kan?


Dan kalau bisa hargailah suatu cerita, karena sejujurnya menulis itu lebih susah daripada membacanya.


~Terimakasih~

__ADS_1


πŸ’žπŸ’™πŸ’žπŸ’™


__ADS_2